POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 23


__ADS_3

Setelah percakapan mereka yang mengandung banyak air mata, lalu Nara sudah mandi juga dikamar mandi Taehyung awalnya ia menolak mandi disini tapi bunda bilang tidak apa-apa dan meminjamkan baju Aera kepada Nara.


Setelah selesai Nara keluar dari kamar dan menyusul mereka diruang makan karna sebelum nya, Taehyung bilang untuk segera keluar setelah selesai mandi dan segera makan malam bersama.


"Kak Nara sini duduk disebelah aku" panggil Aera sambil menepuk kursi yang berada disebelah nya.


Nara pun langsung menghampiri Aera dan duduk disebelah nya, Taehyung berada dihadapannya sambil terus menatap wajah Nara dengan intens.


"Taehyung nanti lagi liatin Nara nya, sekarang makan dulu ya" Ucap bunda.


Taehyung tersadar dan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Nara dan juga Aera hanya terkekeh kecil mendengar perkataan dari bunda.


"Bunda," panggil Taehyung.


"Kenapa Taehyung"


"Kalau Taehyung nikah sama Nara boleh kan?"


"Kamu ini selalu saja berbicara soal menikahi Nara, kalau sudah waktunya baru kamu bisa ngomong soal itu tapi kan sekarang kamu sama Nara masih sekolah. Kehidupan berumah tangga juga gak sebaik yang kamu kira, banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang suami atau menjadi ayah nanti nya" Jelas bunda.


"Papa Nara juga bilang kalau Taehyung udah mapan baru bisa nikahi Nara,"


"Iya itu juga benar"


"Tapi Taehyung takut,"


"Takut apa?" Sahut Nara.


"Takut kalau aku kelamaan nanti kamu malah nikah sama orang lain"


"Ya semoga aja engga nak, kalau yang namanya jodoh kita kan gak tau" Jawab bunda.


"Bunda.."


"Udah, makan dulu"


Percakapan itu pun sudah berakhir, mereka pun melanjutkan aktivitas makan mereka dengan tenang walaupun banyak yang dipikirkan oleh Taehyung dikepalanya. Nara melihat Taehyung yang seperti tidak selera saat makan padahal sebelum itu ia mengadu kalau sangat lapar tadi.


Nara yakin bahwa pria itu pasti masih memikirkan soal pernikahan itu lagi, padahal sudah diberi tau berulang kali mereka masih sangat muda untuk memikirkan hal dewasa seperti itu.


Saat sudah selesai makan, Nara membereskan meja makan lalu dengan cepat mencuci nya di wastafel dapur. Bunda sudah bilang bahwa beliau bisa melakukan nya sendiri tentu saja Nara menolak keras biar dia saja yang melakukan nya.


Saat masih mencuci piring sepasang lengan melingkar sempurna di pinggang nya, sudah pasti Taehyung pelaku nya. Sepertinya ia melihat Taehyung langsung ke kamar tadi saat sudah selesai makan tapi sekarang ia malah kembali lagi ke sini.


"Kenapa?" Tanya Nara.


"Kamu Nginep disini aja ya," lirih Taehyung sambil meletakkan dagunya dibahu Nara.


"Tapi,"

__ADS_1


"Besok tanggal merah sayang, jadi libur sekolah"


"Papa pasti gak bolehin"


"Aku udah izin tadi sama papa kamu dan dibolehin, lagian gak cuman kita berdua dirumah ini"


"Taehyung"


"Malam ini aku mau dipeluk kamu sampai tidur" rengek Taehyung.


"Iya deh,"


"Yeyy! Makasih sayang" girang nya


Cup!


Kecupan manis mendarat di pipi Nara dengan sempurna, dengan segera Taehyung membantu Nara mencuci piring ia bilang agar cepat selesai dan mereka berdua bisa langsung tidur.



Kedua sepasang kekasih itu pun saling berpelukan dan berhadapan satu sama lain disatu kasur, awalnya Nara membelakangi Taehyung tapi pria itu malah menarik nya dan langsung membalikkan badan Nara ke arah diri nya.


Nara menatap mata Taehyung yang juga menatap nya, kedua mata pria itu sudah mulai sayup lalu dengan perlahan tangan Nara beralih mengelus pipi Taehyung dengan lembut agar ia cepat tertidur.


"Pacar aku cantik banget malam ini," Ucap Taehyung


"Ih engga! Kamu selalu cantik di mata aku bahkan cantik banget"


"Iya deh percaya,"


"Beneran sayang"


"Udah tidur"


"Cium,"


"Tidur Taehyung"


"Cium dulu" Taehyung memajukan kedua bibir nya supaya Nara mencium nya.


Dengan kecupan sekilas dari Nara membuat Taehyung membeku sebentar, mencerna apa yang baru saja ia rasakan tadi Nara benar-benar mencium nya duluan bahkan tepat dibibir milik nya.


"Kamu sengaja ya?"


"Hah?"


"Detak jantung aku gak normal sekarang, sengaja kan bikin aku terbang?"


"Kamu yang minta dicium kenapa jadi aku yang salah"

__ADS_1


"Kamu gak salah, makasih sayang"


Cup!


Taehyung mengecup bibir Nara sekilas, lalu memejamkan matanya dan memeluk pinggang Nara semakin erat hingga tubuh mereka saling melekat, Nara kembali mengelus pipi Taehyung dengan lembut dan membiarkan wajah pria itu terbenam di dada nya.


"Jangan tinggalin aku," Taehyung sudah tertidur tapi sepertinya dia sekarang sedang mengigau.


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu, aku disini Taehyung" Sahut Nara.


Mereka berdua pun langsung terlelap tidur sambil saling berpelukan, malam ini menjadi saksi bisu cinta mereka yang saling mengikat janji. Tidak ada yang boleh satu pun orang mencoba untuk memisahkan mereka tidak akan ada satu pun.


.


.


.


Cahaya sinar matahari pagi menembus cendela yang berada di kamar Taehyung, membuat tidur pria itu menjadi terganggu. Taehyung menggerakkan tangan nya seperti mencari sesuatu yang tadi malam berada disebelah nya.


"Sayang…" suara berat bangun tidur nya ketika memanggil seorang gadis yang tidur dengan nya tadi malam.


Taehyung membuka mata nya refleks saat tidak menemukan gadis nya, padahal sejak tadi malam mereka saling berpelukan saat tidur. Taehyung menjadi gelisah dan bangkit dari kasur nya mencari Nara di kamar mandi tapi kosong, tidak ada orang didalam nya. Dengan cepat ia keluar dari kamar dan mencari nya kembali.


Diruang tamu tidak ada, halaman rumah bahkan dibelakang rumah. Saat mencari nya di dapurnya ternyata gadis itu sedang memasak bersama bunda nya dan langsung menghampiri gadis itu dengan cepat.


"Aku kira kamu pergi" Ucap Taehyung saat menghampiri nya.


"Eh! Kamu udah bangun ternyata, kenapa gak cuci muka dulu?" Sahut Nara.


"Sayang, aku khawatir tadi waktu aku bangun gak langsung liat kamu"


"Aku gakpapa, aku masih disini Taehyung"


"Abang mah lebay," Ucap Aera.


"Lebay? Gimana kalau ternyata Nara gak ada di kehidupan abang sebelum ini, gimana hancur dan rasa khawatir yang selalu hantuin pikiran abang, waktu masih takut kalau aja lelaki brengsek itu datang kerumah lagi? Siapa yang selama ini jadi tujuan abang untuk ngerasain ketenangan? Nara! Dia yang selalu ada dipikiran abang! Dan kamu bilang itu lebay hah?!" Teriak Taehyung dengan kesal


"Taehyung udah," lerai Nara mencoba menghentikan pertengkaran mereka.


"Abang kira cuman abang yang ngerasain hal itu? Aku juga sama! Abang gak tau rasanya jadi aku waktu liat mama aku dibunuh di depan mata aku sendiri?!" Teriak Aera


"Aera.." bunda juga mencoba untuk melerai kan keduanya.


"Dan abang gak tau.. gimana waktu itu aku.. aku hampir aja dilecehkan sama dia!" Bibir Aera sudah mulai bergetar dan butiran air mata membasahi kedua pipi nya.


Taehyung dan Nara sangat terkejut mendengar pengakuan dari Aera langsung, bunda sudah mengetahui hal itu dan menahan tangis saat melihat keadaan Aera sekarang. Gadis kecil itu pasti sangat mengalami trauma berat pada kejadian yang menimpa diri nya.


Nara mencoba mendekati Aera yang masih menangis, pelukan hangat ia berikan pada Aera juga mengelus lembut punggung gadis itu. Gadis malang ini benar-benar merasakan sakit begitu dalam. Taehyung hanya terdiam diri menatap kearah bawah, ia menjadi begitu merasa bersalah pada Aera. Tidak dipungkiri bahwa mereka berdua mengalami trauma yang disebabkan oleh ayah kandung mereka sendiri.

__ADS_1


__ADS_2