POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 7


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu sudah memasuki jam istirahat, para siswa dan siswi pun berhamburan untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan termasuk dua orang yang duduk dimeja kantin saat ini dan sudah mengambil makanan mereka sebelum terlalu ramai orang.


"taehyung! itu punya gue ish!!" kesal nara karna taehyung dengan jahilnya mengambil sedikit makanan nara


"gue cuman ngambil sedikit juga pelit banget lo ra"


"yakan punya lo ada, ngapain ngambil punya gue!"


"nanti beli lagi sana"


"pake duit lo"


"duit lo sendiri lah"


"ih kan lo ngambil punya gue!!"


"yakan lo yang mau"


"Kim Taeh--


Belum selesai nara berbicara tiba-tiba ada orang yang dateng ke meja mereka dan langsung duduk didepan nara.


"e-eh?"


"hai Ra, gue boleh duduk disini kan?"


"iya boleh kok"


"sebelum diizinin juga lo udh duduk disini" ketus taehyung dan ditatap tidak suka oleh Ji-Sung


"taehyung jangan gitu..."


"gakpapa kok ra, ini gue tadi beli coklat lo mau gak ra?"


"nara gak suka coklat murahan"


"apasih tae? iya mau kok makasih ya ji"


Setelah nara terima coklat pemberian dari Ji-Sung, taehyung pun menatap kesal kearah nya kenapa nara terima pemberian dari orang lain seenaknya kan bisa aja dia kasih obat atau semacam nya biar nara jadi suka sama nih orang kan.


Satu hal yang paling taehyung benci ya sikap nara yang kayak gini, selalu aja nerima pemberian orang lain gitu aja seharusnya nara paham dari kejadian kemarin dan semarah apa taehyung waktu itu.


Tapi kali ini taehyung lagi males ribut dan juga baru sembuh jadi, makin males banget buat ngeladenin nih anak baru doang


"Ra lo minggu ini ada acara gak?" tanya Ji-Sung


"engga, kenapa emang nya?"


"bagus deh, gue mau ngajak lo jalan bisa kan?"


"besok nara pergi sama gue" Taehyung langsung menjawab


"loh? Lo gak ada bilang ke gue tae?"


"harus banget bilang?"


"yaiyalah biar gue juga bisa tau gue luang atau engga"


"okey"


Setelah perdebatan singkat itu pun nara mengalihkan pandangan nya ke arah Ji-Sung yang dari tadi hanya bisa memperhatikan mereka saja


"anu..."


"gak bisa ya? gakpapa kok ra, mungkin di lain waktu lo bisa?"


"maaf ya ji.."


"gakpapa kok, btw gue boleh minta nomor lo gak?"


"gak!" ini taehyung yang jawab ketus


"boleh kok, ini" nara ngasih nomor nya ke Ji-Sung tanpa memperdulikan tatapan tajam dari orang yang ada disebelah nya saat ini.


"oke thanks ya"


PULANG SEKOLAH


Sekarang ini nara lagi jalan kearah parkiran dan menuju ke arah motor nya taehyung, ya taehyung ngajak pulang bareng dengan alasan uang saku akan berkurang hanya untuk memesan gojek lebih baik pulang bareng kan dan untung juga bagi nara.


Saat diperjalanan yang bikin nara heran itu tumben banget taehyung diem aja dari tadi? semenjak mereka pergi dari kantin malah. Nara jadi bingung sendiri kenapa tiba-tiba tae jadi aneh gini?


Setelah sampai diperkarangan rumah nara dan nara pun langsung turun dari motornya tapi, yang bikin shock itu taehyung langsung pergi gitu aja tanpa ngomong sepatah kata pun, sumpah ini bikin nara bingung setengah mati


Nara sekarang lagi membersihkan dirinya saat ini setelah selesai nara pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang nya yang nyaman dan masih memikirkan soal sikap taehyung barusan.


Saat sedang melamun notif dari handphone nya mengalihkan pandangan nya untuk melihat siapa yang saat ini mengirimkan nya pesan.


Taehyung


Kalau si anak baru itu ngechat Lo jangan dibales


You


Kenapa? Dia udah chat gue barusan


Taehyung


Jangan dibales.

__ADS_1


You


Ya tapi kenapa?


Setelah Nara membalas pesan terakhir dari Taehyung pun sang penerima tidak berniat untuk membalas pesannya, seperti nya dia memang sedang marah.


You


Oke, gak gue bales


Puas?


Sebenernya kesel ngeliat taehyung jadi gini tapi, ya mau gimana lagi dia gak mau taehyung tambah marah ke nara dan jadi semuanya tambah runyam.


Tapi gak lama dari itu. . .


Sumpah ini nara beneran gak enak sama Ji-Sung tapi disisi lain takut sama taehyung..





PAGI  06:13


Nara masih siap-siap mau pergi ke sekolah, Nara yang saat ini sedang mempersiapkan diri dan membereskan buku-bukunya mengalihkan pandangan nya ke arah benda persegi yang baru saja berbunyi itu.


Setelah melihat pesan dari taehyung, Nara pun secepatnya menyelesaikan apa yang dia perlukan dan sedikit merias diri nya untuk tidak terlihat pucat saja.


"Nara!! Cepet turun taehyung nya udh sampe!"


Mama nara emang udah tau taehyung semenjak diantar pulang dan sedikit berbincang dibeberapa pertemuan mereka


"Iya sebentar!!"


Akhirnya nara pun turun untuk menemui taehyung dan langsung mengajak nya pergi tapi, yang dilihatnya saat ini adalah taehyung yang sedang berbincang dengan papa nya dan terlihat dari wajah papa nya dia senang mengobrol dengan taehyung.


"Nara sarapan sayang, ajak taehyung juga ya" ujar mama


"Tapi ma, Nara mau langsung berangkat aja deh"


"Gak boleh, cepet sarapan dulu"


Nara hanya menatap mama nya dengan kesal dan memanggil papa sekaligus juga taehyung untuk sarapan bersama


"Taehyung setelah pulang dari sekolah, ada kegiatan lain tidak?" Tanya papa Nara


Sebenarnya papa nara selain berprofesi sebagai manajer di kantor. Beliau juga mempunyai kebun cukup luas dan itu warisan dari orang tua nya.


"Engga om, saya free hari ini"


"Kalau begitu bisa bantu om buat panen di kebun kan? Nara juga ikut kok"


"Kok malah ngajak taehyung sih pa?!"


"Loh ya kenapa? Taehyung nya juga gak keberatan kan?"


"Engga sama sekali om"


"Tuh"


DI SEKOLAH


Mereka sudah sampai dihalaman sekolah dan jalan menuju kearah kelas mereka, saat jalan di koridor sekolah jimin dan Jungkook menghampiri mereka


"Cie udah mulai lancar aja nih pdkt nya kiw" emang ya mulut nya jimin itu lemes banget sampe rasanya taehyung pengen nonjok nih orang tapi, inget kalau dia sahabat taehyung dari masa SD.


"Gue tonjok ya lo Jim" kesal taehyung, jimin yang merasa nyawa nya kali ini tidak aman pun langsung diam


"Eh ra, entar lo bakal ke kebun kan?"


"Iyaa"


"Gue nitip stoberi nya ya kayak biasa hehe"


"Iya gak bakal lupa kok, kenapa lo gak ikut aja sih? Beban banget hidup lo"


"Jahat banget sama sepupu sendiri heran deh"


"Oh jadi kebun nya itu kebun stoberi ra?"


"Iya kenapa?"


"Gakpapa nanya aja sih"


"Taehyung suka banget sama stoberi ra, eh btw tae stoberi yang sering gue kasih ke lo itu dari kebun papa nya nara"


"Ohh"


Saking keasikan mereka ngobrol sampe gak sadar kalau sekarang udah ada di dalam kelas, saat melihat Nara masuk dengan lain nya Ji-Sung langsung menghampiri nara dan meminta penjelasan kenapa chat nya dari kemarin tidak dibalas nya sampai sekarang.


"Nara kenapa chat gue gak dibls?"


"Lo gak penting buat nara" ketus taehyung


"Gue ngomong sama nara bukan sama lo"


"Lo ngapain deketin nara?" Kali ini Jungkook yang bertanya

__ADS_1


"Urusan nya sama lo?"


"Urusan nara, urusan gue juga kenapa?"


"Lo emang penting buat nara?" Tanya Ji-Sung


"Gue sepupu nya jadi, ya lo pikir aja sendiri gue penting bagi nara, sedangkan lo?"


"HAHAHAHAHA" suara tawa jimin dan taehyung pun terdengar keras dan sedikit meledek


Saat ini Ji-Sung menahan rasa kesal nya tapi tatapan nya tidak bisa berbohong, Nara pun melihat itu sampai dia merasa takut oleh tatapan benci yang dilihatnya sekarang dan refleks nara memegang tangan Jungkook dan taehyung yang ada disebelah kanan dan kiri nya.


Taehyung dan Jungkook pun mengerti situasi saat ini yang terlihat Nara sedang ketakutan melihat tatapan mata Ji-Sung.


"Jauhin nara" tegas Jungkook


"I don't care about you, gue gak bakal nyerah"


"****! Nara gak suka lo deketin" taehyung pun merasa kesal juga menghadapi manusia seperti ini


"Dan lo bukan siapa-siapa nya nara kan? Kenapa kesel?"


"She will be my girlfriend"


"Belum kan? Haha ditolak ya?" Ledek Ji-Sung


"Lo kok makin ngelunjak?" Dan akhirnya jimin juga ikut serta


"Kalian duluan cupu banget, tiga lawan satu nih? Haha"


"Lo mau gue tonjok hah?!" Jungkook seperti sudah bisa menahan rasa kesal nya


"Kasian banget ya temen lo ditolak tapi, malah ngekang yang padahal status nya bukan siapa-siapa haha"


"Lo..


"Taehyung sama gue emang gak ada status apapun And could say just friends? But taehyung has an important role in my life"


Mendengar Nara mengatakan hal itu taehyung merasa ada seperti kupu-kupu terbang dalam perut nya


"Nara?"


"Gue bukan nolak taehyung tapi, emang gue belum bisa jawab, gue kira lo baik ji dan awalnya gue mau berteman sama lo tapi, ngeliat lo kayak gini mungkin gue bakal tarik niat gue buat temenan sama lo?" Setelah mengucapkan kalimat tersebut Nara langsung jalan kearah tempat duduk nya disusul dengan tiga kurcaci.


"Nara gak gitu tadi gue cuman..


"Hahaha kasian ditolak sama sepupu gue aduhh"


"Diem lo!"


"Bilangnya kalau gue ditolak padahal dirinya sendiri yang ditolak haha" ledek taehyung


"Malu banget gue kalau jadi lo cok" ucap jimin





DI DEPAN RUMAH NARA


Taehyung merasa kalau nara sejak tadi diam terus dan memikirkan sesuatu yang mungkin mengganggu pikiran nya saat ini


"Ra lo gakpapa?"


"Ha?"


"Lo dari tadi diem terus, kenapa?"


"Tae...


"Hm?"


"Soal itu masih berlaku sampe sekarang kan?"


"Soal apa?"


"Ish itu lohh"


"Ya apa? Gue gak tau"


"Yang... Lo nembak gue"


"Hmm masih gak ya..."


"Tae gue serius"


"Masih kok, kenapa? Mau jawab sekarang?"


"Gak tau.."


"Haha gak usah terlalu lo pikirin nanti sakit" taehyung mengusap lembut kepala Nara


"Maaf"


"Gakpapa, yaudh gue pulang ya nanti gue chat lo"


"Iya hati-hati, Jangan lupa kata papa gue"

__ADS_1


"Sip"


Seperti biasa nara pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri dan istirahat sejenak sebelum pergi nanti ke kebun.


__ADS_2