
Pertemuan kemarin membuat Nara kembali terpuruk, ia masih terdiam diri di kamar nya hingga saat ini orang-orang yang berada disekitar nya juga mulai merasa khawatir termasuk kedua orang tua nya.
Jungkook sudah datang ke rumah Nara sejak beberapa menit yang lalu tapi, ia tidak bisa membuka pintu nya sebab terkunci dari dalam sana. Ia juga sudah memohon kepada Nara supaya bisa masuk kekamar nya tapi nihil semua itu tidak berguna, sudah dengan berbagai cara mereka bertiga untuk membujuk Nara supaya keluar dari kamar nya.
"Nara sayang, buka pintu nya sebentar ya mama mau ngomong" ucapan mama nya lembut dan sebenarnya Nara juga masih bisa mendengar mereka dari dalam.
"Nanti papa beliin kelinci buat kamu pelihara deh, waktu itu kamu pernah minta itu ke papa kan," ucap Papa Nara juga.
"Ra, buka pintu nya! jangan ngelakuin hal yang gak lucu kayak gini!" Akhirnya kesabaran Jungkook telah habis, dengan tidak sabar nya ia menggedor pintu kamar tersebut.
"Jungkook sabar," pinta mama Nara sambil mengelus pundak Jungkook perlahan.
"Ra! Kalau lo gak mau buka pintu nya sekarang juga, gue bakalan temuin Taehyung dan hajar dia habis-habisan!" Teriakan Jungkook sukses membuat Nara berkutik akhirnya ia membuka pintu kamarnya dan langsung berhadapan dengan Jungkook.
Mama Nara langsung memeluk putri semata wayangnya dengan erat, sejak tadi ia merasa sangat khawatir akan kondisi putrinya ini. Setelah merasa puas pelukan tersebut dilepaskan dan menatap wajah Nara dengan seksama.
"Kamu gakpapa kan sayang?" Tanya mama Nara dengan khawatir
"Gakpapa ma," lirih Nara.
"Akhirnya lo keluar juga" ucap jungkook
"Jangan pake ancaman kayak gitu bisa gak?"
"Gakpapa kan yang penting lo keluar dari kamar"
Nara hanya berdecak sambil menatap Jungkook sinis, Jungkook yang melihat itu pun langsung melebarkan matanya kearah Nara seperti meledek.
Kedua orangtuanya hanya menggeleng kan kepala nya, tapi juga merasa bersyukur akhirnya Nara tidak murung lagi. Jungkook benar-benar membuat nya merasa lebih baik dan kedua orang tua Nara juga merasa senang akan bantuan dari jungkook keponakan nya.
"Mau keluar gak?"
"Kemana?"
"Gue mau beli komik hehe," ucap jungkook
"Yaudah tunggu, gue mau siap-siap dulu"
"Iya"
Jungkook dan Nara masih berada didalam perjalanan menuju toko buku, yah seperti yang diucapkan oleh pria itu sebelumnya dirinya ingin membeli sebuah komik yang benar-benar ia incar sejak dulu takut kehabisan katanya.
Jika dibilang setiap Nara merasa sedih atau merasakan sakit Jungkook lah yang pertama kali datang untuk menghibur nya, mengubah suasana hati nya yang gelap menjadi terang lagi itulah mengapa sebabnya Nara sangat bersyukur memiliki sepupu laki-laki seperti Jungkook.
Sudah beberapa waktu berlalu mereka berdua masih berada di dalam toko buku tersebut, Jungkook yang sibuk dengan memilih banyak buku komik dan Nara yang juga sibuk mencari buku yang menurut nya menarik perhatian.
Saat sudah merasa cukup dengan pilihan masing-masing Jungkook dan Nara memilih segera keluar setelah membeli yang mereka inginkan, tapi saat mereka baru saja melewati pintu keluar tiba-tiba saja seseorang memanggil Nara sedikit berteriak.
"Kak Nara!" Ya, itu Aera awalnya wajah Nara masih terlihat sumringah, tapi saat melihat orang yang berada disamping Aera, ia langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi datar dan dingin.
"Kak Nara habis beli buku ya? Aera baru aja mau masuk" Ucap Aera
"Iya, ini udah mau pulang" jawab Nara
"Ooh udah mau pulang ya, ngomong-ngomong ini siapa nya kak Nara?" Tanya Aera yang menatap Jungkook dengan ekspresi bertanya.
"Ini sepupu aku,"
"Udah ra, ayo pulang" ucap jungkook yang tidak sabar dan menahan emosi saat melihat wajah Taehyung dihadapannya.
Taehyung yang melihat ekspresi wajah Jungkook yang tidak suka akan kehadiran nya hanya terdiam diri disebelah Aera, lalu menatap kearah punggung kedua nya yang mulai menjauh dari pandangan nya.
"Abang gakpapa?" Tanya Aera khawatir.
"Gakpapa, ayo masuk katanya mau cari buku sekolah kamu"
Sebenarnya kalau boleh jujur ia tidak sedang merasa baik-baik saja, hanya saja Taehyung tidak ingin Aera menjadi lebih khawatir pada dirinya. Saat waktu nya sudah tepat Taehyung bertekad untuk menemui Nara secara langsung dan menjelaskan semuanya.
...
Disisi lain Nara yang bersandar pada punggung Jungkook dan masih dalam perjalanan untuk pulang, tenaga Nara sudah mulai terkuras kembali atau sekedar hanya untuk berbicara. Jungkook membiarkan nya memberikan sedikit ruang untuk Nara sambil memperlambat kecepatan motornya, ia benar-benar ingin memukul wajah pria itu tadi, tapi ia masih mengingat bahwa mereka berteman dekat.
Entah kenapa dan bagaimana situasi nya menjadi seperti saat ini.
__ADS_1
Nara membersihkan diri nya setelah sampai dirumah beberapa menit yang lalu, sepertinya Jungkook memang sengaja memperlambat waktu dan akhirnya mereka baru sampai disaat hari sudah mulai gelap. Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mencoba menjernihkan pikiran nya tapi malah lagi-lagi notifikasi pesan masuk kembali terdengar, awalnya Nara tidak berniat untuk membuka nya hanya saja orang tersebut mengirimkan beberapa pesan yang membuat handphone Nara terus bersuara.
Taehyung
Nara maafin aku
Boleh aku ketemu sama kamu?
Aku mau jelasin semuanya
Nara maaf udah buat kamu nangis
Jangan sampai sakit
Maaf atas semuanya
Sampai kapanpun aku gak bakalan pernah setuju untuk putus
Aku sayang kamu
Taehyung membuat Nara benar-benar merasa sangat bimbang, sebenarnya Nara juga sangat ingin mendengarkan semua penjelasan dari nya, hatinya mengatakan bahwa ia rindu dan ingin segera memeluk pria itu dengan sangat erat, tapi ego nya malah berkata lain ia ingin Taehyung merasakan sakit juga, tidak hanya dia yang harus merasakan nya saja.
Semua ini sangat membuat semuanya menjadi sulit dimengerti, Nara hanya berpasrah dengan keadaan. Menghela nafas panjang dan kemudian berusaha untuk memejamkan mata untuk segera tertidur.
.
.
.
Tidak begitu lama hari sudah berganti dan hari ini juga sama seperti sebelumnya, semua orang juga masih terlihat sama, tapi Nara ia masih terhanyut akan isi pikirannya.
Nara baru saja memasuki koridor sekolah dan segera memasuki kelas nya yang berada didepan lapangan, ia hanya menatap lantai saat berjalan sampai pada akhirnya Nara berhenti ketika melihat seseorang duduk dikursi sebelah tempatnya. Iya, dia adalah Taehyung yang masih berstatus kekasih nya, Nara kembali menatap lengan kiri nya yang masih memakai gips.
"Nara," panggil Taehyung
"Minggir gue mau duduk" jawab Nara dengan ketus. Lalu Taehyung tidak berani untuk berucap kembali dan langsung menyingkir agar Nara duduk.
Kedua nya kembali terdiam saat sesudah duduk ditempat nya masing-masing, Sampai pada akhirnya pembelajaran dimulai. Kedua pria yang berada dibelakang mereka pun hanya menatap mereka dengan intens, Jungkook dan Jimin merasa khawatir akan hubungan keduanya.
"Bisa minggir dulu gak?" Ucap Nara yang masih dengan nada ketus dan dingin nya.
"Boleh kita ngobrol dulu?" Tanya Taehyung
"Gak bisa,"
"Aku mohon, sebentar aja ya,"
"Gue bilang gak bisa! Denger gak sih?!" Teriakan Nara membuat semua teman yang masih berada dikelas langsung terkejut dan memandang situasi keduanya. Begitu juga dengan Taehyung yang tidak kalah terkejut saat melihat reaksi yang ditimbulkan oleh Nara.
Taehyung merasa bahwa sikap Nara sudah mulai berubah, seperti nya gadis nya ini memang tidak berniat untuk mendengarkan semua penjelasan dari nya itu sukses membuat Taehyung merasakan sakit dan itu lah yang ingin Nara lihat. Akhirnya Taehyung menyerah berdiri dari duduk nya dan membiarkan Nara pergi meninggalkan nya, nafas berat terdengar dari Taehyung.
Lalu Jimin langsung datang padanya saat melihat Nara sudah keluar dari kelas, merangkul bahu Taehyung "Lo bisa jelasin semuanya ke gue, nanti bakal gue bantu kok dan jangan lupa Jungkook juga, dia masih marah sama lo" Ucap Jimin.
"Jungkook bakal dengerin gue?" Tanya Taehyung dengan sendu.
"Pasti, selama alasan lo pergi itu memang masuk akal ya semua nya bakalan baik-baik aja" jelas Jimin yang berusaha untuk menenangkan Taehyung.
"Hm, makasih ya Jim"
"Kita masih jadi temen kalau lo lupa," Setelah berkata seperti itu Jimin langsung melangkah pergi keluar kelas untuk mengisi perutnya yang mulai berbunyi.
"Jimin tungguin gue!"
...
Taehyung menunggu Jimin ditempat parkiran sekolah, Jimin bilang dia akan segera kembali saat urusan nya di toilet sudah selesai, tapi ini sudah setengah jam ia menunggu pria itu tidak datang juga. Taehyung meminta pulang bersama Jimin karna tangannya yang sakit jadi tidak bisa membawa motornya sendiri.
Saat mendengar suara langkah kaki ia meresa sangat kesal karna ingin memarahi Jimin karna sangat lama, ternyata dugaan nya salah bahwa orang yang datang bukan lah Jimin, melainkan jungkook dan juga Nara kekasih nya.
Mata Nara dan Taehyung pada akhirnya kembali bertemu, Taehyung yang menatap nya dengan intens jauh berbeda dengan Nara yang menatap Taehyung dengan datar.
Ia menatap interaksi kedua nya, Jungkook yang memakai kan helm ke kepala Nara dengan lembut, lalu ia mendengar Jungkook yang berkata "Jangan terlalu mikirin orang itu, gue gak mau liat lo sakit lagi kayak kemarin" ucap jungkook yang memang terlihat jelas menyindir Taehyung.
__ADS_1
Nara hanya diam, tapi ia menatap sekilas Taehyung yang berada disebelah mereka juga. Nara merasa bahwa Taehyung sangatlah sedih jika melihat wajah nya dengan seksama, tapi Jungkook seperti nya pria ini memang sudah sangat marah pada temannya.
"Jung, boleh gak?" Lirih Nara.
"Engga! Udah, cepet naik" Tegas nya mengetahui Nara ingin menghampiri Taehyung.
"Tapi,"
"Nara dengerin gue" Tekan Jungkook dan berakhir Nara yang tidak bisa berkutik lagi, Nara langsung menaiki motor Jungkook dengan cepat mereka sudah meninggal kan Taehyung yang hanya menyaksikan saja.
Jimin baru saja keluar dari toilet, saat melangkah pergi menuju parkiran ia menggerutu pelan berfikir bahwa Taehyung akan langsung mengomelinya nanti, tapi saat melewati kelas nya yang sudah kosong tidak ada lagi orang didalamnya, Jimin melihat sebuah gantungan kunci beruang berwarna coklat didepan pintu.
Barang itu sukses membuat Jimin berdecak kagum saat melihatnya, lalu dengan gerakan cepat langsung mengambil barang tersebut dan menggenggam nya. Jimin pergi untuk menyusul Taehyung yang sudah lama menunggu diparkir an.
"Taehyung!" Panggil nya.
"Lama banget sih lo?!" Benar saja Taehyung langsung emosi saat mendengar suara Jimin.
"Hehe sorry," Jimin hanya terkekeh kecil dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Taehyung hanya menatap nya malas, tapi saat melihat sesuatu yang berada ditangan milik Jimin langsung merubah wajah nya menjadi serius berusaha mempertajam penglihatan nya.
"Itu ditangan lo apa?" Tanya Taehyung penasaran.
"Oh ini, tadi gue dapet didepan kelas kita gak tau punya siapa. Mungkin punya cewek dikelas deh," jawab Jimin.
"Boleh gue liat bentar?"
"Sure,"
Jimin memberikan nya kepada Taehyung dan langsung diambil alih nya, pria itu menatap gantungan kunci itu dengan bingung. Jimin yang melihat ekspresi wajah Taehyung pun juga ikuta bingung dan menaikkan alis nya sebelah.
"Kenapa? Ada yang aneh?" Tanya Jimin yang masih menatap bingung.
"Ini kayak nya punya adek gue,"
"Adek lo? Tapi sejak kapan lo puny-"
Ucapan Jimin terpotong oleh Taehyung "Gue udah bilang bakal jelasin semuanya kan? Sekarang bisa lo anterin ke rumah gue?" Tekan Taehyung.
"Okey,"
"Tapi gue udah pindah dari rumah itu, nanti gue kasih tau arah nya,"
"Loh? O-oh okey" Gugup Jimin saat mengetahui Taehyung dengan situasi serius.
.
.
.
Jungkook membawa Nara disebuah minimarket dia bilang akan membelikan Nara es krim untuk menjernihkan pikiran keduanya, Nara hanya menunggu nya didepan minimarket tersebut. Setelah Jungkook keluar dari minimarket itu, mereka langsung menikmati es krim masing-masing dengan suasana yang hening.
Nara menatap Jungkook yang menatap lurus kedepan, seperti nya ia juga memikirkan bagaimana yang akan terjadi untuk kedepannya. Sebenarnya Nara ragu untuk berbicara dengan Jungkook pasti nya pria ini menolak keputusan nya.
Setelah dipikir kan kembali sepertinya memang harus berbicara dulu tentang ini, lalu Nara menepuk pundak Jungkook dengan pelan. Dia pun merasa seseorang menepuk pundak nya langsung mengalihkan pandangan nya kearah Nara sambil menaikkan alis nya sebelah. Pertanda bahwa ia menunggu Nara berucap.
"Boleh gue bilang ini?" Tanya Nara dengan ragu.
"Bilang apa?"
"Gue pengen ngomong langsung sama Taehyung," gumam Nara dan pastinya masih di dengar oleh Jungkook.
"Kenapa?" Tanya Jungkook.
"Kita masih pacaran Jung, gue juga harus denger alasan nya dulu kan? Lo juga pasti nya udah tau masalah yang dihadapi sama Taehyung dan lo masih gak mau dengerin dia dulu?" Jelas Nara.
Jungkook masih terlihat terdiam dan tidak membalas perkataan Nara, Ia pun menghela nafas dengan berat.
"Jung, gue tau lo marah sama dia begitupun juga gue, tapi gak seharusnya lo marah cuman karna lo mikirin perasaan gue? Kalau lo benar-benar khawatir sama gue tolong biarin gue ngomong langsung sama Taehyung ya?" Lirih Nara dengan sedikit memohon.
"Oke, tapi harus bareng gue" final keputusan nya.
__ADS_1
"Okey gue bakal bilang sama Taehyung buat kita ketemu nanti"
"Hm"