POSESIF | KIM TAEHYUNG

POSESIF | KIM TAEHYUNG
BAB 22


__ADS_3

Tumbuh-tumbuhan yang hijau dan banyak bunga juga bermekaran hari ini, kupu-kupu dengan sayap yang beraneka ragam warna mengelilingi bunga yang cantik di halaman. Suasana di hari minggu ini sangatlah terasa indah dipandang.


Tapi tidak untuk Nara, gadis itu masih tertidur di kasur miliknya dan jangan heran kalau saja mendengar suara teriakan dari mama nya untuk membangunkan anak gadis nya. Suara gedoran dari luar kamar nya membuat Nara menjadi risih dan akhirnya bangun dari tidur panjang nya.


"Nara bangun! Ini udah siang" Teriakan dari mama nya yang berada diluar kamar nya.


"Hmm.." Sahutnya


"Cepat bangun! Taehyung dari tadi nungguin kamu" Ucap mama Nara.


Mendengar ucapan mama nya barusan langsung membuat Nara terbangun dan terduduk diatas ranjang nya dengan masih meresapi apa yang baru saja ia dengar, saat sudah kembali sadar ia pun langsung beranjak dari duduk nya dan segera pergi mandi untuk membersihkan diri.


Nara sudah selesai dengan mempersiapkan diri nya dan segera keluar dari kamar untuk menghampiri pria yang kata mama nya sudah menunggu nya lama, saat dilihatnya ternyata benar bahwa pria itu benar-benar berada disini sedang mengobrol dengan papa nya.


Lalu Nara duduk di sebelah papa nya dengan santai, papa nya yang melihat itu hanya menggeleng pelan.


"Kamu ini udah gadis masih aja bangun nya siang gini," Ucap papa nya.


"Ih biarin lah!" Sahut nya.


"Gak boleh, kalau kamu udah nikah nanti mau bagaimana? Suami mu gak dimasakin sarapan?" Ucap mama nya juga.


"Ini kenapa jadi nyerang aku? Lagian Nara masih SMA ma, pa"


"Ya gakpapa ini juga ngomongin buat masa depan kamu juga," Jawab papa Nara.


"Iya iya"


"Gakpapa lagian nanti nikah nya sama aku," Sahut Taehyung yang sejak tadi hanya mendengar kan.


Ketiga orang tersebut langsung menatap kearah Taehyung dengan tatapan terkejut, dengan santai nya pria itu berbicara langsung di depan kedua orang tua nya Nara.


"Kamu serius ngomong gitu Taehyung?" Tanya papa Nara.


"Serius om," Jawab Taehyung.


"Kamu ini masih sekolah udah ngomong soal nikah aja, belajar dulu yang bener terus kalau udah mapan baru bisa nikah sama Nara" Ucap tegas dari sang papa Nara.


"Pasti nya om," Taehyung berkata dengan sungguh-sungguh.


Nara hanya diam dan memperhatikan kedua pria yang berada dihadapannya, sebenarnya sudah tidak heran jika mendengar Taehyung selalu membicarakan soal pernikahan dengan nya tapi kali ini dia berbicara langsung dihadapan kedua orangtuanya.


"Taehyung, ikut aku ke kamar sebentar" Ucap Nara memotong percakapan kedua nya.


Taehyung hanya menurut dan mengikuti langkah Nara untuk pergi ke kamar nya, kedua orangtuanya juga sudah mengizinkan. Taehyung tidak tau apa yang akan dibicarakan oleh Nara tapi kali ini wajah nya sedikit serius dari biasanya.


Setelah sudah berada di dalam kamar, Nara langsung berbalik dan menghadap kearah Taehyung yang hanya diam melihat diri nya.


"Kenapa kamu selalu ngomongin soal nikah sama aku?" Tanya Nara.


"Memang nya kenapa?"


"Kenapa harus aku? Banyak perempuan diluar sana yang bahkan lebih dari aku"


"Kenapa kamu harus selalu merendahkan diri? Banyak yang aku lihat dan aku dapat dari kamu, memangnya salah kalau aku cinta dan sesayang ini sama kamu?" Ucap Taehyung.


"Bukan gitu, tapi.."


"Kamu pasti gak pernah sadar selama ini kalau banyak cowok diluar sana yang suka sama kamu, itu sebab nya aku paling gak suka kamu deket sama satu cowok pun"


"Taehyung.."


"Kamu kira dari awal aku deketin kamu cuman main-main? Dengan berbagai macam cara aku harus bisa dapetin perhatian kamu dan aku selalu usaha buat kamu suka aku juga. Aku selalu nunggu kamu, aku bahkan nutupin semua masalah aku karna aku takut kamu gak suka karna masalah yang aku punya. Terus sampai sekarang pun kamu masih ragu sama aku?" Jelas Taehyung.


"Maaf.."


"Kamu obat aku sebagai penenang, rumah aku, aku selalu berharap kalau aku akan punya rumah yang nyaman untuk menetap. Sekarang aku udah punya kamu, kamu juga punya aku disini gak akan ada seseorang yang akan rusak ikatan yang kita buat bersama" Jelas Taehyung kembali.


Mata Nara sudah mulai berkaca-kaca, air mata nya membendung dan Taehyung melihat butiran bening itu jatuh ke pipi gadis nya langsung diusap lembut dengan jari nya. Nara menatap mata Taehyung dengan tulus begitu pun sebaliknya.


Taehyung melihat setiap inci wajah Nara dengan sambil mengelus nya lembut, seperti dari kening, mata, hidung dan terakhir adalah bibir merah muda yang dilapisi oleh pelembab bibir terlihat menjadi sangat menggoda Di Mata Taehyung.


Perlahan-lahan wajah Taehyung mendekati Nara, sampai kedua bibir itu bersentuhan saling ******* satu sama lain. Tangan Taehyung yang sebelumnya berada di sebelah pipi Nara sekarang beralih memegang kedua pinggang Nara, Tangan Nara juga sudah berada di bahu Taehyung.

__ADS_1


Mereka saling menikmati ciuman yang dilakukan saat ini, menebar kasih sayang diantara keduanya. Tidak ingin jika suatu saat nanti mereka berpisah karna suatu hal sebab itu mereka harus memperkuat kepercayaan satu sama lain.



Saat ini Nara dan Taehyung berada di rumah nya Jimin, pria itu bilang hari ini akan melakukan pesta pizza agar mereka semua bisa berkumpul disini ada beberapa teman Jimin yang baru saja mereka lihat. Sebenarnya teman Jimin juga teman nya Taehyung jadi ia mengenal mereka.


"Ayo dimakan gak usah malu-malu" ucap Jimin.


"Game lo mana Jim? Gue mau main" Sahut Jungkook.


"Bentar gue ambil dulu," Jimin langsung beranjak dari duduknya untuk mengambil video game milik nya.


"Taehyung, gue udah lama gak liat lo kemana aja selama ini?" Tanya salah satu perempuan.


"Gak kemana-mana"


"Oh oke"


Nara hanya diam sejak tadi, ia merasa sedikit risih karna tatapan dari beberapa teman Jimin dan berusaha untuk tetap tenang.


Setelah Jimin mengambil beberapa game nya ada seseorang datang dan memanggil Jimin, lalu dengan cepat Jimin membuka pintu utama mempersilahkan orang tersebut masuk.


"Maaf ya aku telat," ucap pria tersebut.


"Iya gakpapa kali Jun" balas Jimin.


Lalu pria tersebut duduk tidak jauh dari Nara, pria itu melihat ke arah Nara sekilas lalu seperti memikirkan sesuatu yang ada di kepala nya dan langsung menatap Nara kembali saat sudah menemukan jawaban nya.


"Kamu perempuan itu lagi ya?" Tanya nya kepada Nara.


"Oh! Junho ya?"


"Kalian udah pernah ketemu ternyata," ucap Jimin.


"Iya, setiap aku nyari Kitty yang keluar dari rumah selalu ketemu sama dia," balas Junho.


"Ooh gitu, btw hati-hati pawang nya galak Jun haha" gurau Jimin.


"Taehyung bisa bantuin aku main game ini gak? Susah banget" Tanya Nara saat sudah mengambil handphone nya dari tas nya.


"Game apa?"


"Ini," menunjukkan game yang ada di handphone milik nya.


"Sini biar aku mainin"


Akhirnya Taehyung tidak menatap tidak suka lagi kearah Junho, suasana tadi benar-benar mencekiknya. Semoga, untuk kedepannya Taehyung dan juga Junho tidak bertemu lagi maka suasana yang berada di sekelilingnya mereka akan segera membeku.


Taehyung masih asik bermain game di handphone milik Nara, Junho juga bergabung bermain video game milik Jimin bersama yang lain nya. Nara sekarang mulai menjadi bosan karena tidak melakukan sesuatu. Akhirnya ia menyandarkan kepalanya di bahu Taehyung sambil melihat nya bermain.


Taehyung merasakan seseorang bersandar di bahu nya dan mengalihkan perhatian nya ke arah Nara yang memasang wajah cemberut, lalu secara cepat ia mematikan handphone nya dan langsung memeluk Nara dari samping.


"Kenapa?" Tanya Taehyung.


"Bosen,"


"Mau jalan keluar?"


"Gak papa emang nya kita pergi?" Nara menatap ke atas untuk melihat wajah Taehyung.


"Gak papa, aku bilang sama Jimin dulu ya" Taehyung beranjak dari duduk nya dan mengatakan sesuatu kepada Jimin, pria itu pun mempersilahkan mereka untuk pergi.



Disini keduanya berada saat ini, Taehyung membawa Nara di sebuah pemandangan yang sangat indah dari atas rooftop sambil sedikit membawa cemilan juga.


Taehyung memberikan sebuah gantungan kunci yang sangat familiar oleh nya, Nara menatap kearah Taehyung kenapa dia memberikan barang itu kepadanya.


"Kenapa kasih ke aku? Itu kan punya Aera"


"Gakpapa, lagian sekarang ini udah jadi milik kamu dan aku rasa harapan kamu saat itu pengen ketemu sama aku sekarang terwujudkan?"


"Tapi Taehyung…"

__ADS_1


"Gakpapa ambil aja lagi, Aera juga yang ngasih ini buat kamu"


Nara mengambil gantungan kunci yang sebelumnya berada ditangan Taehyung, menatap seksama barang lucu itu sambil tersenyum kecil.


"Aku bahkan gak nyangka bisa kebetulan kayak gitu" ucap Nara.


"Itu artinya kita memang selalu disatukan, apa jangan-jangan di kehidupan sebelumnya kita sepasang suami istri ya?" Gurau Taehyung.


"Mungkin aja sih,"


"Kira-kira gimana ya saat itu kita jadi suami istri? Pasti romantis kan haha"


"Apa sih!"


"Nara," panggil Taehyung.


"Iya," jawab Nara.


"Jangan tinggalin aku sendiri ya?"


"Iya Taehyung"


"Kamu harus janji sama aku"


"Iya aku janji"


"Makasih, makasih banyak karena udah mau terima dan selalu nunggu aku"


"Makasih juga untuk semuanya"


"Love you"


"Love you too"


.


.


.


Langit sudah berubah menjadi orange artinya ini sudah sore hari, Nara bilang kalau dia ingin bertemu bunda dan juga Nara akhir nya Taehyung membawanya kerumah saat ini.


Nara berada dikamar Taehyung sambil menunggu pria itu selesai mandi, gadis itu melihat lihat sekeliling kamar Taehyung sampai atensi nya menangkap bingkai foto berukuran kecil berada di meja. Foto satu keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia kala itu ada seorang anak laki-laki dan kedua orang tuanya. Pasti anak kecil itu adalah Taehyung.


Pria itu pasti sangat merindukan suasana keluarga harmonis waktu saat ia masih kecil, walaupun sikap ayah nya sangatlah tidak manusiawi tapi Taehyung masih menganggap nya sebagai ayah kandung nya.


Saat masih memperhatikan bingkai foto itu, sepasang tangan kekar melingkar di pinggang nya. Taehyung memeluk nya dari belakang dan membenamkan wajahnya di perpotongan leher Nara.


"Taehyung anak baik," ucap Nara sambil mengelus lengannya yang berada di pinggang nya.


"Engga, aku jahat" sahut Taehyung.


"Kenapa bilang gitu?"


"Ayah pasti sekarang sendirian disana, didalam jeruji besi pasti sangat menakutkan"


"Itu supaya ayah kamu bisa sadar sama semua perbuatannya selama ini,"


"Tapi aku jahat, karena aku ayah jadi didalam sana"


"Engga, kamu udah ngelakuin hal yang seharusnya dilakukan dari dulu. Kamu gak salah, kamu ngelakuin semua ini demi keselamatan bunda dan yang lainnya" ucap Nara tulus.


Nara membalikkan tubuhnya ke hadapan Taehyung, rambutnya masih terlihat basah seperti nya ia tidak mengeringkan rambut nya dulu. Lalu Nara menuntun Taehyung untuk duduk disisi kasur milik nya mengambil handuk kecil dan mengusapnya dikepala Taehyung agar rambut nya tidak terlalu basah.


"Aku kangen nenek," lirih Taehyung


"Beliau pasti seneng kalau kamu gak ngerasa bersalah atas semua hal yang terjadi, dia pasti pengen liat kamu bahagia dari atas sana. Selama ini kamu selalu pendam rasa sakit yang kamu rasain sejak dulu jadi, sekarang bisa kan lupain semua hal buruk itu?" ucap Nara.


Taehyung mendongak menatap Nara, lalu memeluk Nara dan menempatkan kepalanya diperut gadis itu. Pelukannya lama kelamaan menjadi sangat erat Nara pun mengelus rambut Taehyung dengan lembut untuk menenangkan diri nya.


"Nenek sekarang pasti seneng liat kamu ada buat aku gini, aku juga selalu merasa bersyukur sekarang aku udah punya kamu," lirih Taehyung.


Nara hanya tersenyum kecil saat mendengar perkataan Taehyung barusan dan ia berjanji untuk kedepannya selalu berada disisi Taehyung mulai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2