
Hari ini berjalan seperti biasanya, contohnya seperti sekarang di jam kosong pelajaran Jimin dan Jungkook yang dengan santai bermain game di hp mereka masing-masing, awalnya juga mereka mengajak Taehyung untuk bergabung tapi, Taehyung hanya menjawab "lagi gak mau main" dan berakhir disandarkan kepalanya dibahu Nara dengan hanya diam dari mereka pergi sekolah tadi pagi.
Nara sebelumnya juga berniat untuk bertanya, seperti ada apa dengan nya? Apakah ada masalah? Tapi, rasanya bibirnya tidak mampu untuk bertanya Nara hanya ingin Taehyung sendiri lah yang berniat untuk bercerita padanya. Hanya bisa diam dan memperhatikan nya.
"Taehyung.."
"Hm?" Jawabnya pelan
"Isi kepala nya lagi berisik ya?" Tanya Nara dengan hati-hati
Taehyung hanya menjawab dengan anggukan kepala pelan.
Nara menjauhkan kepala Taehyung dari bahunya dengan pelan dan menatap kearah mata nya dengan intens, lalu meregangkan tangan seperti menyambut sebuah pelukan
"Mau peluk?" Tanya nya
"Boleh?"
"Boleh.."
Lalu dengan perlahan Taehyung memeluk Nara erat, membenamkan wajahnya diperpotongan leher Nara. Begitupun dengan Nara memeluk tubuh Taehyung dengan erat lalu mengelus rambut bagian belakang nya dengan lembut.
Dibalik itu Jimin memperhatikan mereka berdua dengan seksama, Jimin tersenyum getir merasa lega karna sekarang satu orang lagi menyayangi Taehyung dengan tulus, Ketika Jungkook merasa Jimin bergeming lalu menatap kearah nya yang sedang menatap kedua insan yang sedang berpelukan.
"Lo lega kan sekarang?" Tanya Jungkook
"Hm.. ternyata Taehyung gak salah milih cewek, awalnya gue mikir kalau Nara cuman terpaksa tapi, apa yang gue liat sekarang ternyata salah besar.. sorry Jung" ucap Jimin
"Sorry?"
"Maaf karna sebelumnya gue ragu sama Nara"
"Gakpapa gue ngerti kok lo kyk gini karna apa" Ucap Jungkook sambil merangkul bahu nya Jimin.
Jungkook sangat paham dengan maksud Jimin, dia sangat peduli pada Taehyung, bagaimana tidak? Taehyung adalah sahabat kecil nya. Sahabat yang membantu nya saat sedang dalam kesulitan sejak dulu, membantu ekonomi keluarga nya menjadi lebih besar sampai saat ini dan masih banyak hal yang dilakukan oleh Taehyung padanya.
Dan sekarang? Saat Taehyung dalam kesulitan Jimin tidak tau harus bagaimana hanya bisa membantu menenangkan nya saja dan menemani nya saat sedang rapuh. Jimin selalu berpesan pada Taehyung bahwa mereka bukan hanya seorang sahabat. Bagi Jimin, Taehyung sudah termasuk sebagai keluarga nya juga.
•
•
•
Jam istirahat pun tiba, waktu yang sangat ditunggu-tunggu bagi seluruh siswa mengisi perut yang kosong karna terkuras saat belajar.
Jungkook, Jimin dan Hana menatap kearah kedua pasangan yang masih tetap duduk dikursi mereka lalu kembali menatap kearah Nara, Nara yang mengetahui maksud dari ketiga nya pun berkata "Yaudah kalian aja yang kekantin".
__ADS_1
"Kalian gak ikut?" Tanya Hana
"Engga, gue bawak bekal kok nanti makan berdua sama Tae" jawab Nara
"Yaudah kalau gitu, kita kekantin ya" ucap Hana dan melangkah menjauh dari keduanya disusul oleh Jungkook.
Jimin hanya diam berdiri dan memperhatikan Taehyung yang hanya diam menaruh kepala nya dimeja, Nara menatap Jimin dia juga tau perasaan Jimin saat ini. Apalagi saat mengingat kejadian malam itu saat melihat Jimin yang telihat sangat khawatir pada Taehyung.
"Jim.. udah sana kekantin sama yang lain, gakpapa kok kan sekarang ada gue" ucap Nara pelan
Jimin menatap Nara dengan sendu "iya.. makasih ya ra" ucap Jimin lalu meninggalkan mereka berdua.
Dan sekarang Nara memperhatikan wajah Taehyung yang kelihatan sangat lelah, seperti nya tadi malam tidur pria ini tidak nyenyak. Lalu dengan gerakan perlahan tangan Nara terangkat untuk mengelus rambut Taehyung dengan lembut. Taehyung yang merasakan seseorang menyentuh nya membuka matanya dengan perlahan lalu mendudukkan tubuh nya dengan benar.
"Mau makan sekarang? Aku bawak bekal hari ini buat makan siang kita"
"Kamu aja yang makan ya"
"Engga, kamu juga harus makan Tae.."
"Aku lagi gak selera makan"
"Tapi, harus tetap makan biar gak sakit.."
Taehyung hanya menatap wajah Nara sendu, lalu menghela nafas pelan dan mengangguk pelan "tapi, sedikit aja ya.."
"Nanti mau jalan-jalan sama aku gak?" Tanya Nara
"Mau kemana?"
"Ya jalan-jalan kayak biasa biar pikiran kamu juga bisa tenang walaupun cuman sebentar, mau?" Ucap Nara dengan wajah sumringah
Taehyung yang melihat nya sedang tersenyum manis membuat sudut bibirnya terangkat pelan walaupun cuman sedikit tapi, itu sudah membuat Nara merasa lebih baik.
18 : 37
Sekarang Nara dan Taehyung sedang duduk dikursi taman yang luas melihat banyak anak-anak kecil yang sedang bermain disana, seperti mengenang masa lalu mereka masing-masing saat masih kecil.
"Dulu aku sering diajak main kesini sama ayah dan bunda. Main petak umpet sama ayah, lari-lari sana sini, terus makan es krim juga. Tapi, sekarang udah beda gak ada lagi ayah yang selalu ajarin aku buat bangkit saat lagi jatuh, gak bisa dengerin lelucon lucu dari ayah, malah dia sendiri yang buat semuanya hancur seakan-akan dunia ini cuman lelucon" Taehyung menundukkan kepalanya, Nara yang mendengar Taehyung bercerita meresa terkejut dan juga sedih.
Nara hanya diam memberikan Taehyung waktu untuk melanjutkan ceritanya, setelah itu Taehyung menghela nafas pelan lalu berkata "Nara maaf kalau sebenarnya aku gak bisa jadi yang terbaik buat kamu.. aku cuman.. anak yang gak bisa diandalkan sama---"
Nara langsung memotong ucapan Taehyung dengan menutup mulut nya dengan jari telunjuk nya "engga, kamu gak pernah gagal dalam semua hal tentang aku..bahkan aku selalu bersyukur karna kamu udah ada di kehidupan aku selama ini.. Taehyung... Kalau urusan soal anak yang gak bisa diandalkan itu diluar kendali kita, gak ada manusia didunia ini yang sempurna bahkan peran anak sekalipun".
"Nara..."
"Aku gak tau kamu punya masalah apa sebenarnya dan aku gak maksa kamu buat cerita semuanya tapi, aku cuman mau kamu gak harus berfikiran buruk kayak gitu lagi, jangan berlarut dalam pikiran yang bahkan kita gak tau itu apa, untuk kedepannya aku mohon jangan kayak gini lagi ya... Aku mau liat Taehyung aku balik lagi... Taehyung, aku kangen.." Nara sudah bisa menahan nya lagi, air mata yang sudah lama dia tahan ternyata tidak bisa dikendalikan lagi.
__ADS_1
Taehyung yang melihat Nara menangis langsung memeluk nya dengan erat, dia merasa bersalah atas perubahan sikapnya hari ini pada Nara.
"Maaf..."
"Taehyung..."
"Maafin aku.. aku mohon jangan nangis, apalagi kamu nangis karna aku"
•
•
•
Sudah beberapa jam berlalu, Nara hanya sedang terdiam duduk di atas ranjang nya sambil sesekali melirik kearah ponsel nya berada, sudah sejak tadi dia mengirim pesan kepada Taehyung tapi sampai sekarang masih belum ada jawaban sama sekali.
You
Taehyung kamu udah sampe?
Belum ya?
Kalau udah, langsung kabarin aku ya
Bahkan aktif pun tidak, Nara semakin mulai merasa khawatir pada Taehyung. Lalu dengan cepat Nara mengambil ponsel nya kembali dan mengirim kan pesan kepada seseorang mungkin orang itu tau Taehyung sedang berada dimana.
You
Jimin
Lo tau dimana taehyung? Gue udh chat dari tadi tapi gak dibales bahkan on pun engga
Jimin
Gue gak tau ra, tapi nanti gue cek taehyung ya
Jangan khawatir Taehyung bakal baik-baik aja kok
You
Iya makasih ya ji
Jimin
Santai
Taehyung juga sahabat gue ra
__ADS_1
Nara kembali menghela nafasnya resah, Rasa khawatir nya semakin besar sekarang.