
PAGI Minggu, 10:56 am
Hari ini, tepat waktu ini kedua teman taehyung lagi jenguk dia yang memang sampai sekarang masih kelihatan lemas. tapi bukan nya menjenguk teman yang sakit dibawakan buah-buahan atau yang lain nya, mereka malah bermain game dikamar taehyung dan mengambil semua cemilan simpanan nya.
Taehyung sangat sabar menghadapi kedua teman nya ini, dia menatap kearah mereka sekilas lalu menonton televisi yang memang dari awal dia lakukan. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan nya karna memang kepala nya masih terasa pusing saat ini untuk melakukan aktivitas.
Drrtt drrtt. . .
Terdengar handphone berdering dan sang pemilik langsung melihat siapa yang berani-beraninya mengganggu nya saat bermain game
"Ck! Nyebelin bgt sih, kalau bukan sepupu udah gue buang ke jurang nih anak" Jungkook menggerutu kesal
"Kenapa lo?" Jimin yang disebelah nya merasa terganggu akhirnya bertanya
"Si Nara ngechat gue mulu njir nanya taehyung mulu"
"Hah?!" Sang pemilik nama merasa terpanggil pun menyahut
"Iya elo! Si nara nanya gimana keadaan lo? Lo udah makan belum? Udah minum obat belum? Udah diobatin belum luka nya blablablabla dan sebagai nya!" Omel Jungkook
"Sumpah Lo jek?! Bohong lo gue tendang ya?"
"Ck! Gak percayaan bgt" akhirnya jungkook nelpon Nara langsung dikasih ke taehyung handphone nya dan langsung diangkat sama orang nya
"KENAPA GAK DIBALES SIH KELINCI JELEK?!! GUE UDAH KHAWATIR SAMA TAEHYUNG!!!"
"Gue gakpapa kok ra udah ngerasa enakan"
"LOH?!! INI SIAPA?? SUARA KELINCI JELEK GAK KAYAK GINI! MASA BERAT KAYAK OM OM?!!"
"WOY! HAHAHAHAHAHA MAAF TAE GUE NGAKAK!!" jimin yang ngedenger karna telpon nya di speaker langsung ngakak
"H-ha?! T-taee??"
"Iyaa ini gue, bisa-bisa nya Lo bilang kyk om om"
"E-engga gitu. . . M-maksud gue itu tadi kaget. . . M-maaf taee. . ."
"Gak gue maafin"
"Ck! Ngambekan kayak anak kecil aja ngambekan"
"Biarin! Gak peka bgt jadi cewek!"
"Dih?! Apaan maksud lo bilang gitu?"
"Seharusnya calon masa depan nya lagi sakit tuh di jenguk langsung, ini malah nanya sama sepupu nya, nyebelin banget?"
"A-apasih! Suka-suka gue dong"
"Ra. . . Makasih ya"
"Buat?"
"Lo peduli sama gue"
"I-iyaa santai aja, lo beneran udah gakpapa kan?"
__ADS_1
"Iyaa sayanggg"
"Ck! Apasih gak lucu!"
"Siapa yang ngelawak aneh lo"
"Tau deh-"
Tutt. . .
"Lah dimatiin"
"Salting kali dia" jimin yang bicara
"Semoga aja"...
Taehyung jadi sedang membayangkan bagaimana wajah Nara saat ini jika sedang salah tingkah, pasti sangat imut. Rasanya pusing dikepala nya langsung hilang saat mendengar suaranya Nara barusan, Nara benar-benar obat nya yang sangat ampuh.
Taehyung tersenyum kecil, dia merasa sangat merindukan gadis cantik nya itu sekarang bagaimana kondisi nya jika tidak ada dia disampingnya selama sekolah.
"Hahh.. semoga aja gak ada yang deketin Nara selama gue gak ada.." gumam nya
SENIN, 07:20
Awalnya nara jalan santai ke arah kelas nya tapi, waktu dia ngerasa ada yang aneh kok ada cowok yang duduk ditempat duduknya taehyung? Atau mungkin memang taehyung? Ah gak mungkin kan taehyung lagi sakit, Nara gak kenal karna rambut dan penampilan nya beda dari taehyung dan dia lagi nunduk.
"Ekhm, permisi?" Sapa nara
"Ya?" Si cowok pun menampakkan wajahnya saat menatap nara
"Lo siapa? Kenapa duduk disini?" Tanya Nara
"Apasih na lo berisik bgt tau gak?!"
"Hehehe sorry, eh btw lo anak baru itu ya?" Tanya hana kepada sang pria yang baru saja dilihat nya
"Iya gue mulai masuk hari ini"
"Oh okey, btw nama lo siapa?"
"Ji-Sung, Park Ji-Sung"
"Gue hana salken yaa hehe"
"Tapi lo gak bisa duduk disini" tegur Nara
"Kenapa?"
"Ya karna udah ada temen gue disini!" Ucap Nara yang sudah merasa kesal sekarang
"Terus gue duduk dimana?"
"Disana, kursi itu gak ada orangnya lo bisa duduk disana" Nara menunjukkan kursi belakang yang memang tidak ada pemiliknya
"Udah deh Ra, lagian kan tae gak masuk hari ini, biarin dia duduk disini dulu" sahut hana
"Ya tapi kan-
__ADS_1
Suara bel sekolah pertanda masuk pun terdengar akhirnya nara pasrah dan tetap duduk di tempat nya. Tidak lama kemudian, guru mata pelajaran pun masuk ke kelas.
SELASA, 07:26
Hari ini taehyung udah mulai masuk ke sekolah dan lagi jalan santai ke arah kelasnya berada. tapi, saat dikelas tiba dia melihat Nara sang pujaan hatinya tengah ngobrol santai dengan seorang pria dan yang membuatnya heran siapa dia? Taehyung baru melihatnya sekarang.
"Lo ngapain duduk ditempat gue?"
"Taehyung? Lo udah sembuh?" Nara
"Kenapa nih cowok duduk disini ra?" Taehyung kesal tidak terima saat posisi nya didekat nara digantikan
"Dia anak baru dikelas kita"
"Lo kan bisa duduk ditempat lain kan?" ucap Ji-Sung dengan santai nya "Woah! Lo anak baru udah songong aja! Harusnya lo sadar diri?! Ini tempat duduk gue dan cuman gue yang boleh duduk disebelah Nara?!" Ucap Taehyung dengan nada emosi
"Taehyung jangan marah gitu. . ." Ucap Nara dengan lembut
"Gimana gak kesel coba Ra nih cowok nyebelin banget?!"
"Ji lo bisa pindah tempat duduk kan? Taehyung baru aja sembuh gue takut dia kenapa-kenapa kalau marah-marah gini, gakpapa kan?" Ucap Nara lembut
Nara cuman gak mau taehyung kenapa-kenapa dan bikin semuanya jadi ribut.
"Ck! Oke" dan akhirnya Ji-Sung pindah tempat duduk dan taehyung duduk dikursi nya
Taehyung yang masih kesal pun menatap Nara tajam sedang membutuhkan penjelasan darinya tapi, yang ditatap malah fokus belajar dan bikin taehyung tambah kesal
"Kenapa dia bisa duduk disini?"
"Gue juga gak tau, kemarin dia langsung duduk disini dan gak mau pindah" jelas Nara kepada Taehyung
"Terus Lo biarin?! Lo biarin dia duduk dideket Lo selama setengah hari gitu?!" Ucap Taehyung yang merasa kesal
"I-iya"
"Ck! Bisa-bisanya Lo selingkuh selama setengah hari waktu gue gak ada Ra"
"H-ha?!" Nara menatap bingung kearah Taehyung
"Gue kangen sama lo ra muach muach muach" taehyung malah menangkup pipi Nara dan langsung dicium nya wajah nya bergantian
"TAEHYUNG!! APAAN SIH?!"
"Lo gak kangen gue apa?" Tanya Taehyung yang menggodanya
"Engga!"
"Masa?"
"Apasih!"
"Kangen kan?" Taehyung nyolek pipi nya Nara
"Taehyung ish gak usah nyebelin bisa gak?"
"Engga bisa kalau ke Lo"
__ADS_1
"Ck!"
Tanpa mereka sadari perdebatan kecil itu disaksikan oleh seseorang yang menatap nya kesal, mengepalkan tangannya dengan erat dan masih menatap lurus kearah kedua orang tersebut. Tidak ada yang tau pasti apa yang sedang dipikirkan oleh nya saat ini.