
Sampai nya Jimin dirumah Taehyung yang katanya baru pindah itu, mereka langsung turun dari motor dan menuju masuk kedalam rumah. Sebelum nya Taehyung mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh seorang perempuan yang masih muda, Jimin bingung saat melihat diri nya begitupun dengan si perempuan itu.
Taehyung menyuruh Jimin masuk kedalam dan duduk di sofa ruang tamu, suasana menjadi hening sampai pada akhirnya seorang wanita paruh baya datang menghampiri mereka, Jimin melihat nya langsung memberi salam beliau adalah ibunda dari Taehyung.
"Jimin kamu kesini," ujar bunda nya Taehyung.
"Iya tante, Jimin juga baru tau kalian ada disini"
"Maaf ya kita gak ada kasih kabar, soalnya mendadak juga"
"iya gakpapa kok Tante Jimin ngerti,"
Perempuan yang tadi membukakan pintu untuk mereka hanya diam dan Jimin kembali memperhatikan diri nya, Bunda Taehyung yang mengerti bahwa Jimin sedang kebingungan saat melihat nya langsung menjelaskan semua nya. Awalnya Jimin sangat lah bingung tapi lama kelamaan ia menjadi mengerti situasi keadaan keluarga ini.
Jadi sekarang Jimin mengetahui asal-usul dari perempuan yang berada dirumah ini, pantas saja Taehyung terlihat sangat memperhatikan nya.
"Ini punya Aera kan?" Tanya Taehyung dan memperlihatkan gantungan kunci beruang ditangan nya.
"Loh? kok ada di abang?" Tanya Aera dengan bingung.
"Bang Jimin yang temuin disekolah tadi, kamu kasih ini ke orang lain?" Tanya Taehyung kembali dengan tegas.
"I-iyaa maafin Aera" lirih Aera
"Tapi kamu kasih ini kesiapa? kenapa ada disekolah abang"
"Aera kasih ke kak Nara, eh tapi kan kak Nara memang satu sekolah sama abang" jelas nya
"Nara?" ucap Taehyung bingung.
"Iya kak Nara, yang abang bilang pacar kemarin itu. Kak Nara juga temen Aera"
"Kenapa bisa kamu kasih ke Nara?"
"Jadi waktu pertama kali Aera ketemu kak Nara, waktu itu kak Nara lagi sedih katanya pacarnya gak pernah kasih kabar sama kak Nara, terus Aera kasih itu buat hibur kak Nara suruh kak Nara doa supaya bisa cepet ketemu sama pacar nya, Aera juga gak tau kalau abang pacar nya kak Nara. kalau tau gitu Aera langsung ajak kak Nara kerumah aja" jelas panjang Aera dengan jujur.
Taehyung dan Jimin mendengar kan dengan baik penjelasan dari Aera, Aera menatap kedua pria yang berada dihadapan nya secara bergantian sebenarnya ia merasa takut jika ia salah kata karna melihat abang nya tidak berkata apapun.
Heejin yang berstatus sebagai bunda Taehyung menatap sendu kearah putra nya yang hanya diam, Ia sudah mengetahui bahwa Taehyung memiliki seorang pacar karna sering mendengar cerita baik dan lucu nya kekasih Taehyung. Dia sangat tau betul bahwa anak nya sedang gelisah.
"Taehyung.." panggil sang bunda
"Iya bun," Sahut Taehyung
"Boleh bunda ketemu sama Nara, pacar kamu?" Tanya bunda
"ha?"
Taehyung langsung terkejut dan juga bingung tak lain hal dengan Jimin juga sama terkejutnya, mereka berdua saling menatap satu sama lain bunda yang melihat itu hanya terkekeh kecil wajah mereka terlihat lucu dimata nya.
"Kenapa bunda mau ketemu Nara?" Tanya Taehyung.
"Loh? emang nya bunda gak boleh ya ketemu sama calon menantu bunda?" Ucap bunda
Mendengar yang dikatakan oleh bunda barusan sukses membuat semburan merah tercetak di wajah Taehyung, pria merasa malu akan ucapan sang bunda lalu menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Bunda bisa aja hehe" Gugup Taehyung
__ADS_1
"HAHAHA MUKA LO LUCU BANGET TAE!" Jimin memang lah seperti itu jika menurut nya itu lucu ia akan langsung tertawa begitu keras samapi rasanya puas.
Taehyung yang melihat Jimin tertawa terbahak-bahak pun menatap tajam kearah nya dan menendang tulang kering nya, Jimin langsung terdiam dan merintih merasakan kaki nya sangat sakit akibat ulah dari Taehyung. Sang pelaku pun hanya tertawa diikuti bunda dan juga Aera.
Saat semua masih asik mengobrol sambil memakan camilan, suara handphone mengalihkan perhatian mereka itu berasal dari handphone Taehyung, Sang pemilik nya pun langsung melihat siapa yang menelfon diri nya. Seketika jantung nya berdetak kencang saat melihat nama Nara dilayar dan langsung diangkat nya dengan gemetar.
"Hallo.." Suara Nara terdengar jelas ditelinga Taehyung, Suara yang sangat dirindukan oleh nya tidak seperti di sekolah tadi yang cetus dan dingin.
"Nara," Panggil nya pelan
"Bisa kita ketemu?"
"Ha? I-iyaa bisa kok, kapan?" Tanya nya kembali
"Nanti malam, aku kirim alamat nya nanti"
"Gak mau aku jemput aja kerumah?"
"Aku sama Jungkook" Mendengar Nara memanggil diri nya sendiri dengan sebutan 'Aku' membuat Taehyung merasakan lega dan menatap bunda nya dengan tersenyum.
"Kalau gitu, boleh aku bawa bunda?"
"Kenapa?"
"Bunda mau ketemu sama kamu"
"I-iyaa boleh"
Panggilan pun dimatikan secara sepihak oleh Nara, Taehyung menatap riwayat panggilan di handphone nya lebih tepat nya menatap hanya di nama yang ia berikan dengan 'my girlfriend' itu ditambah dengan emoji love berwarna merah juga. Dia tersenyum merekah ternyata Nara masih ingin mendengarkan diri nya.
"Siapa tae?" Tanya sang bunda.
"Kemana? Terus Aera dirumah sendirian?"
"Ehmm, Aera sama Jimin dulu boleh kan"
"Loh kok gue?" Jimin langsung terkejut ketika nama nya juga ikut disertakan.
"Please Jim tolongin gue"
"Memang nya kita mau kemana sebenarnya Taehyung?"
"Katanya bunda mau ketemu sama calon menantu bunda kan? Nanti malam Nara mau ajak ketemuan"
"Kenapa Aera gak boleh ikut? kan Aera juga kangen sama kak Nara" lirih Aera karna ia merasa tidak diperbolehkan untuk ikut.
Taehyung tidak ingin adik nya merasa sedih akhirnya ia memperbolehkan Aera untuk ikut bersamanya, tidak tau apakah Nara akan semakin marah atau biasa saja nanti nya. Lagi pula mereka sudah menjadi teman bukan?.
.
.
.
Nara sudah mempersiapkan diri nya untuk bertemu dengan Taehyung dan juga bunda nya? Sebenarnya kalau boleh jujur ia merasa khawatir akan bunda nya Taehyung, takut kalau saja beliau tidak menyukai diri nya.
Helaan nafas Nara kembali terdengar berat, Ia melihat diri nya didepan cermin yang masih saja mengoleskan beberapa makeup agar tidak terlihat pucat saja. Nara meyakinkan diri nya bahwa semua akan baik-baik saja dan hubungan nya juga.
__ADS_1
Setelah mendengar bahwa Jungkook sudah datang Nara lamgsung buru-buru keluar dari kamar dan menghampiri pria itu. Gadis cantik itu melihat sepupu yang masih duduk diatas motor nya lalu menghampiri nya.
Nara dipersilahkan untuk naik keatas motor kesayangannya itu, Jungkook mengarah kan tangan Nara untuk berada di pinggang dan memeluk nya erat berjaga-jaga saja ia takut bahwa Nara akan terjatuh kalau saja ia menambahkan kecepatan motornya.
Setelah sampai pada tujuan, mereka berdua memasuki sebuah restoran yang terbilang cukup mahal disini terdapat beberapa tempat duduk seperti sofa lalu saat melihat seorang pria dan dua perempuan menangkap atensi mereka, Dengan segera kedua nya menghampiri.
"Kak Nara" Panggil Aera yang sudah tidak asing lagi ditelinga Nara.
"Nara, ini bunda aku" Ucap Taehyung untuk memperkenalkan bunda nya
"E-ee nama saya Park Nara Tante" Gugup Nara saat memberi salam
Bunda nya yang melihat reaksi dari Nara hanya tersenyum"Gak perlu segugup itu nak, panggil bunda aja ya" pinta bunda
"I-iyaa bunda"
Lalu bunda seperti mengisyaratkan untuk duduk disebelah nya dan Jungkook duduk disebelah Taehyung, kedua pria itu masih saja diam satu sama lain entah apa yang sedang mereka pikirkan.
"Boleh bunda yang jelasin?" Tanya bunda kepada Nara
"Boleh bun"
"Ini dimulai dari ayah nya Taehyung, bunda benar-benar menyesal karna sudah mengenal lelaki itu karna diri nya lah kami semua terluka. Dia adalah lelaki kejam yang ringan tangan dan kecanduan narkotika..." Sebelum bunda melanjutkan perkataannya ia menghela nafas berat dan Nara melihat matanya sudah mulai berkaca-kaca, pasti sangat menyakitkan jika diingat kembali.
"Bun kalau gak bisa gakpapa kok Nara ngerti, Maaf karna udah marah sama Taehyung dan.." Ucapan Nara terpotong oleh bunda
"Gakpapa Nara, Kamu juga harus tau latar belakang keluarga kami setelah ini kamu lah yang memutuskan"
"Lalu beberapa hari yang lalu pada malam itu dia datang kerumah kami yang dulu, Lelaki itu datang dengan keadaan mabuk sambil membawa Aera yang diperlakukan secara tidak baik. Aera adalah anak kandung nya juga dari istri kedua nya. Dia selalu datang kerumah hanya untuk meminta uang agar bisa membeli yang dia ingin kan, Jika kami tidak memberikan nya maka Aera lah yang akan menanggung semuanya. Bunda tidak bisa melihat itu bagaimana pun juga Aera masih sangat lah kecil" Jelas bunda
Nara langsung menatap Aera yang hanya menunduk dengan sendu, lalu ia memeluk Aera yang berada disebelahnya sejak tadi Nara mengelus punggung Aera dengan lembut ternyata sejak tadi ia menahan tangis dan Nara juga merasakan punggungnya sudah mulai bergetar. Nara paham pasti gadis kecil ini sangatlah trauma akibat kejadian itu.
Taehyung menatap Nara yang sedang memeluk Aera dengan tulus, Ia memang sudah tidak salah memilih Nara sebagai gadis yang ia cintai sampai saat ini. Jungkook juga menatap Nara sejak tadi.
"Karna Taehyung sudah tidak tahan karna perlakuan nya, akhirnya dia menelpon polisi untuk datang kerumah dan itu membuat nya marah, lelaki itu langsung memukuli Taehyung dan membuat lengan nya patah untung nya tidak terlalu parah. Nenek Taehyung yang juga tinggal dengan kami mengalami serangan jantung karna melihat kejadian itu dan sudah meninggal" jelas bunda kembali
Nara sudah tidak bisa menahan air matanya saat melihat bunda semakin terisak saat bercerita pada akhirnya Nara memeluk bunda begitu erat begitupun juga bunda, Mereka menangis bersama dalam pelukan hangat itu.
"Bunda hebat udah bertahan sampai detik ini, Nara gak tau gimana rasanya jadi bunda pasti rasanya takut dan sakit banget, Nara cuman bisa berdoa supaya bunda sehat selalu" Ucap Nara yang masih menahan tangis nya
"Iya Nara makasih banyak ya, kamu ini udah cantik, baik lagi" Balas bunda sambil mengelus pelan kedua pipi Nara.
Nara kemudian mengalihkan pandangan nya kearah Taehyung dan juga Jungkook yang duduk bersebelahan, Ia mengisyaratkan mereka berdua untuk pergi memesan makanan lagi yang sebenarnya tidak ada yang ingin makan lagi, tapi Nara hanya ingin mereka berdua melakukan interaksi.
"Gimana sama tangan lo?" Tanya Jungkook yang berusaha santai
"Udah mulai baikan, Minggu depan gips nya juga dilepas" Jawab Taehyung dengan santai juga
"Sorry,"
"Gakpapa, maaf juga karna gak pernah kasih kabar sama kalian"
"Seharusnya lo bilang sama kita kan bisa bantu juga"
"Gue gak mau kalian malah kenapa-napa, gue sendiri juga udah cukup"
Jungkook menatap Taehyung dengan sedikit khawatir apalagi saat melihat lengan nya, pasti saat malam itu dia juga merasa ketakutan. Lalu Jungkook merangkul bahu Taehyung dengan cepat dan kembali kekursi tempat mereka.
__ADS_1
Nara melihat itu, saat kedua saling merangkul rasanya kembali lega pertemanan mereka sudah membaik kembali. Kemudian ia menatap Taehyung dengan tersenyum kecil sekarang urusan dirinya dengan Taehyung yang belum diselesaikan, semoga saja ini adalah peristiwa terakhir yang melanda didalam hubungan mereka.