
JANLUP VOTE AND KOMEN.
Hari ini Asha kembali ke sekolah setelah dua hari izin tidak masuk sekolah. Saat tiba disekolah Asha mendapat ucapan belasungkawa dari para guru dan teman-teman nya.
"Asha?" Suara yang Asha kenal masuk ke indra pendengaran nya. Asha menoleh melihat Arlan berjalan dengan santai diikuti Zian.
Saat sampai didepan Asha, Arlan mengelus rambut Asha lembut.
"Tadi kenapa nggak nunggu aku? Kan udah aku bilang kalau aku jemput." Ucap Arlan lembut yang membuat orang disekitar mereka menjerit tertahan.
"Nggak mau merepotkan." Balas Asha datar sembari menepis tangan Arlan pelan.
Tak menyerahkan Arlan memegang tangan Asha. Hal itu tak luput dari penglihatan warga School Cendrawasih.
"Kamu ini...nggak menghargai ada bapak/ibu guru disini! Dasar murid nggak ada akhlak." Ucap pak Jogi kesal.
Bisa dibilang pak Jogi dan Arlan adalah musuh. Tom and Jerry nya School Cendrawasih.
"Bilang aja bapak iri!" Balas Arlan santai.
"Kamu! Bubar semua sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai!" Ucap Pak Jogi membubarkan orang-orang yang menonton drama orang pacaran.
Satu persatu mereka bubar dengan bisik-bisik yang masih terdengar. Menyisahkan Arlan, Asha, dan Zian.
Asha menatap datar Arlan yang masih menggenggam tangan nya.
"Aku maafin kali ini." Ucap Arlan dengan senyum manisnya.
Sedetik kemudian genggaman tangan Arlan menguat membuat Asha meringis.
"Tapi tidak untuk lain kali." Lanjut Arlan datar dan dingin.
"Lan?!" Ucap Zian memperingati Arlan saat melihat wajah Asha yang menahan sakit.
Arlan menghembuskan nafasnya pelan untuk mengontrol emosi nya.
__ADS_1
"Ayo. Aku antar ke kelas." Ucap Arlan lembut.
Arlan menggandeng tangan Asha melewati koridor yang mulai sepi karena bel masuk berbunyi semenit yang lalu.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang berdiri di balik pilar besar yang ada di koridor. Sosok itu menatap Asha dengan ekspresi bersalah.
Sesampainya di depan kelas Asha, Arlan berhenti menatap Asha yang menatap nya datar.
"Jangan dekat dengan cowok lain. Jangan ngobrol sama mereka. Satu lagi jika ada yang ganggu kamu bilang sama aku!" Ucap Arlan memberi petuah untuk Asha layaknya seorang ayah memberikan nasehat kepada anaknya.
Asha berdeham kemudian memasuki kelas. Sedangkan Arlan berlalu menuju kelasnya bersama Zian yang sedari tadi mengekor dibelakang orang pacaran.
...
Bel istirahat pertama berbunyi. Semua siswa-siswi beramai-ramai keluar menuju kantin. Berbeda dengan gadis dingin itu yang memilih melangkah kan kakinya menuju perpustakaan.
Asha melangkah menuju rak buku bagian novel dan duduk di bangku favoritnya. Tapi kali ini ada yang aneh, terdapat satu kotak susu strawberry dengan note
'maafkan aku'
"Dari siapa?!" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Asha.
Asha memutar tubuhnya dan mendapati sosok Arlan dengan wajah datarnya.
"Aku tidak tau." Balas Asha acuh lalu duduk dan mengembalikan kotak susu itu ke tempat semula.
"Apa kamu punya penggemar?" Tanya Arlan sedikit lembut.
"Entahlah. Aku rasa tidak." Jawab Asha seadanya. Memang nya dia siapa hingga ada yang menggemarinya.
Arlan mengambil susu itu dan membuangnya. Asha melotot melihat kelakuan Arlan.
"Kamu apa-apaan sih? Nanti kalau yang punya nyariin gimana?" Tanya Asha.
"Siapa suruh ninggalin sampah di perpustakaan, udah tau kalau di perpustakaan nggak boleh makan." Ucap Arlan santai kemudian duduk di depan Asha.
__ADS_1
Asha menghela nafas lelah, kemudian ia fokus membaca dan Arlan yang tidur dengan nyamannya.
Sebelum memejamkan mata nya Arlan mengirimkan pesan kepada seseorang.
"Cari tau siapa yang memberi Asha kotak susu di perpustakaan!"
Di tempat lain
Seorang wanita berusia 30 tahunan tengah sibuk berkutat dengan alat-alat masak di dapur sebuah toko roti.
Toko roti Aszia sangat ramai oleh pembeli. Toko kue yang menjual kue kering, nastar, kue ulang tahun, brownies, dan yang lainnya.
Letaknya yang strategis membuat toko ini tak pernah sepi.
Cia Megantara menatap toko didepannya dengan pandangan minat dan senyum lebar.
Kakinya melangkah mendekati toko tersebut dan ikut melihat-lihat berbagai jenis kue yang dijual.
Saat asyik melihat-lihat kue Cia di buat terkejut saat seseorang yang dikenal nya keluar dari dapur toko tersebut dengan membawa nampan yang terdapat kue kering diatasnya.
"Zia...." Lirih Cia saat akan mendekati orang tersebut. Orang itu menghilang dibalik pintu dapur toko kue tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu Bu?" Tanya salah satu pelayan toko dengan ramah.
"Mbak tau orang yang keluar dari ruangan itu dengan membawa nampan tadi?" Tanya Cia kepada pelayan itu.
"Oh, bunda Safitri. Beliau pemilik sekaligus chef di toko ini Bu. " Jawab pelayan itu ramah.
"Aku menemukan mu Zia." Ucap Cia dalam hati.
Kemudian keluar dari toko dengan senyum mengembang dan dua kotak brownies.
*Catatan : Kalian pasti bingung kan gimana Asha anak beasiswa tapi ibunya bisa punya kue? Padahal di part sebelumnya tertulis keluarga Asha sederhana. Jadi ini tuh sebenernya usaha/ kerjaan ibunya Asha. Modal usaha itu juga bukan sepenuhnya uang ibunya Asha tapi dibantu oleh papanya Mario. Masih inget Mario kan? Iyap, bener bgt kakak sepupu nya Asha. Jadi setiap bulan bagi hasil lah. Nggak aku jelasin detail ya. Aku ngambil intinya aja. Kalian pasti paham kan.
Bersambung.....
__ADS_1