
Julian yang melihat Arga menangis ia tidak tahan dan membawa Arga Ke pelukan dia. Dia menenangkan Arga dengan menggosok punggung Arga. Arga merasa nyaman sekali saat itu dan ia tidak ingin jauh ingin selalu kehangatan ini. dia sangat beruntung bisa di peluk dan di perlakukan baik oleh gadis cantik ini. dia tersenyum aku tidak akan membiarkan gadisnya di rebut orang lain.
Dia akan menjadi milik ku, dia milik ku ! sebenarnya Arga sudah mengetahui jika dirinya sudah bisa melihat dengan jelas ia menangis akan hal itu namun dia takut ke tahuan oleh Julian ia berpura\=pura sedih dan meresa dirinya akan jadi beban gadis itu.
Dia sangat senang saat ia mendapatkan respon yang baik dari Julian. Dia merasakan pelukan kasih sayang dari gadis itu dan ketulusan yang di pancarkan oleh matanya tersebut. Dia sengaja untuk merahasiakan ini semua dari Julian ia tidak mau julian tidak membantu dirinya lagi makan untuk di suap ini semuanya dia tidak mau kehilangan.
Arga semakin mengeratkan pelukannya ke Julian dia berharap ini tidak akan pernah hilang dan ia ingin terus seperti ini. julian merenggangkan pelukannya lalu ia menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Arga.
“Kak jangan nangis ya? Nanti gantengnya hilang lo. Jelek kelihatannya kalau nangis,” bujuk Julian.
__ADS_1
Arga semakin senang saat melihat Julian membujuk dirinya ia mala bertambah menangis hanya untuk mendapatkan bujukan dari Julian.
“Mari kak aku bantu kamar mandi buat cuci wajah kakak, sekalian kakak mau ambil Wudhu dahulu kita kan melaksanakan sholat magrib kakak.”
Saat mendengarkan kata sholat Arga tersentak dia tidak pernah melaksanakan sholat seumur hidupnya dan dia juga tidak tahu bacaan sholat dia sungguh menyedihkan.
“Tapi kakak tidak tahu caranya bagaimana, kakak gak pernah sholat bacaannya juga gak tahu,” ucapnya dengan sedih.
“Julian akan ajarin kakak Arga kok.”
__ADS_1
“Makasih ya, sudah mau ngajari aku Julian.”
Julian memberikan instruksi untuk julian mengambil wudhu setelah selesai dia menggentarkan Arga di ruang tengah lalu dia kembali ke kamar mandi untuk berwudhu itu semua tak luput dari penglihatan Arga.
Arga melihat itu semua senyum manis yang terukir di bibirnya saat melihat gadis cantik itu sudah berdiri di sampingnya. Arga melihat semua yang di lakukan oleh Julian ia Julian sedang melaksanakan sholat.
Setelah sholat dan berdoa Julian pun menghadap ke Arga untuk menuntun dia untuk sholat dia mengajarkan Arga mulai dari niat sholat hingga selesai. Bagi Julian ini jadi tanggung jawabnya untuk mengajarkan sholat kepada Arga. Arga yang di ajarkan sangat fokus dengan apa yang di ajarkan oleh Julian.
Selesai dia mengajarkan Sholat Julian mengantarkan Arga untuk beristirahat di kamar dan Julian mengerjakan tugas sekolah dirinya. Julian yang sibuk dengan bukunya dan setia menulis rangkuman di bukunya untuk memudahkan dirinya belajar sedangkan Arga pun menatap gadis itu dari mulai dia belajar ia sangat yakin jika Julian orang yang pintar.
__ADS_1
Ia terus memperhatikan Julian sehingga ia melihat julian akan menutup bukunya , Arga segera pura-pura tidur agar dirinya tidak ketahuan oleh Julian sedang memperhatikan dirinya. Walau nanti Julian tidak tahu jika dia sudah bisa melihat.
julian pun segera beristirahat di samping Arga.