Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Ask Senior's Signature


__ADS_3

Akhirnya dia bisa satu kamar lagi dengan Julian sudah satu minggu dari tiba disini


dirinya tidur di kamar sendiri dan ia merasa aneh sekali ia mau menyelinap


tidur ke kamar Julian namun ia harus menahan diri. Dan sekarang kemenangan


berpihak pada dirinya.


“Kak, Ayok kakak harus mandi dahulu biar Julian bantu,” ucap Julian.


Arga hanya menuruti Julian yang  membersihkan


dirinya dengan guyuran air yang sahi tubuhnya. Selesai dirinya membersihkan


diri Julian segera memakaikan pakain Arga denga cepat mengeringkan rambut Arga


lalu segera menuju meja makan yang sudah ada makanan yang tersedia.


Mereka


muali makan dengan suasana dia satu piring berdua di mana Julian yang menyuapi


Arga  dan dirinya. Usai makan mereka


pergi beristirahat ke kamar Julian sudah berbaring di samping Arga yang tentu


ada batal guling sebagai pembatas mereka. Kerana Julian tidak bisa membiarkan


Arga di kamarnya sendiri dia sangat ke takutan berarti selama satu minggu Arga


tidur sendirian dia pasti sangat ke takutan sekali Julian merasa bersalah


jadinya.


Setelah berbaring  tak terasa matanya sudah


mengantuk lambat larut dirinya tertidur sedangkan Arga yang masih miring ke


kanan-kiri untuk mencari posisi nyaman untuk tidur. Arga melihat Julian sudah


tidur dengan perlahan dia minggirin batal guling pembatas antaranya dengan


Julian. Dia menggeser tubuhnya ke dekat Julian dan tak menyisakan jarak


sedikit pun.


Arga memandangi wajah cantik, mulus, dan hidung maNcung Julian dengan kagum dalam


hatinya. Dengan perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Julian dan


menempelkan bibirnya di bibir Julian dengan mengucup sekilas bibir itu. lalu


dia membaringkan tubuhnya di samping Julian sambil memeluk erat Julian sama


sekali Julian tak terusik sama sekali.


Pagi telah tiba Julian sudah bangun dari tidurnya ia melihat tangan Arga di atas

__ADS_1


perutnya dan Arga tertidur dengan pulasnya. Ia  menyingkirkan tangan Arga dari perutnya dan


bergegas ke kamar mandi karena hari ini dia akan Mos untuk MABA .


Dengan secepat kilat dirinya mandi dan bersiap-siap ke kampusnya ia rasa sudah siap


dia berlari ke dapur terlebih dahulu untuk mengambil makanan untuk Arga dan


meletakkannya di kamar dia. Nanti Arga gak susah mencari makanannya.


Dengan nafas ngos-ngosan Julian sampai di gerbang kampusnya itu, ia sangat takut


sekali terlambat di hari pertama dia MOS dengan cepat dirinya masak dan menuju


aula yang di sediakan oleh senior –senior untuk MABA Julian mencari tempat


duduknya akhirnya dia duduk  di bagian


tengah.


Semua sudah berada di aula dan senior- senior sudah mulai mengambil posisi masing-


masing sesuai dengan instruksi yang telah di berikan oleh senior yang di depan.


“Selamat pagi semua, pada hari ini kita akan melaksanakan Masa Pekerkenalan Kampus( MPK)


jadi di saat MPK nanti berlangsung di harapkan semua mengikuti sesuai dengan


instruksi yang telah  di berikan oleh


panitia atau senior- senior yang bertugas.”


“Bagus sekarang kita akan mulai dari perkenalan para sinor- senior yang


bertanggung  jawab hari ini tapi dengan cara kalian akan mendatangi senior dan meminta tanda tangannya kami akan membagikan lembaran nama senior yang bertugas bagi kolom yang ada harus di isi


sesuai dengan banyak senior. Apa kalian semua paham dengan apa yang di


sampaikan?”


“Kami


paham,” balas mereka.


“oke


setelah dapat semua tanda tangan yang saya suruh tadi, harap di kumpulakan ke


dalam kotak yang ada di samping itu. lalu selanjutnya kalian akan di kasih satu


lagi satu lembar kertas yang sama seperti yang kalian pegang, namun di sana


hanya tertera nama Arlan Wijaya.”


 Begitulah perintah dari Senior tersebut yang


di ketahui namanya Jaya.

__ADS_1


Semua sudah mulai bergerak untuk mencari, meminta tandatangan para senior- senior tersebut


juga termasuk Julian... satu jam telah berlalu akhirnya tinggal satu nama yang


mesti dia cari dan mendapatkan tanda tangannya, Julian memberi semangat pada


dirinya agar bisa tetap semangat.


“Permisi kak, perkenalkan Nama saya Julian Axial. Apa kakak yang bernama Renobarc?”


tanya Julian dengan Sopan pada pria yang tampak sombong itu.


Namun pria itu hanya menatap acuh saja Julian tetap sabar saat ia menunggu jawaban


dari seniornya itu namun tak kunjung di jawab.


Lalu Julian sudah merasa  marah dengan


perlakuan senior itu dengan santainya dia melewati  senior tersebut lalu dia menuju ke kotak


yang ada di pinggir aula di sana dan memasukan lembaran kertas miliknya itu.


Setelah itu di maju ke depan untuk mengambil lembaran kertas terakhir atas nama  Arlan Wijaya. Julian mulai mendekati seniornya yang ada di depan sana itu senior satu- satunya yang belum dia temui


dia berharap itu yang bernama Arlan Wijaya.


“Permisi kak, perkenalkan Nama saya Julian Axial. Apa kakak yang bernama Arlan Wijaya?”


“..........” senior itu masih diam menatap Julian.


“Apa kakak yang bernama Arlan Wijaya?” tanya dia sekali lagi pada pria itu.


“Iya,” jawabnya dengan ketus.


“Apa boleh saya minta tanda tangan kakak?” tanyanya.


“Boleh tapi ada syaratnya!” ucap Arlan.


“Apa syaratnya kak?”


Arlan mendekat ke arah Julian lalu”Tidur sama gue!” ucap Arlan di depan Julian.


“Haaa... emang ada itu ya, syaratnya,” jawab Julian.


“Itu Syaratnya kalau lo mau dapat tanda tangan gue.”


“OW..kalau begitu saya tidak jadi de minta tanda tangan sama kakak, dasar senior bajingan,”


ucap Julian Ketus.


“Itu kalau kamu mau tanda tanganku!”


“Tidak akan pernah mau, gak papa saya gak dapat tanda tangan dari Anda ternyata Anda


sangat murahan sekali! Berarti setiap anak cewek yang minta tangan Anda akan


tidur dengan Anda! Sungguh menjijikkan Anda kakak, kayak piala bergilir saja,”

__ADS_1


ucap julian lalu pergi dari hadapan Arlan.


__ADS_2