Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Di rebutkan


__ADS_3

 Akhirnya Arga berdiri di ujung sana  untuk memperhatikan dua insan yang sedang


bercengkerama dengan begitu bahagia, penuh dengan tawa yang sangat membuat hati


Arga sesak melihat itu. di tambah lagi Tito menatap gadisnya dengan perasaan


cinta itu membuat dirinya tak menyukai dengan langkah kakinya yang panjang


dirinya menuju meja itu.


Namun sebelum dia sampai di


meja tersebut dirinya juga melihat Arlan menuju ke meja mereka juga, Arga bisa


melihat jika wajah Arlan begitu marah saat melihat Julian dengan pria lain. Sedangkan


dirinya selalu dia cuekin oleh Julian.


“Oww.. ternyata ini alasan lo,


nolak gue?” ujar Jaya dengan angkuh.


“Tak ada alasan sedikit pun


oleh gue kenapa nolak lo! Dan lo emang pantas begitu. Mana ada yang mau sama lo


yang angkuh, sombong begitu.”


“Oww... ternyata dirimu sangat


kasar sekali ya sayang,” ujar Jaya mendekat ke arah Julian.


“What..... jangan asal ngomong


aja itu lambe turah lo,” protes Julian yang tak menyukai panggilan dirinya oleh


Jaya.


“Kenapa marah sayang, emang


kenyataannya aku manggil  kamu sayang,”


goda Jaya sambil menautkan ke dua alisnya.


“Amit- amat gue ama lo, pergi


sana ganggu suasana bahagia orang aja.”


“Wah... bagus dong, biar kam

__ADS_1


gak bahagia.”


“LO dasar biang kerok. Selalu saja


ganggu ketenangan gue.”


“OWW... dia pacar lo yang baru


ya. Sehingga lo nolak gue demi dia , kayak aja dia udah tua bangat.”


“Hee.... Jaya sombong, mau sama


gue pacaran ke kenapa lo yang sewot kan gak ada hubungan dengan lo juga.”


“Ya gak bisa gitu dong, aku


bahkan lebih dari dia kamu tolak. Tak semudah begitu sayang Julian.”


“Ih.. jijik gue dengar lo ngomong


kayak gitu.”


“Jangan jijik sama gue, ntar lo


klepek- klepek sama gue lagi.”


“Dasar orang gila,” protes


“Kamu siapa yang mengganggu


adik saya?” tanya Tito saat itu kepada Jaya.


“Harusnya aku yang bertanya


siapa lo kok sama pacar gue.”


“Oya kah?.... apa perlu saya


jelaskan kepada kamu siapa saya?” tanya Tito pada laki- laki mengganggu Julian.


“Ya gue harus tahu dong siapa


lo, berani- beraninya lo dekat- dekat dengan pacar gue,” tutur Jaya tak mau


kalah.


 Julian yang sudah sangat marah dengan tingkah


laku mereka yang berdebat segera menghentikan perdebatan tersebut .

__ADS_1


“Berhenti, kalian jangan ribut


lagi, malu di lihatin sama orang banyak.”


 Akhirnya ke dua orang itu terdiam saja saat


itu, lalu Julian mengandeng tangan Tito  pergi dari meja tersebut.


Dan tentu saja di ikut oleh


Arlan di belakan mereka karena tak terima perlakuan dua insan itu. dengan cepat


dirinya menarik tangan  Julian dari


tangan pria itu.


“Ada apa lagi si Jaya?” tanya


Julian yang tak bersahabat dengan Jaya.


“Kemana lo dengan dia?” tanya


Julian.


“Terserah kami, gak ada


urusannya dengan lo kok.”


“Masa gak ada urusannya dengan


gue, orang yang gue cinta pergi dengan pria lain ?”


“Terserah apa yang kau ucapkan.”


“Sudah kau jangan ganggu kami,


kami terburu- buru!” kata Tito angkat bicara pada pria yang mengaku pacar


Julian


Julian


pergi bersama Tito dengan sedikit marah, namun apa dia harus tampak bahagia saat


ini.


Sedangkan


Arga masih mengikuti ke dua orang itu kemana mereka pergi. Dia tak mau pria

__ADS_1


itu mengambil kesempatan pada gadisnya.


__ADS_2