
Akhirnya Arga berdiri di ujung sana untuk memperhatikan dua insan yang sedang
bercengkerama dengan begitu bahagia, penuh dengan tawa yang sangat membuat hati
Arga sesak melihat itu. di tambah lagi Tito menatap gadisnya dengan perasaan
cinta itu membuat dirinya tak menyukai dengan langkah kakinya yang panjang
dirinya menuju meja itu.
Namun sebelum dia sampai di
meja tersebut dirinya juga melihat Arlan menuju ke meja mereka juga, Arga bisa
melihat jika wajah Arlan begitu marah saat melihat Julian dengan pria lain. Sedangkan
dirinya selalu dia cuekin oleh Julian.
“Oww.. ternyata ini alasan lo,
nolak gue?” ujar Jaya dengan angkuh.
“Tak ada alasan sedikit pun
oleh gue kenapa nolak lo! Dan lo emang pantas begitu. Mana ada yang mau sama lo
yang angkuh, sombong begitu.”
“Oww... ternyata dirimu sangat
kasar sekali ya sayang,” ujar Jaya mendekat ke arah Julian.
“What..... jangan asal ngomong
aja itu lambe turah lo,” protes Julian yang tak menyukai panggilan dirinya oleh
Jaya.
“Kenapa marah sayang, emang
kenyataannya aku manggil kamu sayang,”
goda Jaya sambil menautkan ke dua alisnya.
“Amit- amat gue ama lo, pergi
sana ganggu suasana bahagia orang aja.”
“Wah... bagus dong, biar kam
__ADS_1
gak bahagia.”
“LO dasar biang kerok. Selalu saja
ganggu ketenangan gue.”
“OWW... dia pacar lo yang baru
ya. Sehingga lo nolak gue demi dia , kayak aja dia udah tua bangat.”
“Hee.... Jaya sombong, mau sama
gue pacaran ke kenapa lo yang sewot kan gak ada hubungan dengan lo juga.”
“Ya gak bisa gitu dong, aku
bahkan lebih dari dia kamu tolak. Tak semudah begitu sayang Julian.”
“Ih.. jijik gue dengar lo ngomong
kayak gitu.”
“Jangan jijik sama gue, ntar lo
klepek- klepek sama gue lagi.”
“Dasar orang gila,” protes
“Kamu siapa yang mengganggu
adik saya?” tanya Tito saat itu kepada Jaya.
“Harusnya aku yang bertanya
siapa lo kok sama pacar gue.”
“Oya kah?.... apa perlu saya
jelaskan kepada kamu siapa saya?” tanya Tito pada laki- laki mengganggu Julian.
“Ya gue harus tahu dong siapa
lo, berani- beraninya lo dekat- dekat dengan pacar gue,” tutur Jaya tak mau
kalah.
Julian yang sudah sangat marah dengan tingkah
laku mereka yang berdebat segera menghentikan perdebatan tersebut .
__ADS_1
“Berhenti, kalian jangan ribut
lagi, malu di lihatin sama orang banyak.”
Akhirnya ke dua orang itu terdiam saja saat
itu, lalu Julian mengandeng tangan Tito pergi dari meja tersebut.
Dan tentu saja di ikut oleh
Arlan di belakan mereka karena tak terima perlakuan dua insan itu. dengan cepat
dirinya menarik tangan Julian dari
tangan pria itu.
“Ada apa lagi si Jaya?” tanya
Julian yang tak bersahabat dengan Jaya.
“Kemana lo dengan dia?” tanya
Julian.
“Terserah kami, gak ada
urusannya dengan lo kok.”
“Masa gak ada urusannya dengan
gue, orang yang gue cinta pergi dengan pria lain ?”
“Terserah apa yang kau ucapkan.”
“Sudah kau jangan ganggu kami,
kami terburu- buru!” kata Tito angkat bicara pada pria yang mengaku pacar
Julian
Julian
pergi bersama Tito dengan sedikit marah, namun apa dia harus tampak bahagia saat
ini.
Sedangkan
Arga masih mengikuti ke dua orang itu kemana mereka pergi. Dia tak mau pria
__ADS_1
itu mengambil kesempatan pada gadisnya.