
Setelah Julian turun dari panggung dia langsung kembali ke tempat duduknya dan langsung menghambur ke pelukan Arga. Begitu senangnya dia langsung berhamburan ke dalam pelukan Arga juga senang melihat sang
gadis malaikatnya itu senang.
Hari semakin sore acara graduation sudah Selesai mereka kembali ke gubuk kecil
miliknya. Sesampai di gubuknya sudah terdapat sepeda motor di sana tentu saja
Julian sangat mengenali sepeda motor tersebut motor itu milik Tito.
Dengan cepat Julian mendekati Gubuknya tersebut dan ia melihat seseorang di sana, ya
itu Tito dengan memegang sebuah buket bunga mawar yang berwarna merah dan indah tentunya. Tito melihat Julian pulang menyambutnya dengan wajah yang tersenyum indah menghampiri Julian.
“Selamat ya Julian!” ucap Tito dengan memberikan buket bunga di tangannya itu ke pada Julian dan mengulurkan tangannya untuk memberikan ucapan selamat.
“Terima kasih kak Tito sudah kasih Julian bunganya, dan ucapan selamatnya,” sambil
mencium bunga yang di kasih Tito.
Arga yang melihat itu kesal, ngapain si Tito itu kasih – kasih bunga sama gadis
malaikatnya itu. namun dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya diam saja
__ADS_1
kalau tidak habis sudah dia.
“Ayok kak Tito masuk dulu,”ajak Julian Kepada Tito sambil menggandeng tangan Arga
masuk ke dalam gubuknya.
Rasa kesal Arga semakin menggila saat Tito begitu menatap Julian dengan kagum tentu
saja Arga tahu akan arti dari tatapan tersebut lalu ia sengaja batuk..humm...hum. akhirnya menyadarkan Tito akan rasa kagum ke Julian.
“Julian kakak dengar kamu dapat Beasiswa Stanford University?” tanya Tito.
“Iya kakakaku senang bangat bisa dapat kak, aku akan pergi ke sana minggu depan kak."
“Wah selamat ya kamu sangat pintar sekali, jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk kamu.”
Amerika sana."
“Gak papa kok, nanti jika kakak ada waktu luang akan pergi hampiri kamu ke sana kok.”
“Iya kakak.”
“Kak aku mau ganti pakaian dulu ya, tunggu sebentar
__ADS_1
ya.”
Arga yang menatap Tito dengan mata tajamnya dan saat itu Tito mulai curiga bahwa Julian
tidak benar- benar buta. Banyak hal yang di pikirkan oleh Tito saat ini tentang julian. Benar sangat mencurigakan sekali dia.
“Kamu tidak benar- benar bisa melihat sama sekali! Atau kau pura-pura selama ini?” tanya
Tito pada Arga.
“Namun Arga langsung bicara, aku tidak bisa melihat apapun saat ini.”
“Benarkah tapi sepertinya kau bisa melihat?”
tuding Tito lagi.
“Sayang sekali aku tidak bisa melihat sama sekali,” bela Arga pada dirinya.
"Kak Tito mau makan gak ni kebetulan Julian mau masak? tanya Julian kepada Tito.
"Wah tentu dong Julian masakan kamu sama seperti ibuku aku sangat senang sekali jika memakan masakan mu setiap hari
Arga tidak menyukai sekali perkataan Tito pada gadisnya ia gak rela jika pria itu memakan masakan gadisnya. untuk saat ini dirinya mengalah dulu agar pria tidak terlalu mencurigainya.
__ADS_1
"Oke aku akan masakin kakak sekarang sebelum aku berangkat ke Amerika dan kakak mala kangen nanti sama masakan aku sekalian juga nitip buat ibuk."
lalu Julian pergi ke dapurnya untuk memasak akan untuk Tito dan Arga. karena mungkin dia akan jarang sekali bertemu dengan Tito nantinya.