
Terik mentari sudah
memasuki pancaran kaca yang mengganggu sosok yang tidur. Julian yang terasa matanya terganggu dengan
cahaya sejenak Mengerjabkan matanya sebelum terbuka dengan sempurna. Akhirnya dia bangan dari tidurnya setelah menguasai dirinya , dia menemukan kain handuk kecil di atas kepalanya. Dan pastinya dirinya habis di kompres namun, dan dia ingat jika
dirinya semalam mencari keberadaan Arga. Apa Arga yang melakukannya jika benar
berarti Arga sudah kembali. Dengan langkah seok – seok dirinya ke luar dari
kamar untuk menemui Arga .Namun sosok yang di cari tidak ada. Julian merosot di tas lantai mengingat ke mana Arga
pergi.
Akhirnya tangisan pun
pecah, dirinya sangat merindukan sosok Arga. Dia bangun dari lantai berlari
menuju Kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia akan pergi
mencari Arga sehingga ketemu.
Hari ini Julian sudah
siap – siap berangkat untuk mencari ke keberadaan Arga. Dia sudah menuju tempat –
tempat yang mungkin membawa dia bertemu
dengan Arga. Sudah 6 jam sudah dirinya tak menemukan kan tanda – tanda keberadaan
Arga. Akhirnya Julian kembali ke Apartment dengan lesuh. Sesampai di apartment
Julian segera membersihkan diri, dia sudah mulai kelaparan sebab semenjak dirinya mencari Arga tidak sebutir makan atau pun nasi yang masuk ke dalam perutnya.
Selesai mandi dirinya keluar dengan pakaian tidurnya lalu menuju dapur untuk memasak beberapa butir telur untuk di makan. Setelah selesai dirinya pun makan dengan pikiran yang
bercabang kemana dirinya harus minta tolong agar Arga bisa di temukan nya.
Sedangkan di kantor
Arga baru saja selesai dari rapatnya dengan para kolega bisnisnya. Dia masuk ke
dalam ruangannya lalu duduk di kursi
ke besarnya miliknya. Arga dengan cepat
membuka laptopnya untuk melihat alat
pelacak yang dia selipkan di kalung sanga wanitanya Julian.
Dari sana dirinya bisa melihat jika gadisnya itu pergi mencari dirinya ke tempat- tempat yang sangat berbahaya sekali selama 6 jam lalu sekarang dirinya merasa lega kalau jika
gadisnya sudah berada di Apertment miliknya.
Arga sangat merindukan wajah imut Julian, dulu dia akan sangat sekali jika melihat Julian
dengan sabar membantu dirinya mempersiapkan pakain, makan, dan memandikan dirinya. Gadis itu tak pernah lagi
mengeluh akan hal itu.
Dia segara menutup laptopnya kemudian dirinya ke luar dari ruangan menuju lif pribadinya.
Tinn.. lift terbuka
dia segera keluar dari sana menuju mobilnya yang sudah di tunggu oleh supir
kepercayaannya.
__ADS_1
“ pak bagaimana kabar gadisku hari ini?” tanya Arga pak pak Xue.
“Nona tadi pergi
mencari tuan ke tempat – tempat yang
mungkin tuan kunjungi dan menemukan tuan di sana.”
“Terus awasi gadisku pak, lalu suruh satu bodygurd untuk
menjaga gadisku itu pak.”
“Baik Tuan.”
Untuk saat ini Arga
tidak bisa berbuat banyak dia hanya bisa mengawasi gadisnya itu dari jauh. Dia belum
bisa menampakkan dirinya pada Julian. Dia harus bersabar jika sudah waktunya.
Saat ini Arkan sedang
melamar perkerjaan ke salah satu perusahaan. Dirinya sudah menunggu tiga menit yang lalu untuk di interview
namun juga belum ada panggilan atas namanya, padahal hari ini dirinya jadwal
interview. Tak lama kemudian keluar seorang wanita yang mungkin pegawati di
perusahaan ini mendekati Arkan .
“Mohon maaf atas nama Arkan Wijaya. Anda tidak bisa mengikuti interview di
perusahaan ini anda di tolak oleh
perusahaan ini,” jelas wanita itu.
“Kenapa saya di tolak!” ucap Arkan dengan suara meninggi.
membantah,” jelas wanita itu.
“Apa alasan mereka menolak saya,” kata Arga dengan kesal dan suara meninggi.
sehingga wanita itu agak sedikit takut akan pria di hadapannya itu.
“Kalau begitu saya permisi pak,” ucap wanita tanpa hiraukan oleh Arkan.
Arkan segera pergi
dari perusahaan itu dengan emosi dan begitu tak percaya dirinya bisa di tolak
perusahaan. Ini sungguh tak di percaya.
Sedangkan di ruangan interview sosok itu tersenyum akan
tolak kan Arkan Wijaya. Dia adalah
sosok Ilham yang dulu pernah melamar pekerjaan di perusahaan milik Arkan , tapi dirinya di tolak dan di hina oleh Arkan akan kehidupannya. Hinaan dari Arkan sungguh membekas dalam dirinya. Semenjak
itu dia bertekat untuk menjadi sukses sehingga hari ini dirinya bisa menikmakti
kerja usahanya yang bertahun ini.
Ketika dirinya
mendengar kabar bahwa perusahaan Arkan Wijaya bangkrut dirinya merasa senang sekali, akhirinya tanpa susah payah dia menjatuhkan Arkan Wiajaya.
Tok...tok...
__ADS_1
“Masuk”
Wanita itu masuk, dia
wanita yang berkerja di salah satu
devisi perusahaan ini datang menemui Ilham atas perintah Ilham.
“Bagaimana apa kamu sudah mengusirnya?” tanya Ilham.
“Sudah pak, dan orangnya tidak terima dirinya di tolak
perusahaan.”
“Biarkan saja , itu hukuman untuk dirinya.”
“Baik pak, kalau begitu saya pamit pak.”
“Iya, silahkan.”
Setelah mendapat
laporan dari wanita itu Ilham semakin tertawa akan nasib Arkan . dia juga tahu
bagaimana sombongnya Arkan dan menghina dirinya di depan orang bayak itu pantas
di dapatkannya.
Arkan sampai di kontrak kecil itu dengan wajah kusam dia masuk ke dalam kontrakan itu kebetulan
ibunya duduk di salah satu kursi keci di pojok kontrakan itu. sekilas melihat
ibunya lalu kemudian dirinya membuang muka.
“ Bagaimana interview kamu hari ini Arkan?” tanya ibunya.
“Interview ku di tolak perusahaan itu ma, bahkan aku belum
di interview sama sekali.”
“Lo, kok bisa seperti itu?” tanya mamanya.
“Aku juga gak tahu ma.”
“Kamu coba lamar di perusahaan lain aja Arka,” kata mamanya.
“Nanti Arkan coba Ma.”
Arga yang sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang
empuknya itu sambil memandang foto gadisnya tiba- tiba ada pesan masuk dari
orang kepercayaannya Kevin.
“Tuan, aku ingin memberitahu bahwa Arkan Wijaya di tolak
interview oleh perusahaan kontruksi , dan itu yang di pimpin oleh Tuan Ilham
Husain. Dan dari informasi yang saya dapatkan bahwa tuan Arkan pernah menolak
dan menghina Tuan Ilham saat dirinya pernah melamar di perusahaan. Semanjak itu tuan Ilham memiliki demdam
pada tuan Arkan.”
Begitulah isi pesan yang di kirim kevin, seutas senyum
sinis keluar dari Arga. Saat ini dia begitu menikmati kesenangan dengan
__ADS_1
penderitaan kakaknya itu. itu belum sebanding dengan apa yang dia lakukan pada
dirinya.