Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Di tolak


__ADS_3

Terik mentari sudah


memasuki pancaran kaca yang mengganggu sosok yang tidur.  Julian yang terasa matanya terganggu dengan


cahaya sejenak Mengerjabkan matanya sebelum terbuka dengan sempurna. Akhirnya dia bangan dari tidurnya setelah menguasai dirinya ,  dia menemukan  kain handuk kecil  di atas kepalanya. Dan pastinya dirinya habis di kompres namun, dan dia ingat jika


dirinya semalam mencari keberadaan Arga. Apa Arga yang melakukannya jika benar


berarti Arga sudah kembali. Dengan langkah seok – seok dirinya ke luar dari


kamar untuk menemui Arga .Namun sosok yang di cari  tidak ada. Julian  merosot di tas lantai mengingat ke mana Arga


pergi.


Akhirnya  tangisan pun


pecah, dirinya sangat merindukan sosok Arga. Dia bangun dari lantai berlari


menuju Kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah itu dia akan pergi


mencari Arga sehingga ketemu.


Hari ini Julian sudah


siap – siap berangkat untuk mencari ke keberadaan Arga. Dia sudah menuju tempat –


tempat yang mungkin membawa  dia bertemu


dengan Arga. Sudah  6 jam sudah  dirinya tak menemukan kan tanda – tanda keberadaan


Arga. Akhirnya Julian kembali ke Apartment dengan lesuh. Sesampai di apartment


Julian segera membersihkan diri, dia sudah mulai kelaparan sebab semenjak dirinya mencari Arga tidak sebutir makan atau pun nasi yang masuk ke dalam  perutnya.


Selesai mandi dirinya keluar dengan pakaian tidurnya lalu menuju dapur untuk memasak beberapa butir telur untuk di makan. Setelah selesai dirinya pun makan dengan pikiran yang


bercabang kemana dirinya harus minta tolong agar Arga bisa di temukan nya.


Sedangkan di kantor


Arga baru saja selesai dari rapatnya dengan para kolega bisnisnya. Dia masuk ke


dalam  ruangannya lalu duduk di kursi


ke besarnya miliknya.  Arga dengan cepat


membuka  laptopnya untuk melihat alat


pelacak yang dia selipkan di kalung sanga wanitanya  Julian.


Dari sana dirinya  bisa  melihat jika gadisnya itu pergi mencari dirinya ke tempat- tempat yang sangat berbahaya sekali selama 6 jam lalu sekarang dirinya merasa lega kalau  jika


gadisnya sudah berada di Apertment miliknya.


Arga sangat merindukan wajah imut Julian, dulu dia akan sangat sekali jika melihat Julian


dengan sabar membantu dirinya mempersiapkan  pakain, makan, dan memandikan dirinya. Gadis itu tak pernah lagi


mengeluh akan  hal itu.


Dia segara menutup laptopnya kemudian dirinya ke luar dari ruangan menuju lif pribadinya.


Tinn.. lift terbuka


dia segera keluar dari sana menuju mobilnya yang sudah di tunggu oleh supir


kepercayaannya.

__ADS_1


“ pak bagaimana kabar gadisku hari ini?” tanya Arga pak pak Xue.


“Nona tadi  pergi


mencari tuan ke tempat – tempat  yang


mungkin tuan kunjungi dan menemukan tuan  di sana.”


“Terus awasi gadisku pak, lalu suruh satu bodygurd untuk


menjaga gadisku itu pak.”


“Baik Tuan.”


Untuk saat ini Arga


tidak bisa berbuat banyak dia hanya bisa mengawasi gadisnya itu dari jauh. Dia belum


bisa menampakkan dirinya pada Julian. Dia harus bersabar jika sudah waktunya.


Saat ini Arkan sedang


melamar perkerjaan ke salah satu perusahaan. Dirinya sudah menunggu   tiga menit yang lalu untuk di interview


namun juga belum ada panggilan atas namanya, padahal hari ini dirinya jadwal


interview. Tak lama kemudian keluar seorang wanita yang mungkin pegawati di


perusahaan ini mendekati Arkan .


“Mohon maaf atas nama Arkan Wijaya. Anda  tidak bisa mengikuti interview di


perusahaan  ini anda di tolak oleh


perusahaan ini,” jelas wanita itu.


“Kenapa saya di tolak!” ucap Arkan dengan suara meninggi.


membantah,” jelas wanita itu.


“Apa alasan mereka menolak saya,”  kata Arga dengan kesal dan suara meninggi.


sehingga wanita itu agak sedikit takut akan pria di hadapannya itu.


“Kalau begitu saya permisi pak,” ucap  wanita tanpa hiraukan oleh Arkan.


Arkan segera pergi


dari perusahaan itu dengan emosi dan begitu tak percaya dirinya bisa di tolak


perusahaan. Ini sungguh tak di percaya.


Sedangkan di ruangan interview sosok itu tersenyum akan


tolak kan Arkan Wijaya.  Dia adalah


sosok  Ilham yang  dulu pernah melamar pekerjaan di   perusahaan milik Arkan , tapi dirinya di tolak dan di hina oleh Arkan akan kehidupannya. Hinaan  dari Arkan sungguh membekas dalam dirinya. Semenjak


itu dia bertekat untuk menjadi sukses sehingga hari ini dirinya bisa menikmakti


kerja usahanya yang bertahun ini.


Ketika dirinya


mendengar kabar bahwa perusahaan Arkan Wijaya bangkrut  dirinya merasa senang sekali, akhirinya tanpa susah payah dia menjatuhkan Arkan  Wiajaya.


Tok...tok...

__ADS_1


“Masuk”


Wanita itu masuk, dia


wanita  yang berkerja di salah satu


devisi perusahaan ini datang menemui Ilham atas perintah Ilham.


“Bagaimana apa kamu  sudah mengusirnya?” tanya Ilham.


“Sudah pak, dan orangnya tidak terima dirinya di tolak


perusahaan.”


“Biarkan saja , itu hukuman untuk dirinya.”


“Baik pak, kalau begitu saya pamit  pak.”


“Iya, silahkan.”


Setelah mendapat


laporan dari wanita itu Ilham semakin tertawa akan nasib Arkan . dia juga tahu


bagaimana sombongnya Arkan dan menghina dirinya di depan orang bayak itu pantas


di dapatkannya.


Arkan sampai di kontrak kecil itu dengan wajah kusam  dia masuk ke dalam kontrakan itu kebetulan


ibunya duduk di salah satu kursi keci di pojok kontrakan itu. sekilas melihat


ibunya lalu kemudian dirinya membuang muka.


“ Bagaimana interview kamu hari ini Arkan?”  tanya ibunya.


“Interview ku di tolak perusahaan itu ma, bahkan aku belum


di interview sama sekali.”


“Lo, kok bisa seperti itu?” tanya mamanya.


“Aku juga gak tahu ma.”


“Kamu coba lamar di perusahaan lain aja Arka,” kata mamanya.


“Nanti Arkan coba Ma.”


Arga yang sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang


empuknya itu sambil memandang foto gadisnya tiba- tiba ada pesan masuk dari


orang kepercayaannya Kevin.


“Tuan, aku ingin memberitahu bahwa Arkan Wijaya di tolak


interview oleh perusahaan kontruksi , dan itu yang di pimpin oleh Tuan Ilham


Husain. Dan dari informasi yang saya dapatkan bahwa tuan Arkan pernah menolak


dan menghina Tuan Ilham saat dirinya  pernah melamar di perusahaan. Semanjak itu tuan Ilham memiliki demdam


pada tuan Arkan.”


Begitulah  isi pesan yang di kirim kevin, seutas senyum


sinis keluar dari Arga. Saat ini dia begitu menikmati kesenangan dengan

__ADS_1


penderitaan kakaknya itu. itu belum sebanding dengan apa yang dia lakukan pada


dirinya.


__ADS_2