Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Stanford University


__ADS_3

 Satu minggu kemudian julian sudah berangkat ke Amerika bersama dengan Arga. Saat ini julian sedang bersiap-siap untuk pergi


ke kampusnya karena ini hari pertama dia sekolah mungkin akan ada  pengumuman untuk acara MABA( Mahasiswa Baru)


setelah selesai dia keluar di Apartemennya itu dengan senyum  mengambang mengukir di wajahnya. Dia bersemangat sekali untuk  pergi ke University tersebut. Jarak antara University dengan Apartemennya lumayan dekat jadi


otomatis Julian hanya berjalan kaki saja. Di karenakan dirinya  menyayangkan uangnya untuk naik taksi


Setelah sepuluh menit berjalan dari Apartemennya Julian sampai di depan pintu gerbang Stanford University yang terlihat sangat indah dan mega sekali. Dengan langkah


yang masih terus berayun Julian memasuki gerbang yang luas itu dengan kagum


atas ke indahan nya.


Saat ini Julian yang  pergi untuk menemui uang


Rektor untuk menemuinya. Ia menelusuri setiap koridor itu untuk mencari Ruang


rektor... akhirnya ia melihat ruang Rektorat itu.


  Sekarang Julian ke luar dari Ruangan itu dan


berkumpul di sebuah Aula yang sangat besar sekali dan itu tidak terbayangkan akan kemegahan yang ia lihat di sana. Julian segera berkumpul di depan lalu mendengarkan apa yang disampaikan oleh Senior yang berdiri di depan mereka semua dan dia mengangguk paham apa yang di sampaikan.


 Bubar dari Aula Julian langsung pulang ke


Apartemennya dengan langkah kaki yang kecil sengaja ia berjalan dengan pelan


ia ingin melihat- lihat keindahan bangunan- bangunan sepenjang perjalanan itu.


Tiba-tiba ia tersungkur akibat seseorang  yang


menyenggol dirinya begitu kencang... julian meringis ke sakittan saat lututnya


terbentur oleh aspal. Dengan bersusah payah Julian berdiri hingga ia bisa beridiri kembali dia melihat ke kanan dan ke kiri ternyata ia menemukan sosok yang menyenggol dirinya tadi yang sedang di kejar oleh orang banyak dan orang itu akan berbalik ke arah dia lari barusan  lalu dengan Cepat Julian merentangkan kakinya saat Pria itu berlari.


Bug...bug...


bunyi tubuh Pria itu di atas aspal. Julian dengan lutut sakitnya dengan cepat

__ADS_1


memegang ke dua tangan Pria itu ke belakang punggungnya. Pria itu meringis


kesakitan saat tangannya di putar dengan keras oleh julian mungkin saat ini


tangan pria itu terkilir.


 Orang –orang yang mengejar pria itu segera


mengambil alih dari tangan Julian dan membawa pria itu dengan paksa. Julian kembali melanjutkan jalannya ke apartemennya dengan lututnya yang masih rada ngilu


saat berjalan. Sesampai dia Apartemen Julian masuk ke dalam ia tidak melaikat


Arga sama sekali, lalu Julian masuk ke dalam  kamarnya untuk membersihkan diri dan mengobati luka di lututnya.


Sedang Arga saat ini dia sedang berkutik dengan Laptopnya ia sangat serius sekali


dengan apa yang sedang dirinya kerjakan. Arga sengaja mengunci pintu kamarnya


supaya Julian tidak masuk tiba- tiba dirinya bisa di pergoki oleh Julian. Di harus


bersembunyi dulu untuk saat ini.


beberapa cabang milik Arkan saudaranya itu. ia tak menyangka atas kemampuannya


yang sangat luar biasa ini. Dirinya sudah bertekat untuk mendapatkan apa yang


dia mau yang sudah di rebut oleh ibu serakahnya dan  kakaknya itu. Dia akan membuat mereka seperti


gelangdangan di pinggir jalan.


 Julian ke luar dari kamarnya dan mencari Arga


ke kamarnya... saat dia mau membuka pintu ternyata terkunci dari dalam Julian


mencoba mendorong pintu tersebut namun terkunci kemudian dia memanggil Arga di


dalam kamar itu.


“Kak Arga ngapain di dalam, buka pintunya kak!” teriaknya dari luar pintu.

__ADS_1


Tak ada respon dari dalam Julian terus berusaha untuk mencari cara dan mengulangi


memanggil Arga.


“Kak Arga kakak Arga di dalam, buka pintunya,” ucap Julian yang sudah mulai khawatir


terjadi apa- apa di dalam sana.


 Klek..... pintu terbuka Julian segera melihat


Arga seperti bangun tidur


“Kak Arga kenapa pintunya di kunci?” tanya Julian.


“Aku takut nanti ada penjahat masuk ke kamar, dan berniat  jahat padaku.”


“Kak Arga takut sendirian di kamar?” tanya Julian dengan Khawatir.


“Iya Julian kakak takut,” ujarnya dengan ekspresi yang takut.


 Melihat itu Julian segera memeluk Arga dengan


hangat ia mengusap kepala Arga dengan lembut


“Kak Arga gak usah takut ya kan ada Julian yang akan lindungi kakak.”


“Tapi aku takut Julian, ini kan banyak penjahat aku takut aku gak mau jauh dari kamu


Julian,” ucap Arga dengan tenang namun itu caranya dia Arga dia lebih


mendapatkan perhatian lebih dari Julian.


“Kak Arga untuk malam ini tidur di kamar aku ya,biar kak Arga gak takut lagi.”


“....”Arga


hanya menggk menurut dengan  apa yang di


katan oleh julian.

__ADS_1


__ADS_2