
Pagi ini Arga ikut mengantar sang istri ke kampus dan dia akan melihat sendiri bagaimana anak kesayangan ibunya itu bertindak, sudah tak berjumpa dengan Arka( Arka Wijaya biasanya di kampus dipanggil Jaya). Seperti permintaan sang istri untuk tidak terlalu mencolok kehadiran bodyguardnya dan sekarang tiga orang pria tampan dengan pakaian yang styles seperti mahasiswa lainnya yang berjalan berdampingan Ny. Julian.
Samuel kau sungguh keren sekali pagi ini, puji Julian pada bodyguardnya itu.
Terima kasih Nyonya, balasannya dengan pelan sambil menatap Tuannya yang melorotkan mata padanya Samuel hanya menggaruk kepala belakang yang tidak gatal melihat Tuannya.
"SAYANG KAMU KENAPA MALAH MUJI DIA," kata Julian dengan cemberut.
"Hihihi, suamiku cemburu ya?"
balas Julian sambil nyengir kepada suaminya itu.
sedangkan Arga yang melihat tingkah istrinya itu mala melotot dan gemas sekali ingin mencubit sampai puas pipi istrinya yang chubby itu. Tingkah suami istri itu menjadi tontonan tiga bodyguard meraka itu yang diam diam ingin tertawa namun harus menahan tawa mereka sekuat- kuatnya takut tamat riwayat mereka.
"Aduh mas, wajahnya tolong di kondisikan dong , nanti malu dilihat sama orang lain?" ucap Julian sambil bergelayut manja di bahu suaminya.
Arga hanya bisa menatap istrinya itu dengan senyuman lalu dia mengajak istrinya segera menuju kelasnya di ikuti dengan tiga bodyguard di belakang mereka.
Saat berjalan menuju kelas mereka dengan tiba- tiba di hadang oleh seorang pria yang tak kala tampan juga namun saat bernapas- passan mala menampilkan wajah sombong miliknya.
__ADS_1
"Wow, sangat romantis sekali suami kamu Julian, mengantarkan istrinya," ejek Jaya.
"Emang masalah dengan Anda Tuan!" balas tegas Samuel.
"Upsz, kamu siapa yang berani menjawab ucapan saya?" tanya Jaya dengan sombong.
"Tidak perlu saya siapa bagi Anda, Bagi Anda tidak perlu siapa saya emang, atau Anda tertarik dengan saya. Tapi saya masih normal dan masih suka wanita, saya tidak seperti Anda."
"Hey kau pria jelek jangan asal bicara saja, saya ini normal, amit- amit saya suka terong , apalagi pria jelek seperti Anda bantah Jaya dengan tegas."
Julian yang melihat perdebatan Samuel dengan Jaya hanya bisa tertawa cekikikan sambil menahan perutnya agar tawanya tak pecah di sana. Sedangkan Arga yang melihat Arka dihadapannya itu hanya menatap malas, jengah, pingin sekali dia membunuh pria itu.
"Ternyata kau masih hidup, aku kira kau sudah mati!" ujar Jaya menatap sinis
"Emang kenapa jika aku masih hidup, kau tidak senang atau kau makin takut dengan aku hidup. Aku pikir kau emang akan takut, setelah berkali- kali kau membunuhku tapi gagal terus," balas ejek Arga pada Jaya.
"Aku tidak pernah takut kau masih hidup , aku malah senang kau masih hidup. Dan akan melihat apa yang akan terjadi pada dirimu ke depan," kata Jaya lalu menatap Julian dengan senyuman manis miliknya.
"Benar pria gila kau," sahut Samuel dari samping Arga yang menatap Arka.
__ADS_1
"Kau diam saja pria jelek."
"Hahaha, aku tidak apa- apa jelek asal hatiku sangat cantik dan rupawan, tidak seperti dirimu yang sangat jahat seperti wajah Songong kamu yang jelek," balas Samuel dengan percaya dirinya.
Jaya mencoba mengabaikan ejekan dari pria itu dia kembali mendekat ke arah Arga dengan senyuman sinis nya Setelah ini kau akan benar- benar habis di tanganku kakak tercinta.
Arga yang hanya berdecih saat mendengar ucapan adik tak tahu dirinya itu, Julian yang melihat suaminya yang sangat emosi, namun tampak ditahan oleh suaminya itu. julian yang sedikit terbawah dengan suasana sengit dua pria yang menatap satu sama lain dengan kobaran api amarah, dengan cepat kilat dia mendekat ke arah suaminya lalu kejadian tak terduga terjadi pada Jaya yang mendapatkan bajunya yang sudah basah kuyup dengan air. Tentu saja ulah Julian membuat Jaya basah sedangkan dibelakang mereka Samuel tidak lagi bisa menahan tawanya.
"Julian apa yang kamu lakukan padaku ucap Jaya.
Itu pantas untuk kamu yang bikin waktu aku telat masuk kelas, dengan sok- sok menghadang segala, kalau mau bertengkar sana di lapangan luas."
Jaya hanya melongo dengan ucapan yang dilontarkan oleh Julian, gadis itu sudah membuat dirinya malu dan basah dengan air membasahi tubuhnya.
"Dasar wanita gila, lihat saja aku akan balas semua ini Julian."
"Bodoh lah."
"Mas aku masuk kelas dulu ya, dah telat ini," pamitnya di ikuti bodyguardnya.
__ADS_1
Arga menatap Arka dengan tajam aku tidak akan biarkan kau berbuat semau mu lagi, kita lihat saja siapa yang akan mundur.