Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
School


__ADS_3

Akhirnya dirinya samapi juga di sekolah, ia segera menuju kelas dirinya yang berada berdekatan dengan UKS sana. Ia berjalan dengan penuh senyum yang terukir di pipih nya, ia membalas setiap sapaan teman- temanya.


Semua murid sangat mengidolakan sosok gadis cantik, ramah itu banyak teman- teman yang berteman dengan dirinya, sebab dirinya tak pernah membedakan- bedakan temannya.Hingga di sudah berada di depan pintu kelas itu ia segera masuk ke dalamnya.


Julian menaruh tasnya di kursi bagian nomor tiga dari depan.


Julian mengeluarkan buku besar miliknya itu dengan hati- hati lalu dia mulai membuka buku itu untuk membacanya kembali. Tak ama kemudian datang pak Ardi lalu dan semua murid mulai duduk di tempat masing-masing.


“Selamat pagi semua anak-anak hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kemarin yang belum sempat tertunda, di mohon untuk ananda sekalian memperhatikan apa yang saya jelaskan nanti.”


“Baik pak,” jawab mereka bersama.


Semua murid dengan hikmad memperhatikan penjelasan pak Ardi di depan mereka. Julian sangat menikmati Pelajaran pertama ini dia fokus memperhatikan ke depan dan merangkul sendiri apa yang di sampaikan oleh pak Ardi.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah berjalan proses pelajaran pertama pun telah selesai pak Ardi mengakhiri pelajaran pertma dan berganti ke pelajaran ke dua bersama buk Aida.


“Baik anak-anak sekarang kita akan melanjutkan mata pelajaran kemarin ya, tapi untuk kali ini sebelum ibu lanjutkan terlebih dahulu kita akan mengadakan test dulu ya.”


“Baik buk,” jawab mereka serentak.


Sekarang mereka mengisi form yang di bagikan oleh ibu Aida tersebut ada sekitar 30 soalnya yang akan mereka kerjakan Julian yang sudah mulai mengisi dan mengorek-ngorek kertasnya untuk mencari jawaban dari soal tersebut. Ya mereka test matematika banyak yang merasa kesusahan karena soalnya sangat sulit untuk di jawab, namun bagi Julian ini sangat menyenangkan apa lagi dirinya sangat menggemari matematika.


“Waktunya tinggal dua menit lagi silahkan bagi yang telah siap silahkan untuk di kumpulkan, tidak ada yang mencontek jika ketahuan testnya tidak ibu terima.”


Julian maju ke depan mengumpulkan form test tersebut di ikuti dengan teman-temanya yang lain dia kembali duduk ke kursinya.


“Semua sudah di kumpulkan? Jika belum ayo cepat kumpulkan, ibu hitung sampai sepuluh kalian harus kumpulkan..1..2...3...4...5...6...7...8...9....10 semua harus kumpulkan siap atau tidak siap.”

__ADS_1


Akhirnya mereka lanjut untuk memperhatikan materi yang di terangkan oleh buk Aida.


Julian yang lagi asyik memperhatikan gurunya di depan lalu tiba-tiba datang pak Adri untuk menyuruh dirinya untuk menemuinya di ruang guru.


Pak Adri salah satu guru yang menyayangi Julian seperti anaknya sendiri, karena Jualin anak yang baik, pintar dan tentunya itu nilai plus untuk banyak guru di sekolah tersebut. Termaksud pak Adri salah satunya.


“Julian kamu nanti waktu istirahat temui bapak di ruangan guru ya!” titah pak Adri.


“Baik pak, terima kasih pak,” jawab Julian.


“Iya, buk Aida terima kasih waktunya saya permisi terlebih dahulu.”


“Iya pak Adri.”

__ADS_1


Oke sekarang kita lanjutkan kembali pelajarannya.


"Baik pak," semua fokus ke depan mendengarkan  guru yang mengajarkan itu larut dalam belajar hingga waktu tak terasa lagi.


__ADS_2