Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Jealous


__ADS_3

Malam telah berganti dengan pagi seperti biasa Julian bangun dari tidurnya lalu dia


akan menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan Arga.


Pagi ini Julian akan berangkat kerja ke rumah  Tito. Ia juga sudah lama tak berjumpa dengan Tito sudah hampir 2 mingguan sejak dia mengantarkan Julian ke sekolah. Saat sudah beres Julian rencananya kan mengajak Arga pergi dengan dirinya biar dia bisa mengjaga Arga di saat dia berkerja.  Hari ini dirinya


akan masuk kerja sedikit pagi kerena banyak pekerjaan yang dia kerjakan hari


ini. mengingat dirinya akan bersiap- siap nanti pengurusan Beasiswanya ke Los engeles. Ia sangat senang ketika dapat kabar semalam jika dirinya mendapatkan Beasiswa ke los engeles. Ia belum sempat memberi tahukan kepada Arga akan hal ini dia mau ini suprise.


“Kak Arga hari ini ikut dengan Julian ya ke rumah kak Tito. Biar kakak gak sendiri


terus di rumah aku bisa jagain kakak juga di sana di selah- selah aku berkerja


kak.”


“Baik lah kakak akan ikut,” sebenarnya dia sangat tidak mau ikut ke rumah Tito namun


dia tidak akan membiarkan Tito dekat- dekat dengan gadisnya ini.


 Setelah beres semua Julian keluar dari


gubuknya melangkah kaki di sepanjang perjalan itu sambil menggandeng Arga di

__ADS_1


sepanjang jalan tersebut hingga sampai di rumah Tito. Banyak juga yang membicarakan mereka namun Julian hanya dia saja.


Tok..tok...


“Selamat siang ibuk!” ucap Julian sambil masuk ke dalam Rumah itu di ikuti Arga di


belakangnya.


“Selamat siang nak, kamu sudah datang,” sambut ibuk Jian dengan ramah lalu melirik  ke arah Arga yang setia berdiri di belakang


Julian.


Julian yang sadar akan lirikan buk Jian dia segera berkata “Maaf buk aku membawa Kak


Julian masih bisa memastikan kak Arga baik- baik saja.


Ibuk Jian yang mengerti akan ucapan Julian hanya mengangguk setuju dan menyambutnya


dengan baik.


“Iya Julian gak papa kok nak!” ujar Buk Jian.


“Makasih ibu,” balas Julian dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Lalu Arga mengikuti Julian kemana Julian pergi ia ikut di bawah oleh Julian. Saat ini Julian lagi cuci piring- piring kotor di sana dengan cepat dan bersih sedangkan Arga melihat itu dari tempat dia duduk. Ia sangat beruntung jika di ajak oleh Julian datang ke sini.  Dia berdecap


kagum melihat gadis mungil itu berkutat dengan pekerjaannya dengan baik dan ia


tetap tenang.


Tiba-tiba Arga terlihat kesal akan datangnya Tito ke  dapur dan berbicara dengan Julian. Ia sangat tak menyukai hal itu ia tak mau Julian dekat dengan Pria itu. ingin rasanya Arga menjauhkan Julian dari Tito akan tetapi dia harus urungkan niatnya itu bisa-bisanya di ketahui selama ini dia sudah bisa melihat.


“Julian kamu sudah lama datang?” tanya Tito sambil makan cemilannya.


“lumayan lah kak Tito.”


“Humm.. bagaimana dengan ujian kamu berjalan dengan lancar?”


“Iya


kak ujian ku berjalan dengan lancar kok, tenang aja.”


“Bagus lah kalau begitu. Kamu bawa Arga ke sini?” tanya Tito.


“Iya kak, aku gak mau ninggalin kak Arga sendirian di rumah kakak. Jadi aku bawah ke


sini biar aku bisa jaga kak Arga,” kata Julian sambil melirik sekilas ke Arga.

__ADS_1


“Iya de.”


__ADS_2