Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Tak ingin berbagi


__ADS_3

Satu bulan sudah Jaya


mengganggu Julian di kampus  dengan bagai


cara dirinya mengganggu Julian di kampus ini, namun tak sedikit pun wanita itu


terusik dengan berita dan gosib- gosib dirinya berpacaran dengan Jaya. Bahkan dirinya


hanya mengalah nafas saat semua orang membahas tentang dirinya. Di ingat tujuan


dia kesini  untuk menimbah ilmu bukan


untuk yang lain sekarang dirinya akan fokus sama kuliahnya aja.


 Dan kemaren dirinya dapat kabar bahwa Tito


salah satu orang yang di anggap Kakak oleh Julian datang ke sini untuk menemui


dirinya. Sehabis pulang kuliah Julia segera ke tempat janjiannya dengan Tito. Dengan


taksi dirinya ke sana. Tiba di sana dia sudah melihat seorang pria duduk di


sebuah kursi putih di sebelah pohon itu, Julian yakin itu Tito dengan langkah


panjang miliknya Julian menghampiri Tito.


Sampai di depan Tito Julian


meloncat memeluk Tito. Reflek saja dirinya ingin memeluk Tito, Tito yang di


peluk Julian tiba- tiba kaget namun dia tak mempermasalahkan hal itu dia juga


merindukan bocah kecil ini. sekarang bukan bocah lagi namun sudah menjadi gadis


yang sudah dewasa, cantik dan sudah cocok untuk di jadikan seorang istri.


“Kak Tito aku kangan kakak!”


Ucap Julian sambil merenggangkan pelukannya dari Tito.


“Kakak juga kangan kamu,


makanya kakak datang ke sini nemuin kamu.”

__ADS_1


“Iya kakak, kak bagaimana kabar


ibuk di sana?” tanya Julian.


“Ibuk kakak sehat, baik juga. Ibu


juga sangat merindukan kamu katanya .kamu sudah lama gak datang kerja ke rumah


lagi.”


“Iya kakak. Nanti kalau aku


pulang pasti tempat ibuk.”


“Bagaimana kuliah kamu di sini


berjalan dengan lancar?” tanya Tito.


“Lancar aja kak, kakak tahu


bagaimana kuliah jadi begitu.”


“Pokoknya kamu gak boleh ngeluh


“Tentu saja ding kakak. Oya kakak


sendiri gimana di sana. Kantor kakak baik- baik aja?”


“Iya kakak baik- baik aja,


semua berjalan dengan di harapkan.”


“Bagus lah kak.”


“Kak kita pesan makanan dulu


ya, soalnya lapar baru pulang  kuliah


belum sempat makan.”


“Oke kita pesan dulu.”


 Akhirnya mereka pesan makan, sambil menunggu

__ADS_1


makan datang mereka lanjutin berbicara.


“Bagaimana ke adaan Arga


sekarang Julian?”


“Kak Arga hilang kakak, dia


pergi dari Apartment,karena dia mengira aku terbebanin oleh dirinya.”


“Sudah berapa  dia pergi Julian?” tanya Tito.


“Sudah hampir 4 bulan yang lalu


kak, aku sudah mencari ke mana- mana juga gak ke temu.”


“Iya semoga dia bisa baik- baik


saja di sana.”


“ iya kak.”


Dari seberang sana anak buah Arga


memperhatikan ke dua orang mereka amati itu dan melaporkannya ke Arga.


Arga yang menerima laporan dari


anak buahnya itu langsung merasa geram, dari dulu dia memang tak menyukai Tito


anak dari tempat Julian berkerja. Kali ini dia tak bisa biarkan Julian lebih


dekat lagi dengan Tito, dia tahu bahwa tito menyukai gadisnya. Tentu saja itu


tidak akan terjadi semasih dirinya hidup. Dia juga sangat muak dengan gosib


yang di terima jika Adiknya Arlan berpacaran dengan gadisnya itu.


Arga segera ke luar dari


ruangannya ia ingin melihat sendiri ke dua oran itu, lebih tepatnya gadisnya. Dia


tak mau berbagi sedikitpun dengan orang lain jika menyakut Julian.

__ADS_1


__ADS_2