
Satu bulan sudah Jaya
mengganggu Julian di kampus dengan bagai
cara dirinya mengganggu Julian di kampus ini, namun tak sedikit pun wanita itu
terusik dengan berita dan gosib- gosib dirinya berpacaran dengan Jaya. Bahkan dirinya
hanya mengalah nafas saat semua orang membahas tentang dirinya. Di ingat tujuan
dia kesini untuk menimbah ilmu bukan
untuk yang lain sekarang dirinya akan fokus sama kuliahnya aja.
Dan kemaren dirinya dapat kabar bahwa Tito
salah satu orang yang di anggap Kakak oleh Julian datang ke sini untuk menemui
dirinya. Sehabis pulang kuliah Julia segera ke tempat janjiannya dengan Tito. Dengan
taksi dirinya ke sana. Tiba di sana dia sudah melihat seorang pria duduk di
sebuah kursi putih di sebelah pohon itu, Julian yakin itu Tito dengan langkah
panjang miliknya Julian menghampiri Tito.
Sampai di depan Tito Julian
meloncat memeluk Tito. Reflek saja dirinya ingin memeluk Tito, Tito yang di
peluk Julian tiba- tiba kaget namun dia tak mempermasalahkan hal itu dia juga
merindukan bocah kecil ini. sekarang bukan bocah lagi namun sudah menjadi gadis
yang sudah dewasa, cantik dan sudah cocok untuk di jadikan seorang istri.
“Kak Tito aku kangan kakak!”
Ucap Julian sambil merenggangkan pelukannya dari Tito.
“Kakak juga kangan kamu,
makanya kakak datang ke sini nemuin kamu.”
__ADS_1
“Iya kakak, kak bagaimana kabar
ibuk di sana?” tanya Julian.
“Ibuk kakak sehat, baik juga. Ibu
juga sangat merindukan kamu katanya .kamu sudah lama gak datang kerja ke rumah
lagi.”
“Iya kakak. Nanti kalau aku
pulang pasti tempat ibuk.”
“Bagaimana kuliah kamu di sini
berjalan dengan lancar?” tanya Tito.
“Lancar aja kak, kakak tahu
bagaimana kuliah jadi begitu.”
“Pokoknya kamu gak boleh ngeluh
“Tentu saja ding kakak. Oya kakak
sendiri gimana di sana. Kantor kakak baik- baik aja?”
“Iya kakak baik- baik aja,
semua berjalan dengan di harapkan.”
“Bagus lah kak.”
“Kak kita pesan makanan dulu
ya, soalnya lapar baru pulang kuliah
belum sempat makan.”
“Oke kita pesan dulu.”
Akhirnya mereka pesan makan, sambil menunggu
__ADS_1
makan datang mereka lanjutin berbicara.
“Bagaimana ke adaan Arga
sekarang Julian?”
“Kak Arga hilang kakak, dia
pergi dari Apartment,karena dia mengira aku terbebanin oleh dirinya.”
“Sudah berapa dia pergi Julian?” tanya Tito.
“Sudah hampir 4 bulan yang lalu
kak, aku sudah mencari ke mana- mana juga gak ke temu.”
“Iya semoga dia bisa baik- baik
saja di sana.”
“ iya kak.”
Dari seberang sana anak buah Arga
memperhatikan ke dua orang mereka amati itu dan melaporkannya ke Arga.
Arga yang menerima laporan dari
anak buahnya itu langsung merasa geram, dari dulu dia memang tak menyukai Tito
anak dari tempat Julian berkerja. Kali ini dia tak bisa biarkan Julian lebih
dekat lagi dengan Tito, dia tahu bahwa tito menyukai gadisnya. Tentu saja itu
tidak akan terjadi semasih dirinya hidup. Dia juga sangat muak dengan gosib
yang di terima jika Adiknya Arlan berpacaran dengan gadisnya itu.
Arga segera ke luar dari
ruangannya ia ingin melihat sendiri ke dua oran itu, lebih tepatnya gadisnya. Dia
tak mau berbagi sedikitpun dengan orang lain jika menyakut Julian.
__ADS_1