Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Go on Vacation


__ADS_3

 Malam hampir berganti pagi ayam sudah mulia


terdengar berkokok  Julian bangun dari


tidur dan melihat jam sudah menunjukkan jam setengah lima pagi. Ia segera bangun


dari tidurnya untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh dia juga


tak lupa membangunkan Arga saat itu juga.


Sekarang Mereka melaksanakan sholat subuh dengan penuh khusuk hingga selesai selesai


sholat Julian tidak lupa untuk membaca Alquran setiap ayat yang di dengar terdengar


sangat merdu sekali. Arga sangat menikmati suara merdu Julian setiap hari dirinya mendengarkan suara merdu itu, ia rasa ingin setiap detik mendengar suara indah itu.


Julian Menutup alqurannya  lalu ia melihat ke


arah Arga yang duduk di sampingnya itu.


“ Kak hari ini kita akan pergi jalan-jalan kakak mau ikut?” tanya Julian.


“Wah, aku sangat senang mendengarnya Julian !” jawab Arga dengan antusiasnya akan


ajakan Julian.


“Oke aku masak dulu untuk sarapan pagi ya kaka.”


“Iya kakak, mau mandi dulu,” ujarnya.

__ADS_1


“Ayok aku bantu dulu kakak mandi  biar habis


itu aku akan masak.


“Baik la.”


Julian membantu Arga untuk asuk dan memantu menyiramkan air ke seluruh tubuh Arga lalu juga membantunya membilas dengan sabun seluruh tubuh Arga. Memang semenjak


Julian Membawa Arga pulang ke gubuknya sejak itulah semua yang berurusan


dengan Arga itu juga urusan dirinya.


Memang setiap hari dirinya yang akan memandikan Arga baik pagi maupun di sore hari. Iya tubuh indah milik Arga sudah


hal biasa di lihat selama ini, dan dia juga menepis rasa kagum akan tubuh indah


Tentu saja Arga mengetahui hal itu, ia juga memperhatikan Julian setiap kali memandikan dirinya dengan lembut dan juga ada keraguan Julian saat dia mau membantu. Arga selalu menahan diri akan semuanya, ia tidak mau rahasianya ketahuan dan dia akan jujur di saat semua sudah tiba waktunya.


 Akhirnya Arga selesai mandi Julian menuntun ke kamar untuk menggunakan pakaiannya. Siap dengan Arga Julian segera ke dapur kecilnya itu untuk memasak nasi dan sambel untuk makan di pagi ini. julian mulai meniup kayu yang tersusun itu yang sudah terbakar supaya bertambah besar lalu dia segera menarok panci yang berisi beras.


 Satu jam kemudian sudah mulai masak Julian


segera menyajikannya di atas lalu dia memanggil Arga ke kamarnya.


“Kak ayok sini aku akan suapin ,” ucap Julian menyuapi Arga.


Arga Menerima dengan senang hati semua apa yang di lakukan Julia. Julian mulai makan


menyuapinya Arga hingga mereka selesai makan dan bersiap- siap.

__ADS_1


Sekarang Julian menaiki angkot  bersama Arga,


banyak orang yang melihat mereka terlebih ibuk- ibuk di angkot itu.


“Lihat gadis itu! siapa yang bersama  dia itu?”


“Aku juga gak tahu, sepertinya pria itu pacarnya.”


“Tapi kok dia begitu aneh ya kelihatannya.”


“mungkin dia orang idiot kali, jaman sekarang gadis memang tak tahu apa jalan


pikirannya.”


“Sepertinya memang benar pria itu Idiot  kasihan gadis itu, ngapain juga mau  pria idiot


itu begitulah bisik – bisik yang terdengar oleh mereka lebih tepatnya Julian. Dia sembarang


juga tak terima atas ucap ibuk-ibuk itu terhadap Arga akhirnya di angkat bicara


atas tuduhan ibuk- ibuk.


“Ibu jangan menuduh orang  sembarang jika ibuk tak tahu apa yang sedang


terjadi sama orang lain.”


“Emang itu kenyataan  jadi apa salahnya.”


“Tentu saja ada masalah buk, jangan pernah membicarakan orang mempunyai ke kekurangan seandainya ini juga terjadi sama anak ibuk.

__ADS_1


__ADS_2