Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Arlan Arrogant


__ADS_3

 Arlan yang melihat MABA itu melewatinya begitu saja sangat heran baru sekali ini ia melihat ada seorang MABA yang berani


melawan dirinya.


 Menarik kata Arlan di dalam hati.


MABA yang lain sudah mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh senior- seniornya


sekarang giliran mereka memintak tanda tangan dari Arlan Wijaya Arlan menyuruh


mereka bernyanyi dengan nada yang di tentukan oleh Arlan dan tentu saja itu


mengudang banyak tawa dari senior senior yang bertugas baru mereka mendapatkan


tanda tangan dari Jaya.


Hari sudah sore most untuk hari ini sudah selesai dan akan berlanjut esok hari ,


hari sudah sore Julian segera pulang ke Apartemennya ia teringat dengan Arga yang di Apartement yang mungkin sedang membutuhkan dirinya.


 Berjalan kaki ke Apartemennya untung saja


Apartement itu sangat dekat dengan kampusnya . ia tidak khawatir jika pergi ke


kampusnya. Sepenjang jalan ia melihat kanan – kiri melihat bangunan mega yang


dia sudah lihat satu minggu lalu namun etak kenapa dia tidak bosan untuk


memandang itu.


 Sesampai di Apartement dia Julian segera


membuka pintu Apartement itu dengan kartu yang ada di tangannya dan segera masuk


ke dalam, yang pertama  dia cari ke berada antara Arga tetapi tidak ada di ruang tamu atau dapur sama sekali.


Julian melanjutkan menuju kamarnya lalu ia mendorong pintu kamar miliknya itu ia


melihat sang Arga sedang tidur dia atas ranjang  dengan tangan terlipat sebagai bantalan di kepala dia. Julian melihat


itu sangat gemas sekali Arga tertidur seperti bayi saja.


Julian mendekati tempat tidurnya lalu ia duduk di samping ranjang tidur itu menatap


setiap inci wajah Arga yang tampan dan bersih tersebut dengan tersenyum. Dia terus


memperhatikan Wajah Arga lalu ia mendekatkan bibirnya ke dahi Arga untuk


menciumnya.


Rasa sayang Julian kepada Arga sangat tidak bisa di definisikan sama sekali, ia


sangat ingin melindungi Arga seterusnya. Ia sudah begitu sayang dan tak mau


kehilangan Arga sedikitpun. Setelah dia mencium dahi Arga ia tak lupa mengusap


rambut hitam Arga yang berkilau itu.


Julian beranjak dari sana menuju ke kamar mandi, saat Julian sudah masuk ke kamar


mandi Arga membuka matanya lalu ia tersenyum senang saat dia mengingat Julian


mencium dan mengusap kepalanya dengan kasih sayang. Emang itu yang di nantinya

__ADS_1


ia rela melakukan ini semua demi kasih sayang dan cinta Julian.


Ia sebenar gak tidur dari tadi  tetapi


ketika mendengar langkah kaki Julian menuju Kamer Arga langsung menuju ranjang dan pura- pura tidur di sana hingga ia merasakan sentuhan di kepalanya di usapannya oleh Julian. Saat Julian masuk kamar dia tersenyum .


Julian yang mau mandi tadi tiba- tiba ia ingat dengan senior yang sombong itu membuat


ia kesal dengan seniornya itu. kesal dengan pikirannya Julian langsung mengguyur tubuhnya dengan air itu hingga terasa senang di tubuhnya dan pikirannya.


Arga bangun dari ranjang lalu dia pura- pura ingin ke toilet tujuan dia hanya untuk


jahilin Julian yang begitu lama  di dalam


kamar mandi.


Tok...tok...


“Julian aku  kebelet pipis,” teriak Arga di depan


pintu toilet.


Julian yang di kamar mandi kaget saat namanya di panggil oleh Arga. Ia segera membilas tubuhnya dengan air hingga bersih, setelah bersih dia segera melilitkan


tubuhnya dengan handuk dan sedikit tergesa- gesa dirinya menuju Pintu


toiletnya itu.


Klek...


“Kak Arga  kenapa ?” tanya Julian.


“Julian aku  kebelet pingin pipis.”


Perasaan Arga saat ini kalang kabut  ketika  dia melihat Julian yang tubuh bersih dan body yang aduhai itu hanya di balut oleh handuk 5 cm di bawah pahanya . membuat Arga


harus  berperang dengan perasaaan ya saat


ini.Sabar Arga itu juga akan jadi milikmu nanti kamu harus bersabar saat


ini  kata Arga di hatinya.


Arga yang sudah sampai di antar Julian segera membalikan tubuhnya agar tidak melihat


apa yang di lakukan Arga.


Sekarang mereka sudah di kamar Julian segera memakai pakain miliknya lalu ia menghampiri


Arga yang duduk di tepi  ranjang  tersebut.


“Kak Arga mau  makan apa, biar Julian masakin?”


tanya Julian pada Arga.


“Apa saja yang penting kamu yang masak, kakak akan makan.”


“Baik la kalau gitu kakak tunggu di sini ya Julian mau ke dapur dulu untuk masak ya.”


“Iya kakak tunggu di sini ya, biar kamu cepat masaknya.”


Julian sudah keluar dari kamar Arga segera  membuka ponselnya lalu ia menghubungi


Asistennya.

__ADS_1


“Bagaimana dengan perubahan yang aku mau?” tanyanya pada Asistennya yang bernama kevin.


“Semua sudah beres Bos sekarang Arkan Wijay lagi cari investor yang mau berinvestasi di


Perusahaan.”


“Kerja bagus, terus awasi gerak – geriknya dan jangan lupa laporkan pada ku. Dan kau


tolong pantau semua kegiatan di perusahaan ku!” perintah Arga pada Kevin


asistennya.


“Baik bos saya akan pantau semua.”


“Bagus lah.”


Lalu. Arga mematikan  sambungan sepihak Arkan Wijaya  kamu akan rasakan bagaimananya kamu menderita dengan perlahan- lahan batin Arga. Lalu ia memasukan Ponselnya ke dalam sakunya dan duduk menunggu Julian wanita malaikatnya itu untuk


memanggilnya.


Julian yang berikut dengan  masakannya hari ini di bikin tumis daging dan sayur col untuk Arga semoga Arga suka dengan


masakannya kali ini. setelah ia sajikan di atas meja makan tinggal ia memanggil Arga ke Kamar .


Julian masuk ke dalam kamar terus  ia


menghampiri Arga.


“Kak Arga yuk kita makan lagi,” ajak Julian .


“baik,” Arga hanya menurut saja .


 Sesampai di meja makan Julian segera


mengambilkan makanan yang dia masak dan menyuapi Arga dengan talentanya hingga


semua makanan habis dan kandas.


Sedangkan dia lain tempat lebih tepatnya di kediaman Arkan .


Arkan pulang ke rumah  dia ia melihat sang


mamanya berdiri menghampiri dirinya yang baru pulang dari luar dengan keadaan


kusut.


“Arkan kenapa penampilan  kamu seperti ini?”


tanya Mama Arkan.


“Ma,Arkan istirahat dulu ya Ma, sekarang Arkan sangat capek sekali Ma!” ucapnya.


“Tapi kamu kok sampai seperti ini?” tanya Julia mamanya Arkan.


“Perusahaan Arkan sedang di ambang ke bankrutan Ma, Arkan  lagi pusing Mama tanya nanti saja ya,” ucap Arkan sambil meninggalkan  Mamanya.


 Sesampai di kamar Arkan langsung membanting barang- barang yang ada di depan dia, sebab ia sangat kesal dan pusing dengan


keadaan perusahaannya yang sedang terombang ambingkan ke bangkrutan.


“Sial siapa  yang membuat perusahaannya seperti ini?” ucap Arkan dengan lantang dan menggema di kamar dia itu.


Ia akan mencari siapa yang berani mengganggu ke tendangan dirinya dan membalas

__ADS_1


semua perbuatannya jika ia ingin main- main dengan Arkan Wijaya batin Arkan.


__ADS_2