
Arlan yang melihat MABA itu melewatinya begitu saja sangat heran baru sekali ini ia melihat ada seorang MABA yang berani
melawan dirinya.
Menarik kata Arlan di dalam hati.
MABA yang lain sudah mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh senior- seniornya
sekarang giliran mereka memintak tanda tangan dari Arlan Wijaya Arlan menyuruh
mereka bernyanyi dengan nada yang di tentukan oleh Arlan dan tentu saja itu
mengudang banyak tawa dari senior senior yang bertugas baru mereka mendapatkan
tanda tangan dari Jaya.
Hari sudah sore most untuk hari ini sudah selesai dan akan berlanjut esok hari ,
hari sudah sore Julian segera pulang ke Apartemennya ia teringat dengan Arga yang di Apartement yang mungkin sedang membutuhkan dirinya.
Berjalan kaki ke Apartemennya untung saja
Apartement itu sangat dekat dengan kampusnya . ia tidak khawatir jika pergi ke
kampusnya. Sepenjang jalan ia melihat kanan – kiri melihat bangunan mega yang
dia sudah lihat satu minggu lalu namun etak kenapa dia tidak bosan untuk
memandang itu.
Sesampai di Apartement dia Julian segera
membuka pintu Apartement itu dengan kartu yang ada di tangannya dan segera masuk
ke dalam, yang pertama dia cari ke berada antara Arga tetapi tidak ada di ruang tamu atau dapur sama sekali.
Julian melanjutkan menuju kamarnya lalu ia mendorong pintu kamar miliknya itu ia
melihat sang Arga sedang tidur dia atas ranjang dengan tangan terlipat sebagai bantalan di kepala dia. Julian melihat
itu sangat gemas sekali Arga tertidur seperti bayi saja.
Julian mendekati tempat tidurnya lalu ia duduk di samping ranjang tidur itu menatap
setiap inci wajah Arga yang tampan dan bersih tersebut dengan tersenyum. Dia terus
memperhatikan Wajah Arga lalu ia mendekatkan bibirnya ke dahi Arga untuk
menciumnya.
Rasa sayang Julian kepada Arga sangat tidak bisa di definisikan sama sekali, ia
sangat ingin melindungi Arga seterusnya. Ia sudah begitu sayang dan tak mau
kehilangan Arga sedikitpun. Setelah dia mencium dahi Arga ia tak lupa mengusap
rambut hitam Arga yang berkilau itu.
Julian beranjak dari sana menuju ke kamar mandi, saat Julian sudah masuk ke kamar
mandi Arga membuka matanya lalu ia tersenyum senang saat dia mengingat Julian
mencium dan mengusap kepalanya dengan kasih sayang. Emang itu yang di nantinya
__ADS_1
ia rela melakukan ini semua demi kasih sayang dan cinta Julian.
Ia sebenar gak tidur dari tadi tetapi
ketika mendengar langkah kaki Julian menuju Kamer Arga langsung menuju ranjang dan pura- pura tidur di sana hingga ia merasakan sentuhan di kepalanya di usapannya oleh Julian. Saat Julian masuk kamar dia tersenyum .
Julian yang mau mandi tadi tiba- tiba ia ingat dengan senior yang sombong itu membuat
ia kesal dengan seniornya itu. kesal dengan pikirannya Julian langsung mengguyur tubuhnya dengan air itu hingga terasa senang di tubuhnya dan pikirannya.
Arga bangun dari ranjang lalu dia pura- pura ingin ke toilet tujuan dia hanya untuk
jahilin Julian yang begitu lama di dalam
kamar mandi.
Tok...tok...
“Julian aku kebelet pipis,” teriak Arga di depan
pintu toilet.
Julian yang di kamar mandi kaget saat namanya di panggil oleh Arga. Ia segera membilas tubuhnya dengan air hingga bersih, setelah bersih dia segera melilitkan
tubuhnya dengan handuk dan sedikit tergesa- gesa dirinya menuju Pintu
toiletnya itu.
Klek...
“Kak Arga kenapa ?” tanya Julian.
“Julian aku kebelet pingin pipis.”
Perasaan Arga saat ini kalang kabut ketika dia melihat Julian yang tubuh bersih dan body yang aduhai itu hanya di balut oleh handuk 5 cm di bawah pahanya . membuat Arga
harus berperang dengan perasaaan ya saat
ini.Sabar Arga itu juga akan jadi milikmu nanti kamu harus bersabar saat
ini kata Arga di hatinya.
Arga yang sudah sampai di antar Julian segera membalikan tubuhnya agar tidak melihat
apa yang di lakukan Arga.
Sekarang mereka sudah di kamar Julian segera memakai pakain miliknya lalu ia menghampiri
Arga yang duduk di tepi ranjang tersebut.
“Kak Arga mau makan apa, biar Julian masakin?”
tanya Julian pada Arga.
“Apa saja yang penting kamu yang masak, kakak akan makan.”
“Baik la kalau gitu kakak tunggu di sini ya Julian mau ke dapur dulu untuk masak ya.”
“Iya kakak tunggu di sini ya, biar kamu cepat masaknya.”
Julian sudah keluar dari kamar Arga segera membuka ponselnya lalu ia menghubungi
Asistennya.
__ADS_1
“Bagaimana dengan perubahan yang aku mau?” tanyanya pada Asistennya yang bernama kevin.
“Semua sudah beres Bos sekarang Arkan Wijay lagi cari investor yang mau berinvestasi di
Perusahaan.”
“Kerja bagus, terus awasi gerak – geriknya dan jangan lupa laporkan pada ku. Dan kau
tolong pantau semua kegiatan di perusahaan ku!” perintah Arga pada Kevin
asistennya.
“Baik bos saya akan pantau semua.”
“Bagus lah.”
Lalu. Arga mematikan sambungan sepihak Arkan Wijaya kamu akan rasakan bagaimananya kamu menderita dengan perlahan- lahan batin Arga. Lalu ia memasukan Ponselnya ke dalam sakunya dan duduk menunggu Julian wanita malaikatnya itu untuk
memanggilnya.
Julian yang berikut dengan masakannya hari ini di bikin tumis daging dan sayur col untuk Arga semoga Arga suka dengan
masakannya kali ini. setelah ia sajikan di atas meja makan tinggal ia memanggil Arga ke Kamar .
Julian masuk ke dalam kamar terus ia
menghampiri Arga.
“Kak Arga yuk kita makan lagi,” ajak Julian .
“baik,” Arga hanya menurut saja .
Sesampai di meja makan Julian segera
mengambilkan makanan yang dia masak dan menyuapi Arga dengan talentanya hingga
semua makanan habis dan kandas.
Sedangkan dia lain tempat lebih tepatnya di kediaman Arkan .
Arkan pulang ke rumah dia ia melihat sang
mamanya berdiri menghampiri dirinya yang baru pulang dari luar dengan keadaan
kusut.
“Arkan kenapa penampilan kamu seperti ini?”
tanya Mama Arkan.
“Ma,Arkan istirahat dulu ya Ma, sekarang Arkan sangat capek sekali Ma!” ucapnya.
“Tapi kamu kok sampai seperti ini?” tanya Julia mamanya Arkan.
“Perusahaan Arkan sedang di ambang ke bankrutan Ma, Arkan lagi pusing Mama tanya nanti saja ya,” ucap Arkan sambil meninggalkan Mamanya.
Sesampai di kamar Arkan langsung membanting barang- barang yang ada di depan dia, sebab ia sangat kesal dan pusing dengan
keadaan perusahaannya yang sedang terombang ambingkan ke bangkrutan.
“Sial siapa yang membuat perusahaannya seperti ini?” ucap Arkan dengan lantang dan menggema di kamar dia itu.
Ia akan mencari siapa yang berani mengganggu ke tendangan dirinya dan membalas
__ADS_1
semua perbuatannya jika ia ingin main- main dengan Arkan Wijaya batin Arkan.