Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Arkan Wijaya


__ADS_3

Arkan Wijaya dia memang sosok yang sangat idaman sosok sempurna di mata para wanita-wanita yang menggilai dirinya. Mempunyai rupa yang gagah bak titisan Pangeran, kulitnya yang putih, hidung yang mancung, dan senyuman yang manis. Akan tetapi di balik senyuman manis itu ternyata dia orang yang sangat kejam.


Arkan yang selalu di utamakan oleh ibunya, ia anak yang selalu di sanjung-sanjung oleh orang tuanya saat dirinya berada di rumah dan di luar pun tidak dengan Arga yang selalu jadi tempat caki maki ibunya, dulu dirinya terpaksa melakukan hal yang menarik simpatik ayahnya untuk mendapatkan warisan itu. dia rela- rela bersikap perhatian, sayang sama Arga si buta itu hanya untuk mendapatkan warisan ayahnya yang akan jatuh pada dirinya.


Saat ibunya memberitahu jika Arga si buta itu di campakkan oleh ibunya, Arkan sangat senang hingga dirinya mengadakan pesta besar- besaran akan hal itu. Dia juga mengambil Alih semuanya perusahaan, yang tersebar di beberapa negara.


Seperti saat ini Arkan sedang berada di sebuah Club malam bersama teman- temannya yang sedang minum-minumnya terlihat ada dua wanita yang duduk di atas pahanya hanya menggunakan pakaian yang minim sekali jika di bilang tidak mengenakan pakaian . Arkan akan selalu bersenang- senang seperti itu di setiap harinya ia datang ke Club malam itu untuk bersenang-senang untuk memenuhi hasratnya.


Sentuhan demi sentuhan yang di dapat Arkan dari wanita –wanita itu ya tentu saja mereka tak segang –segan melakukan hal –hal yang tidak baik. Arkan juga ikut aktif menyentuh tubuh wanita- wanita itu, setelah dia puas maka dia akan pergi begitu saja.


“Bro.. hari ini kita pesta sampai pagi ya,” ucap salah satu temannya.


“Iya kalian bisa nikmati sampai pagi dan bersenang-senang lah. Aku pamit dulu,” balas Arkan.

__ADS_1


”Wah gak seru! Kamu pulang emang gak puas,” ucap temannya.


“Puas dong, tapi aku gak bakal mau sama meraka yang sudah berkali-kali di masukin, aku maunya yang perawan!” ucapnya.


“Oke-oke lah kalau seperti itu, lo hati-hati ya.”


Arkan segera ke luar dari Club malam tersebut menuju mobilnya dia berniat untuk tidur di apartement miliknya hari ini sebelum itu dia juga mengabari ibunya.


Sedangkan di gubuk Julian sedang fokus belajar untuk ujian besok hari walau dirinya juga belajar di hari-hari sebelumnya namun dia hanya melihat kembali materinya dengan fokus.


Arga bangun dari tidur- tidurnya mendekat ke posisi Julian untuk bisa duduk di samping gadis itu. Julian yang sadar ia membantu Arga untuk duduk di sampingnya.


“Kamu lagi apa?” tanya Arga padahal dirinya lihat sendiri jika Julian sedang fokus belajar.

__ADS_1


“Aku lagi belajar untuk besok kak,” jawabnya.


“Apa kamu ke susahan?” tanya Arga.


“Tidak kak aku gak kesusahan kok, ini masih bisa aku.


“Kamu Sebentar lagi mau lulus sekolah terus mau lanjut Kuliah dimana Julian?” tanya Arga.


“Aku juga belum tahu kak, seandainya aku dapat Beasiswa aku mau lanjut Kuliah di Amerika kak.”


“Semoga kamu bisa dapat ya Julian.”


“Iya kak, nanti aku juga akan bawa kakak juga kok ke sana,” ujarnya.

__ADS_1


__ADS_2