Posesif Pria Buta

Posesif Pria Buta
Perkelahian


__ADS_3

 Hari ini Julian datang ke kampus dengan wajah yang mengantuk karena dirinya  tak


menemukan Arga selama satu minggu dia mencari. Hari ini di berjalan menuju


kelas menjalang kelasnya dari kejauhan ada sosok senior yang paling di hindari


oleh Julian akhir- akhir ini karena sikap yang sombong angkuh dia miliki sehingga bisa berbuat semau dia saja.


 Sosok itu berjalan menghampiri Julian dengan


gaya yang cool alah Arlan Wijaya yang   biasa di panggil Jaya tersebut.


“ Hey MABA  pagi- pagi aja ngantuk datang ke kampus, kalau


mau tidur sana di rumah.”


 Julian hanya diam tak menghiraukan kata  Jaya tersebut dirinya terus saja


berjalan  melewati  Jaya.  Jaya yang di acuhkan terlihat tidak menyukai  hal itu dengan cepat dia menghadang langkah


Julian  yang panjang itu.


“MABA tak ada sopan satuannya sama


sekali.”


“ Lalu bagaimana dengan Anda sendiri!


Apa anda punya sopan santun?”  protes


Julian yang kesalahan sama Jaya.


“ tentu saja aku  punya sopan santun.”


“Kalau punya sopan santu gak mungkin


Anda bisa membedakan mana yang orang bisa di ajak bercanda atau serius , lagian


Anda seperti anak kecil yang menghadang jalan orang lain.”


“MABA makin hari makin berani sewot ya


,” ejek Jaya..


“kalau iya emang kenapa? Lagian aku gak


takut sama orang yang banyak gaya seperti kamu, sudah sombong dan tak tahu


sopan santun. Bagaimana mau jadi contoh orang seperti Anda senior!” ejek bali


Julian pada Jaya.


Seketika terbungkam oleh kata-kata yang


di katakan oleh MABA didepan dirinya, namun semua di tepis demi membuat


MABA songong ini  menderita di sini. Julian


segera pergi dari sana menuju kelasnya banyak mata yang memperhatikan dirinya


di sepanjang koridor itu, namun tak di hiraukan olehnya.


 Jaya


yang di tinggal oleh MABA Itu  dia begitu


marah sekali baru kali ini ada mahasiswa baru yangmengabaikan dirinya. Tak ada


yang berani mengabaikan dirinya selama ini , bahkan diriinya jadi idola  oleh semua  wanita  tapi kenapa dengan wanita


itu tidak  bergiming sama sekali dengan


dirinya.


 Dia


pun berjalan  menuju kelas Maba itu untuk

__ADS_1


membuat dia menderita, sungguh dia merasa di acuhkan , Sampai mana  Maba tersebut mampu bertahan.


 Sorak


dari semua dari teman – teman kelas itu saat Jaya datang ke kelas mereka ,


semua  teman- teman wanita di kelas


ini  mengidolakan Jaya senior sombong itu


kecuali Julian sendiri yang tak  menyukai


senior tersebut.


 Jaya


mendekati  Julian lalu dengan tak sopan


dirinya duduk diatas  meja Julian dengan


gaya yang sombong lalu  dia menghadapkan


ke Julian sambil mengcengkram dagu Julian dengan keras. Julian merasa kesakitan


dengan itu , dia berusaha melepaskan tangan jaya namun sangat Sulit sekali


sebab kekuatan Julian tak sebanding dengan Jaya.


“Ingat gadis sombong di sini gue bisa


ajak mengeluarkan lo dari sini, asal lo tahu lo di sini hanya karena beasiswa


saja. Jadi jangan sok- sok  di sini. Dan satu


lagi mulai dari hari ini lo harus ikutin perintah gue.”


Dia semakin kencang mengcekram dagu  Julian. Julian  yang tak terima dan dia gak bakal pernah mau


mengikuti perintah  orang sombong di


ubun- ubun melihat dirinya di ejek dan di hina oleh senior yang tak patut di


contoh .


 Bug..


bug.. bug...bug.. tinju melayang  di


kedua pipih putih nan mulus milik Jaya ,dan Jaya pun terhuyung ke belakang


akibat tinjuan yang di berikan oleh Julian sangatlah kuat


 Dirinya


tak mempertahankan keseimbangan tubuhnya dan semua yang melihat di sana sangat


kaget apa yang terjadi. Seorang idola kampus terkenal ini di pukul  oleh seorang mahasiswa baru.


Bug... brak..... satu tendangan mendarat


di perut Jaya dan ia terpelanting ke lantai dan membuat kursi dan meja


berjatuhan akibat  Jaya jatuh.


“Asal lo tahu , gue memengah di sini


karena beasiswa, ingat beasiswa prestasi dan itu menggambarkan gue itu pintar


dan mampu menggunakan otak gue untuk pendidikan gue! Gak kayak lo yang masuk


kesini hanya mengandalkan uang.... uang ... ya, gue aku uang membuat anda


seenaknya saja  ke semua orang, tapi


tidak dengan  gue. Ingat sekali lagi lo


ganggu gue maka  siap- siapkan kuburan

__ADS_1


untuk lo,”  kata Julian dengan tegas dan


lantang di sana.


Jaya yang sedang meringis kesakitan di


atas lantai sana di bantu oleh beberapa orang ke UKS.


“Semua yang melihat kejadian tadi harap


diam , jika kalian ada yang menyebarkan atau memvidoekan akan bernasib sama


dengan dia!”


Jaya yang sudah di obati oleh para


petugas Uks sangat marah dan dendam terhadap Julian , berani- beraninya dia


melakukan ini pada dirinya. Lihat saja dia akan membalas semua yan dia lakukan


maba itu.


 Julian


mulai mengikuti  perkuliahan dengan hikmah


setelah kejadian tadi dia fokus untuk mendengarkan penjelasan dari Dosen yang


di depannya itu.


 Arga


yang baru saja turun ke meja makan langsung dapat laporan jika gadisnya  sudah memukuli orang dan sampai babak belur,


dan informasi yang di didapat bahwa yang  di pukulannya adalah Arlan Wijaya, adik  dari Arga Wijaya yang sudah lama kabur dari rumah. Dia pergi dari rumah


semenjak ke tahuan oleh Ayahnya sedang balapan Liar.


Dia sedikit tenang  jika Adiknya itu baik- baik saja selama ini.


ternyata dia sudah besar Arga sangat mengingat kenakalan adiknya itu, dan


bagaimana dirinya dalam  dunia balap akan


menjadi sosok yang akan melakukan berbagai cara agar dirinya menang.


Arga yang  rindu dengan Julian saat ini dirinya harus


pergi ke Apartment Julian. Stelah dia membaca pesan di ponselnya Arga segera


makan secepat mungkin.


 Setelah


selesai dirinya pun pergi ke Apartment Julian dia ingin beristirahat di kamar


Julian sebentar, melepas rasa rindu di hatinya itu. wajah gadisnya itu selalu


terbayang oleh dirinya. Sudah satu minggu dirinya tak melihat wajah Julian


secara langsung.


 Sesampai


di Apartment Arga segera masuk ke dalam  pas dia melangkah  kakinya dia


melihat Apartment sangat berangtakan sekali dan barang- barang tak berada  tempatnya. Dia menghela nafas lalu memunguti


barang- barang itu lalu menaroknya pada tempatnya. Hingga semua bersih. Baru


lah dirinya pergi ke dalam untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia melemparkan


tubuhnya di atas ranjang Julian yang penuh dengan aroma tubuh Julian yang


sangat wangi. Arga akhirinya memejamkan mata di sana , tampak dirinya sangat


menikmati tidur di sana.

__ADS_1


__ADS_2