
Hari ini Julian datang ke kampus dengan wajah yang mengantuk karena dirinya tak
menemukan Arga selama satu minggu dia mencari. Hari ini di berjalan menuju
kelas menjalang kelasnya dari kejauhan ada sosok senior yang paling di hindari
oleh Julian akhir- akhir ini karena sikap yang sombong angkuh dia miliki sehingga bisa berbuat semau dia saja.
Sosok itu berjalan menghampiri Julian dengan
gaya yang cool alah Arlan Wijaya yang biasa di panggil Jaya tersebut.
“ Hey MABA pagi- pagi aja ngantuk datang ke kampus, kalau
mau tidur sana di rumah.”
Julian hanya diam tak menghiraukan kata Jaya tersebut dirinya terus saja
berjalan melewati Jaya. Jaya yang di acuhkan terlihat tidak menyukai hal itu dengan cepat dia menghadang langkah
Julian yang panjang itu.
“MABA tak ada sopan satuannya sama
sekali.”
“ Lalu bagaimana dengan Anda sendiri!
Apa anda punya sopan santun?” protes
Julian yang kesalahan sama Jaya.
“ tentu saja aku punya sopan santun.”
“Kalau punya sopan santu gak mungkin
Anda bisa membedakan mana yang orang bisa di ajak bercanda atau serius , lagian
Anda seperti anak kecil yang menghadang jalan orang lain.”
“MABA makin hari makin berani sewot ya
,” ejek Jaya..
“kalau iya emang kenapa? Lagian aku gak
takut sama orang yang banyak gaya seperti kamu, sudah sombong dan tak tahu
sopan santun. Bagaimana mau jadi contoh orang seperti Anda senior!” ejek bali
Julian pada Jaya.
Seketika terbungkam oleh kata-kata yang
di katakan oleh MABA didepan dirinya, namun semua di tepis demi membuat
MABA songong ini menderita di sini. Julian
segera pergi dari sana menuju kelasnya banyak mata yang memperhatikan dirinya
di sepanjang koridor itu, namun tak di hiraukan olehnya.
Jaya
yang di tinggal oleh MABA Itu dia begitu
marah sekali baru kali ini ada mahasiswa baru yangmengabaikan dirinya. Tak ada
yang berani mengabaikan dirinya selama ini , bahkan diriinya jadi idola oleh semua wanita tapi kenapa dengan wanita
itu tidak bergiming sama sekali dengan
dirinya.
Dia
pun berjalan menuju kelas Maba itu untuk
__ADS_1
membuat dia menderita, sungguh dia merasa di acuhkan , Sampai mana Maba tersebut mampu bertahan.
Sorak
dari semua dari teman – teman kelas itu saat Jaya datang ke kelas mereka ,
semua teman- teman wanita di kelas
ini mengidolakan Jaya senior sombong itu
kecuali Julian sendiri yang tak menyukai
senior tersebut.
Jaya
mendekati Julian lalu dengan tak sopan
dirinya duduk diatas meja Julian dengan
gaya yang sombong lalu dia menghadapkan
ke Julian sambil mengcengkram dagu Julian dengan keras. Julian merasa kesakitan
dengan itu , dia berusaha melepaskan tangan jaya namun sangat Sulit sekali
sebab kekuatan Julian tak sebanding dengan Jaya.
“Ingat gadis sombong di sini gue bisa
ajak mengeluarkan lo dari sini, asal lo tahu lo di sini hanya karena beasiswa
saja. Jadi jangan sok- sok di sini. Dan satu
lagi mulai dari hari ini lo harus ikutin perintah gue.”
Dia semakin kencang mengcekram dagu Julian. Julian yang tak terima dan dia gak bakal pernah mau
mengikuti perintah orang sombong di
ubun- ubun melihat dirinya di ejek dan di hina oleh senior yang tak patut di
contoh .
Bug..
bug.. bug...bug.. tinju melayang di
kedua pipih putih nan mulus milik Jaya ,dan Jaya pun terhuyung ke belakang
akibat tinjuan yang di berikan oleh Julian sangatlah kuat
Dirinya
tak mempertahankan keseimbangan tubuhnya dan semua yang melihat di sana sangat
kaget apa yang terjadi. Seorang idola kampus terkenal ini di pukul oleh seorang mahasiswa baru.
Bug... brak..... satu tendangan mendarat
di perut Jaya dan ia terpelanting ke lantai dan membuat kursi dan meja
berjatuhan akibat Jaya jatuh.
“Asal lo tahu , gue memengah di sini
karena beasiswa, ingat beasiswa prestasi dan itu menggambarkan gue itu pintar
dan mampu menggunakan otak gue untuk pendidikan gue! Gak kayak lo yang masuk
kesini hanya mengandalkan uang.... uang ... ya, gue aku uang membuat anda
seenaknya saja ke semua orang, tapi
tidak dengan gue. Ingat sekali lagi lo
ganggu gue maka siap- siapkan kuburan
__ADS_1
untuk lo,” kata Julian dengan tegas dan
lantang di sana.
Jaya yang sedang meringis kesakitan di
atas lantai sana di bantu oleh beberapa orang ke UKS.
“Semua yang melihat kejadian tadi harap
diam , jika kalian ada yang menyebarkan atau memvidoekan akan bernasib sama
dengan dia!”
Jaya yang sudah di obati oleh para
petugas Uks sangat marah dan dendam terhadap Julian , berani- beraninya dia
melakukan ini pada dirinya. Lihat saja dia akan membalas semua yan dia lakukan
maba itu.
Julian
mulai mengikuti perkuliahan dengan hikmah
setelah kejadian tadi dia fokus untuk mendengarkan penjelasan dari Dosen yang
di depannya itu.
Arga
yang baru saja turun ke meja makan langsung dapat laporan jika gadisnya sudah memukuli orang dan sampai babak belur,
dan informasi yang di didapat bahwa yang di pukulannya adalah Arlan Wijaya, adik dari Arga Wijaya yang sudah lama kabur dari rumah. Dia pergi dari rumah
semenjak ke tahuan oleh Ayahnya sedang balapan Liar.
Dia sedikit tenang jika Adiknya itu baik- baik saja selama ini.
ternyata dia sudah besar Arga sangat mengingat kenakalan adiknya itu, dan
bagaimana dirinya dalam dunia balap akan
menjadi sosok yang akan melakukan berbagai cara agar dirinya menang.
Arga yang rindu dengan Julian saat ini dirinya harus
pergi ke Apartment Julian. Stelah dia membaca pesan di ponselnya Arga segera
makan secepat mungkin.
Setelah
selesai dirinya pun pergi ke Apartment Julian dia ingin beristirahat di kamar
Julian sebentar, melepas rasa rindu di hatinya itu. wajah gadisnya itu selalu
terbayang oleh dirinya. Sudah satu minggu dirinya tak melihat wajah Julian
secara langsung.
Sesampai
di Apartment Arga segera masuk ke dalam pas dia melangkah kakinya dia
melihat Apartment sangat berangtakan sekali dan barang- barang tak berada tempatnya. Dia menghela nafas lalu memunguti
barang- barang itu lalu menaroknya pada tempatnya. Hingga semua bersih. Baru
lah dirinya pergi ke dalam untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia melemparkan
tubuhnya di atas ranjang Julian yang penuh dengan aroma tubuh Julian yang
sangat wangi. Arga akhirinya memejamkan mata di sana , tampak dirinya sangat
menikmati tidur di sana.
__ADS_1