
flashback
percakapan telepon raka dengan yengki....
..."besok deh gue ke basecamp ya " jawab raka
"ya udah deh" jawab yengki agak kecewa tapi dia juga kasihan dengan raka
yengki lantas menutup teleponnya.
raka juga langsung tertidur saat itu...
...«di basecamp»...
"yengk gimana raka bakal datang? " tanya jeki
"gak. Dia katanya capek habis kerja" jawab yengki
"yahh ga seru dong" jawab arda
"ya mau gimana lagi? " sahut jeki
"gue dengar ya kalau raka sekarang udah tinggal sama paman dan bibinya lagi" ujar salah satu anak yang kebetulan satu kerjaan sama raka.
"lho tau aja😅" jawab arda
"ya benar kok orang pamannya raka yang bilang" jawab anak itu lagi
"gue sebenarnya kasihan sama raka dia terus aja disiksa sama paman dan bibinya" ujar arda dengan wajah sedih 😭
"iya gue juga" jawab yengki
“raka terlalu baik untuk ditipu kayak gitu” sahut jeki
“iya. ”jawab arda
Sebenarnya raka juga memiliki firasat yang tidak baik dengan kebaikan bibinya secara mendadak itu. Tapi raka juga tidak ada alasan untuk menolak tawaran bibinya, disisi lain raka tidak enak hati jika menolak mentah-mentah tawaran bibiknya.
Dua bulan kemudian...
Akhirnya dua bulan sudah berlalu, sikap bibi suar yang selama ini baik sudah mulai kelihatan maksud nya apa?
Saat raka gajiah pertama dari dia tinggal di rumah bibi suarnya, bibi suar sudah meminjam uang kepada raka. Alasan bibi suar meminjam uang untuk kebutuhan sehari-hari karena paman raka memberikan uang sangat sedikit dan bibi suar juga harus menikahkan anaknya. Namun nyatanya setelah bulan kedua bibi suar meminjam uang lagi ke raka.
Setelah bulan kedua bibi suar meminjam uang, raka baru tau kalau uang itu sengaja di pinjam bibi suar untuk membayar cicilan tanah yang dibeli dengan bibi suar di kampung lain.
setelah ini juga bibi suar langsung pindah ke desa lain, raka ditinggal di kan oleh bibi suar setelah dia mendapatkan yang dia mau. Raka tinggal di rumah itu bersama nenek asih dan kakeknya.
__ADS_1
Dalam hati raka dia menyesal mempercayai bibi suar, ternyata dia dimanfaatkan lagi.
sore itu setelah raka pulang kerja dia sampai dirumah, tapi keadaan rumah sepi. Nenek asih terdengar menangis dan kakek nya raka juga terlihat berwajah sedih.
raka bingung ada apa sebenarnya, pamannya yang seharusnya sudah pulang lebih dulu juga tidak ada.
“Nek, kek, ada apa ini? kok kalian sedih gitu” tanya raka penasaran.
nenek asih dan kakek nya raka hanya diam
“owh ya paman dan bibi dimana?” lanjut raka bertanya sambil duduk.
“Paman dan bibi kamu sudah pergi raka” Jawab kakek nya raka sedih
“pergi! kemana kek?” tanya raka sangat terkejut
“mereka pindah rumah raka” Jawab nenek asih
“hah pindah rumah? tapi pindah kemana kek&nek” tanya raka gelisah
“ke kampung sebelah rak, bibi kamu diam-diam sudah membeli tanah disana” jawab kakeknya raka
“Kamu sih raka, kenapa kamu kasi pinjam uang bibi kamu? jadi dia kan bisa melunasi tanah yang dilelang itu” lanjut marah nenek menyalakan raka
"apa?" tanya raka dengan wajah tidak sangka
"Jadi selama ini bibi minjam uang untuk membeli tanah yang dilelang murah? " tanya raka lagi.
“iya. pakai nanya lagi” Jawab nenek asih ketus
“hah kurang ajar” ujar raka sambil berdiri dan memukul meja yang ada di samping nya
“raka, pergi dulu kek&nek” lanjut raka sambil pergi dengan wajah marah
“mau kemana kamu?” tanya kakek nya raka dengan sedikit berteriak
“aku mau keluar kek” jawab raka sambil menutup pintu dari luar dan langsung pergi
awalnya raka mau menghampiri bibi suar nya karena raka tau tempat bibi dan paman nya tinggal sekarang.
Tapi di tengah jalan raka malah di cegat sama teman-teman nya
"rak!!! rak!!! rak!! " panggil teman raka saat melihat raka lewat di depan basecamp mereka
raka yang mendengar panggilan itu, mau tidak mau harus balik ke basecamp.
“lho kenapa kayak marah gitu rak? sampai lupa sama basecamp” tanya bud teman raka
__ADS_1
“gue sebenarnya gak mau ke basecamp, tapi gue mau nyamlerin bibi gue. Masak dia mintak seluruh gaji gue selama dua bulan ini untuk beli tanah yang baru di lelang di kampung barat sih. Gue gak terima kalau keringat gue dipakai kekayaan sama bibi gue ” jawab raka panjang lebar dengan nada marah.
“apa? keterlaluan banget itu bibi lho” jawab bud tadi
“gue gak habis pikir sama bibi lho rak, dia kok tega gitu sih” sahut jeki tidak sangka
“mendingan kita cari bareng-bareng yok” lanjut bud dengan agak emosi
awalnya raka setuju tapi arda datang dan melerai permasalahan itu
“ehh rak!! rak!! gue saranin mending jangan deh” ujar arda sambil mengelus punggung raka
“maksud lho apa ar? gue udah gak bisa sabar lagi kalau terus diginiin” jawab raka emosi
“ehh lho jangan emosi dulu dong. maksud gue kayak gini rak, kalau lho nyari sekarang sama geng ini nanti kalau bibi kamu makin marah nanti dia bakal nyakitin lho lagi gimana? lho kan tau sendiri bibi lho itu licik dia suka main hitam” jelas arda
“gue setuju sama arda rak”
sahut yengki
“lho jangan gegabah rak, bukannya kita gak peduli sama perasaan lho tapi kan ini masalah keluarga dan gue juga gak mau kalau nanti kemarahan bibi lho itu akan berakibat patal buat lho” ujar arda lagi
semua ucapan raka membuat raka sedikit mereda, akhirnya raka mau menunda mencari bibinya ke kampung sebalah
“ya udah deh gue turutin mau lho ar, gue juga kasihan sama paman gue” ujar raka
“terus kenapa lho kasihan sama paman lho, bukan nya dia juga jahat sama lho?” tanya bud lagi
“nah itu dia bud, paman gue emang jahat tapi gue kasihan sama dia soalnya dia ditekan sama istrinya” jawab raka
“cerita lho rumit juga ya rak” ujar bud
“ya gitu deh” jawab raka
"rak daripada lho sedih gitu mending kita bersenang-senang disini ya gak" ujar dudung dari kejauhan
“iya rak, mending kita nyanyi-nyanyi kek ngapain gitu biar gak suntuk” sahut arda sambil membujuk raka
“oke deh gue ikut kalian aja” jawab raka
bersambung-(:
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like, comen, beri tip dan vote ya pada kolom ini...
owh iya tambahan kan ke favorit kalian juga ya...
bayy... see you next episode guys 😍
__ADS_1