
flashback...
[setelah sepotong raka bercerita ibu darma langsung gugup dan mengenali anaknya;
“ka, ka,..kamu an... anak saya” ujar ibu darma gugup, air matanya tak berhenti mengalir
lanjut...
raka sangat kejut dengan pengakuan ibu itu..
“gak, gak mungkin kalau ibuk adalah ibuk saya” ujar raka tegas matanya mulai memarah
“iya raka saya adalah ibu darma, orang yang meninggal kan kamu waktu kamu kecil dulu” jawab ibu darma
keluarga yoga juga sok dengan kejadian itu, mereka tidak sangka ternyata orang yang menginap di rumah mereka itu adalah anak kandung tetangga nya
mendengar keributan itu suami baru nya ibu darma datang ke tempat itu
ternyata dia mendengar pengakuan istri nya.
“apa jadi anak ini adalah anak kamu? ” tanya suami baru nya ibu darma
“iy,.. iya pah” jawab ibu darma sambil menangis
“jad.. jadi benar ibuk ini ibuk saya ibuk darma yang udah ninggalin saya waktu saya masih kecil?” tanya raka gugup karena dia sok orang yang dia cari selama ini ternyata bisa dia temukan dengan jalan dia membantu orang lain
hati raka masih enggan untuk menerima, tapi tidak bisa dipungkiri lagi kalau raka sangat merindukan sosok ibu nya yang selama ini dia cari.
rasa marah raka ke ibu nya tidak bisa mengalahkan rasa rindu nya.
“apa aku ketemu ibu? tapi dia udah ninggalin lho rak dan saat lho masih kecil lagi. dan karena ibu ninggalin gue hidup gue jadi sengsara di siksa sama paman dan bibi suar😡” batin raka dengan amarah nya
“raka! saya pak wijaya suami ibu kamu” ujar suami baru ibu nya raka sambil mengulurkan tangannya kepada raka
raka masih diam dengan batinnya sambil menangis
tak lama kemudian karena ibu darma melihat anak nya sangat marah, dia akhirnya memeluk raka erat
“maaf kan ibu sayang, ibu terpaksa meninggalkan kamu waktu masih kecil” ujar ibu darma menangis sambil memeluk raka
“aku harus bagaimana? aku juga sangat rindu sama ibu. ibu sudah bertahun-tahun aku tidak merasakan pelukan ibu. Hati aku sangat merindukan ibu selama ini” batin raka saat di peluk oleh ibu nya
raka masih terbungkam tak bersuara
__ADS_1
lalu ayah tiri nya pun ikut memeluk raka dan meminta maaf
“nak bagaimana pun juga kamu adalah anak ayah, jadi kami mohon sama kamu maaf kan ayah dan ibu ya karena sudah meninggalkan kamu waktu kamu masih kecil” ujar pak wijaya yang merupakan ayah tiri nya raka
“apa dia menganggap aku anak nya? bukan nya kalau orang tua tiri itu biasanya tidak pernah mau menerima anak tiri nya dengan baik ya? ini kok malah minta maaf. ibu jujur rasa rindu aku ke ibu lebih besar dari rasa marah aku, karena aku juga tau perlakuan paman dan bibi suar yang terus mengusir ibu waktu itu” batin raka lagi sambil perlahan merangkul ayah tiri dan ibu nya
“apa aku lupakan saja ya yang sudah berlalu, selama ini aku menanti ibu dan sekarang aku sudah di rangkul oleh ibu jika aku marah ibu pasti melupakan aku lagi”batin raka mulai panik akan kehilangan ibu nya lagi
“ibu! ini benaran kan aku dipeluk ibu? ” tanya raka gugup
“iya sayang” jawab ibu darma
“kamu mau kan maafkan ibu dan ayah? ” tanya pak wijaya
“ayah?” tanya raka
“iya sayang saya ayah kamu, saya akan menyayangi kamu seperti anak kandung saya sendiri ” ujar pak wijaya sambil melepaskan rangkulan nya lalu mengelus rambut raka
“gimana sayang? ” tanya ibu darma
“rak kamu maafin saja orang tua kamu rak, tidak baik menolak maaf dari orang tua” ujar yoga keceplosan
mendengar ucapan yoga raka lebih sadar lagi kalau dia sangat merindukan ibu nya, dia ingin merasakan kasih sayang dari ibu yang selama ini jauh dengan dia
“terimakasih ya nak” ujar ibu nya raka dan ayah tiri nya serempak
raka hanya mengangguk dan mulai membuang nafas lega, disisi lain raka juga sangat amat bahagia akhir nya ia bertemu dengan ibu nya
“ya ampun ternyata begini pertemuan kalain ya” ujar ibu nya yoga
“iya bu” jawab ibu nya raka
“raka gimana kalau kita pulang le rumah ayah ya” ujar ayah tiri nya raka
“boleh yah ” jawab raka
“ya udah kalau begitu saya pulang dulu ya buk” ujar ibu nya raka ke ibu nya yoga
“duluan ya yog” ujar raka kembali
“iya. makasi sekali lagi ya raka atas kebaikan kamu” jawab yoga
“iya santai saja” sahut raka
__ADS_1
raka lalu di ajak pulang ke rumah ayah tiri nya
“nah ini rumah ayah” ujar ayah tiri nya raka
tak lama kemudian keluar dua orang laki-laki muda yang umur nya lebih muda di banding kan raka dari rumah itu...
“owh iya raka, ini arry anak tiri ibu kamu dan ini arken adik tiri kamu” ujar ayah tiri nya raka mengenal kan ke raka saudara tiri nya
“arry & arken ini kakak tiri kalaian” ujar ibunya raka
“hay kak” sapa arry dan arken sambil mengenalkan diri
“hay aku raka” sapa Raka kembali
“arry& arken & raka kalian ini adalah saudara walaupun tidak ada saudara kandung diantara kalian tapi kalian tetap masih satu darah” ujar ayah tiri nya raka
“baik ayah ” serempak mereka bertiga
ayah tiri nya raka sangat menyayangi raka, mereka bertiga tidak pernah di perlakukan beda oleh ayah tiri nya raka
setelah hari itu raka di ajak untuk tinggal bersama ibu dan ayah tiri nya disana
“raka! mulai sekarang kamu tinggal disini ya sama ibu dan ayah juga sama adik-adik kamu” ujar ayah tiri nya raka
“tap.. tapi ayah! aku sudah bekerja di sana kalau aku tinggal disini nanti aku bakalan kehilangan pekerjaannya” jawab raka
“masalah itu kamu tidak usah khawatir disini banyak kok perusaan yang membutuhkan pekerja dan kamu bisa bekerja disini” ujar ayah tiri nya raka
“benar sayang” sambung ibu nya
“tapi bu!” jawab raka bimbang
“aku kalau disini nenek&kakek sama teman-teman aku pasti nyariin aku disana. Tapi... aku juga ingin tinggal bersama ibu aku ingin merasakan kasih sayang dari ibu”batin raka dalam bimbang nya.
“tapi apa sayang?” ujar ibu nya dengan mata berkaca dan penuh harapan kalau raka akan menuruti permintaan nya
“iya udah deh bu aku mau” jawab raka tanpa memikir panjang lagi.
akhirnya...
bersambung-(:
see you next episode guys 😍😗
__ADS_1