
flashback
paman suar mulai berfikir dengan ucapan istrinya..
"tapi... " ucapan paman suar di potong sama iatrinya
"tapi apa mas? aku tidak mau ya melihat anak itu bahagia" ujar bibi suar ke suaminya
paman suar tidak berani menentang istri tercinta nya itu, sehingga mau tidak mau dia harus menuruti istrinya.
"ya sudah kita akan ambil uang itu dari raka" jawab paman suar agak berat.
"raka uang ini lebih baik kita bagi dua dulu ya, setengah kita pakai untuk tabungan biar kamu bisa sekolah dan setengahnya lagi kita pakai untuk beli jagung dan kebutuhan kita sehari-hari" ujar kak ayu sambil menghitung uang itu
"iya kak aku setuju" jawab raka semangat
tapi tiba-tiba paman suar dan bibi suar datang menghampiri raka dan kakak nya ayu.
"ehh... ehh.. sini uangnya" ujar bibi suar sambil merebut uang yang di pegang ayu tadi
"bibi!!! " serempak raka dan ayu.
"iya uang ini buat paman dan bibi saja kalian tidak boleh membawa uang banyak" lanjut paman suar ke raka dan ayu..
"paman! kanapa paman tega sama aku dan raka" jawab ayu sambil menangis
"alahh tega kalian bilang, kami ini peduli sama kalian, hanya saja kalian yang tidak nurut sama ucapan kami" jawab bibi suar
"tapi bibi ini jerih payah aku dan kak ayu" bantah raka
"saya tidak peduli, tanah ini masih milik saya kan? " jawab bibi suar dengan tamaknya itu, seakan dia tidak mempunyai hati nurani.
"bik!!! ini kebun ayah kami" tegas raka
"saya sudah bilang, saya tidak peduli." jawab bibi suar
"tapi bik... " teriak ayu sambil menangis dan berusaha merebut uang itu dari tangan bibi nya
"ahh apaan sih kamu. Ayok mas kita pergi aja dari sini" ujar bibi suar dan langsung pergi bersama suaminya.
untuk kedua kalinya raka harus hancur karena uangnya diambil lagi oleh paman dan bibinya
mereka menangis berjerit, sampai beberapa warga menghampiri mereka berdua
" kalian kenapa nak" tanya salah satu warga
"uuu... uang.. kami di rebut sama paman dan bibi kami pak" jawab raka tersedat sedat.
"ya ampun dasar orang tamak, sudah tau itu jerih payah anak kecil berbulan-bulan masih saja di rebut" ujar warga lainnya
"kalian yang sabar ya nak" ujar salah satu warga lagi sambil mendekati raka dan ayu ia mengelus rambut raka dan ayu
__ADS_1
"iya, paman&bibi semuannya terimakasih ya" jawab ayu dalam sisa-sisa tangisannya
"ya sudah kami duluan ya" serempak warga-warga itu.
"iya paman&bibi" kompak ayu dan raka.
" ya sudah kita pulang saja yok dik" lanjut ayu mengajak adiknya pulang.
" iya kak" jawab raka sambil mengusap air matanya.
mereka lantas pulang ke rumah paman dan bibi suar
......
-------------------
saat mereka sampai ayu di panggil sama nenek asih dan disuruh untuk ikut denganya.
"ayu!!! kesini" panggil nenek asih sambil melambaikan tangannya
"iya nek" jawab ayu sambil menghampiri nenek nya
"kamu tolong bawa dagangan nenek ini ya ke pasar, sendiri tapi"ujar nenek asih sambil memberikan keranjang yang penuh dengan dagangan nenek asih.
"iya nek" jawab ayu sambil menerima keranjang itu.
ayu lantas pergi ke pasar dan raka pun kembali ke kamarnya.
" mungkin aku harus berpasrah sekarang"gumam raka lemas
tiba-tiba bibinya datang ke kamar raka
"ehh raka ini aku baik hati kasi kamu uang buat jajan" ujar bibinya sambil melempar uang ke raka yang sedang duduk.
jumlah uang itu hanya sepuluh ribu, jauh dari hasil panen raka jutaan rupiah yang diambil oleh bibiknya.
setelah bibinya memberi uang itu dia lantas pergi dari kamar raka.
raka mengambil uang itu dan melebarkan sambil menatap uang itu.
dalam benak raka dia bersyukur dengan uang itu
"apa aku tabung saja uang ini, walaupun hanya segini kalau terus di tabung kan bisa jadi banyak "gumam raka sendiri
dia lalu membuat celengan, uang itu dia masukkan dalam celengan itu..
ayu sangat kasihan dengan adiknya raka. Dia berfikir untuk bekerja di luar kota agar bisa mendapatkan gaji yang lebih besar daripada hanya membantu nenek nya membawa dagangan ke pasar.
"apa aku kerja ke luar kota saja ya seperti salma, diluar kota setidaknya aku bisa mendapatkan gaji yang tetap dan jauh lebih tinggi dari hasil membawa keranjang ini ke pasar"gumam ayu sendiri sambil berjalan membawa keranjang berisi dagangan itu
"heemm... tapi kalau aku pergi raka bagimana? " gumam nya lagi dengan wajah bingung.
__ADS_1
tidak lama kemudian ayu sampai di pasar, dia lalu menjual isi keranjang itu ke pelanggan.
Setelah selesai dan seisi keranjang habis dia kembali pulang. Saat perjalanan pulang dia tidak sengaja bertemu dengan salma yang dia pikirkan tadi dijalan.
"yu!!! " teriak seorang wanita yang membawa tas berisi baju dari belakang
ayu lalu menoleh pada suara itu
"sal... salma!!" jawab ayu kaget saat melihat salma
"baru aja gue omongin dia ternyata datang. apa ini tandanya aku memang harus pergi ya keluar kota" batin ayu saat melihat salma ada di depannya.
"hayy... " ujar salma memecahkan lamunan ayu sambil mengibaskan tangannya di depan wajah ayu.
"ehh. iya maaf salma aku pangling lihat kamu,habisnya kamu sekarang cantik banget😍" jawab ayu kaget.
"apaan sih kamu😳" jawab salma malu.
"ehh kamu kok pulang sal" tanya ayu lagi
" iya aku kesini kebetulan lagi cuti sekalian aku mau cari orang yang mau ikut kerja di tempat aku, soalnya majikan aku butuh banyak kariawan sekarang" jawab salma
"owh gitu" jawab ayu sambil mengangguk-ngangguk
"kamu gimana yu"tanya salma
"gimana kenapa? "tanya ayu penasaran
" kamu masih jualan di pasar?" tanya salma
"iya gitu deh sal aku masih gini aja" jawab ayu apa adanya..
"kamu gak kepikiran untuk kerja ke luar kota? " tanya salma
"sebenarnya aku ingin sal tapi... "ucapan ayu ragu
"tapi apa? " tanya salma
"aku...aku" jawab ayu ragu
"tapi kalau aku tolak... sebenarnya aku juga butuh pekerjaan itu"batin ayu
"itu kerja ngapain sal?" tanya ayu
"kita kerja jadi pegawai toko kok"jawab salma
"ya udah deh aku mau" jawab ayu
Saat ayu menerima tawaran itu tiba-tiba raka mendengar nya, raka sangat sedih dengan keputusan kakaknya...
sampai di sini dulu ya guys jangan lupa dukung aku yang dengan meninggalkan like, beri tip, vote dan jangan lupa tambahan cerita ini ke Favorit kalian.😍😘
see you...
__ADS_1