
flashback
[percakapan raka dengan yengki]
“berarti lho lebih suka disini? ” tanya yengki
melihat raka yang kekeh dengan pendiriannya yengki mulai mengalah yengki akhirnya pulang
“ya udah kalau itu mau lho gue pulang rak” ujar yengki
lanjut...
melihat wajah yengki yang sedih dan mulai muram hati kecil raka mulai tidak tenang, walaupun raka sekarang sudah mulai bandel dan berandalan tapi kebaikan hati raka tidak pernah berubah..
yengki lalu kembali mengambil motornya
raka lalu memanggil yengki
“yeng!!! tunggu” teriak raka menghentikan yengki
“kenapa rak!! ” jawab yengki lemas
“ini udah malam kalau lho pulang sekarang pasti lho kemalaman” ujar raka sambil mendekati yengki
“terus gue harus apa rak!! lagipula tujuan gue kesini juga percuma kan?” jawab yengki masih lemas dan tambah sedih
“kasian juga ya yengki, dia bela-belain kesini demi gue masak gue bersikap kayak gini apa gue ajak yengki nginep di rumah aja ya” batin raka
“ya udah yeng daripada lho sedih kayak gini gimana kalau lho nginep dulu di rumah nyokap gue” ujar raka
“gak ahh rak, gue gak mau lama-lama disini dan gue malah tambah sedih karena lho gak mau pulang” ujar yengki menolak
“tapi yengki gue tau ini udah malem dan jarak dari sini ke kampung kita di cemani itu sangat jauh. lho bilang kalau lho kangen kan sama gue masak lho gak mau lebih lama sama gue” ujar raka dengan nada lebih tinggi
mendengar ucapan raka, yengki mulai memiliki harapan karena setidaknya raka mau mengajak yengki pulang, pasti yengki bisa meluluhkan hati raka yang tidak mau pulang itu.
“oke kalau itu mau lho” jawab yengki
“ya udah lho tunggu bentar ya, gue mau ambil motor dulu” ujar raka.
“oke gue tungguin” jawab yengki
raka lalu pergi mengambil motornya dan minta izin ke teman-teman nya untuk pulang duluan
habis minta izin raka langsung pergi dari tempat itu dan mengajak yengki pulang ke rumah orang tua nya
__ADS_1
«di rumah orang tua nya raka»
“tok... tok... tok.. ”suara raka mengetuk pintu
ibu nya raka lalu keluar membukakan pintu nya
“raka!!” ujar ibu nya raka lalu ayah tiri nya raka ikut keluar menemui raka.
“dari mana saja kamu raka? ” tanya ayah tiri nya raka dengan nada agak marah
“da-dari tempat basecamp yah” jawab raka gugup tapi dia berusaha jujur
“apa, basecamp?” tanya ayah tiri nya raka lagi
“iya ayah, ini siapa? ” tanya ayah tiri nya raka saat melihat yengki
“owh iya. kenalin ayah ini yengki teman aku dari kampung cemani” ujar raka
“yengki om” sapa yengki
“iya.” jawab ayah tiri nya raka menjawab sapaan dari yengki
“ngapain dia kesini? ”lanjut tanya ayah tiri nya raka
“in-ini om aku kesini mau ketemu raka” jawab yengki menyela
“saya cuman mau ngasi tau ke raka tante keadaan di kampung saat ini” jawab yengki jujur
“memang ada apa disana?” tanya ibu nya raka lagi
“keadaan disana mulai tidak terkendali tante semenjak raka pergi” jawab yengki lagi
“kamu kan bisa bilang dari telepon” lanjut ayah tiri nya raka
“sudah om. tapi... raka tidak pernah merespon nya om” jawab yengki
“kalau raka tidak merespon artinya dia tidak mau pulang” ujar ibunya raka
“tapi tant& om maaf sebelumnya saya sangat membutuhkan raka dikampung” jawba yengki lagi
“memangnya seberapa penting nya si kamu di kampung rak?” tanya ayah tiri nya raka
pertanyaan itu mulai membuat raka emosi...
“aku mungkin anak yang yatim ayah. Tapi aku juga punya kedudukan penting dalam geng motor kami” jawab raka
__ADS_1
“raka!! kamu tidak boleh ikut-ikutan geng motor” ujar ibunya raka sambil mendekati raka
“apa alasan ibu melarang aku bu? selama ini ibu pergi apa ibu pernah mengingat aku disana? aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari siapa pun kecuali saat aku punya teman-teman geng motor yang menyayangi aku lebih dari orang tua aku menyayangi aku bu! apa aku tega melihat mereka terpuruk? jawaban nya tidak bu” ujar raka mulai marah
mendengar ucapan raka itu, hati ibu nya raka dan ayah tiri nya raka mulai melayu seperti bunga
“kamu kan sekarang sudah mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibu raka” jawab ayah tiri nya raka
“telat ayah. kalian sudah telat memberikan aku kasih sayang” jawab raka
“lalu mau kamu apa raka?”tanya ibu nya raka
“apa? ” tanya raka dengan matanya yang mulai memerah karena marah nya tadi
“aku tidak minta apapun dari kalian” lanjut ujar raka
“raka kamu anak ibu, jadi kamu berhak mendapatkan kasih sayang dari ibu” lajut ujar ibunya raka
“terimakasih bu” jawab raka
“mungkin benar kata yengki aku mungkin sudah seharusnya pulang karena disini bukan dunia aku. jujur sikap ayah dan ibu belakangan ini bikin aku tidak nyaman disini” lanjut batin raka
“ya udah kalau gitu kita masuk yuk” ujar ibunya raka karena takut dengan raka
ibu nya raka berusaha untuk mengerti raka tapi itu sangat susah untuk bisa mengerti raka, karena sifat raka seperti misterius yang susah ditebak dan susah juga dimengerti, hanya perasaan yang tulus dan bisa menerima raka apa adanya yang harus dilakukan untuk mengerti apa kemauan raka
“iya ibu, tapi aku mau masuk untuk mengambil barang-barang aku bu! aku mau pulang saja karena mungkin disini bukan dunia aku yang sebenarnya” ujar raka
“gak raka kamu gak boleh pulang! kamu akan tetap disini” ujar ibunya raka kekeh
“gak bu aku tidak mau merepotkan ibu dan ayah disini” ujar raka
“gak kok kamu gak merepotkan ayah dan ibu, kamu adalah anak ibu kamu gak boleh pergi! apa kamu tidak kangen sama ibu? kita kan baru bertemu. pokoknya kamu gak boleh pergi iya kan ayah?” ujar ibunya raka sambil memegang erat tangan nya raka
“kalau raka mau pergi ke kampung ayah tidak bisa memaksa kamu, tapi malam ini kamu tidur dulu disini ya”ujar ayah tiri nya raka
“tapi yah kasian yengki kalau pulang malam begini sendirian” jawab raka
“ya udah yengki biar nginep juga disini semalam besok baru pulang bareng raka ya” ujar ayah tiri nya raka yang sudah mulai bisa menerima keinginan raka
“iya om. makasih ya om” jawab yengki
tapi raka masih diam dan bengong, pikiran raka mulai kosong perasaannya campur aduk
bersambung-◐.̃◐
__ADS_1
see you next time guys 😍