Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
27. pulang ke cemani


__ADS_3

flashback


melihat raka yang bengong ibunya raka semakin sedih lalu dia mengambil piring nya raka dan menyuapi raka


“raka kamu ibu suapi ya” ujar ibunya raka


lanjut..


"tidak usah bu aku bisa sendiri" jawab raka


“gak pokoknya ibu yang suapi” ujar ibunya raka


“sudah lah raka biarkan saja ibu menyuapi kamu ya” sahut ayah tiri nya raka.


akhirnya raka mau di suapin makan sama ibu nya


setelah beberapa saat mereka akhirnya selesai makan, dan raka harus pergi ke cemani.


“ya sudah karena saya sudah selesai makan saya pamit dulu ya bu” ujar raka


“iya kamu hati-hati dijalan ya raka! kamu jaga diri baik-baik disana ya! kamu harus sering-sering main ke sini! kamu harus bekerja jangan jadi anak yang berandalan ya” ceramah ibu nya raka


“iya buk” jawab raka


“ibu jaga diri baik-baik juga ya disini, ibu dan ayah tidak usah terlalu mikirin raka! raka pasti baik-baik aja disana. Raka udah biasa kok hidup tanpa orang tua” ujar raka sambil memeluk ibu nya


air mata ibu nya raka kembali menetes


“iya sayang” jawab ibu nya raka


raka juga memeluk ayah tiri nya


“terima kasih ayah sudah menjadi ayah yang baik buat raka, karena ayah raka jadi bisa merasakan punya ayah” ujar raka


“iya raka, kamu jangan pernah luapin ayah dan ibu disini ya” pesan ayah nya raka


“iya ayah” jawab raka


habis memeluk ayah tiri nya, raka juga memeluk kedua adik tiri nya


“kalian jaga ayah dan ibu ya” ujar raka


“iya kak” jawab mereka serempak


akhirnya raka melangkahkan kaki nya keluar dari rumah ibu dan ayah tiri nya itu, walaupun berat tapi raka juga tidak boleh egois karena tetap diam disana sedangkan teman-teman nya di cemani sedang membutuhkan dia saat ini.

__ADS_1


saat raka pergi ibu nya raka menangis kencang dan memanggil-manggil nama raka


namun apa daya raka dan motornya sudah tidak terlihat lagi dari rumah mereka karena raka sudah berjalan menuju cemani...


beberapa jam kemudian...


akhirnya raka sampai di kampung kelahirannya yaitu di cemani...


saat sampai raka langsung datang ke rumah kakek dan nenek asih nya...


...«di rumah kakek»...


“tok... tok... tok... ” suara ketukan pintu dari raka


lalu datang kakek nya raka membukakan pintu itu...


saat membuka pintu kakeknya raka sungguh terkejut dengan kedatangan nya raka, kakek nya raka sampai ternganga melihat raka


“rak-rakaa kamu dari mana saja raka? kakek kangen sekali dengan kamu!” ujar kakek menyapa raka dengan heboh


mendengar kakek yang seheboh itu nenek asih ikutan keluar menghampiri kakek


“iya kek ini aku raka” jawab raka juga ikut senang dengan sapa kakeknya, lalu raka mencium tangan kakek nya


“maafkan aku ya kek aku tidak bermaksud untuk kabur ataupun melupakan kakek tapi aku akan cerita kan semuanya dengan kakek” jawab raka dalam pelukan kakeknya


“ehh raka!!! ” sapa nenek asih dari belakang nya kakek


nenek asih juga terlihat senang dengan kedatangan nya raka


“nenek!!” jawab raka


sambil melepaskan pelukan kakek dan menghampiri nenek asih untuk mencium tangan nya


“kamu kapan pulang nya raka?” tanya nenek asih


“aku baru saja pulang nek” jawab raka


“ya udah kita masuk ya” ujar kakek


“ayok” jawab raka


“yengki ayok masuk” ajak kakek lagi karena melihat yengki yang masih diam di depan pagar menunggu raka


"baik kek" jawab yengki dari kejauhan

__ADS_1


“sini yenk” ajak raka


mereka lalu masuk ke dalam...


“raka kamu taruh dulu barang-barang kamu di kamar ya” suruh nenek


“baik nek” jawab raka


sebenarnya waktu dijalan raka sempat turun untuk membelikan kakek dan neneknya oleh-oleh, tapi raka taruh oleh-oleh nya di dalam tas jadi raka lupa memberikan nenek saat di depan pintu tadi


saat menaruh tas di kamar raka baru keinget dengan oleh-oleh itu...


“owh iya tadi kan gue beli oleh-oleh buat nenek sama kakek” gumam raka sendirian


“ya udah gue ambil dulu deh” lanjut gumam raka sambil mengambil oleh-oleh itu


raka lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu untuk menemui kakek, nenek, dan yengki disana


“nek. ini aku ada oleh-oleh buat nenek” ujar raka sambil memberikan tas plastik yang berisi jajanan kesukaan kakek dan nenek nya


“wahh makasi ya raka” ujar nenek asih sambil mengambil tas plastik itu


“iya nek” jawab raka


nenek asih lalu pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan cemilan untuk raka dan yengki


“raka sekarang kamu cerita ya” ujar kakek


“baik kek” jawab raka


“jadi aku udah ketemu sama ibu kek” lajut ujar raka


“ketemu sama ibu? gimana cerita nya kamu bisa ketemu dengan ibumu raka? ” tanya kakek


“jadi gini kek kan waktu itu aku lagi duduk di warung terus aku lihat ada pemuda yang sedang plangak plongok kebingungan di pinggir jalan, terus aku samperin dan aku tanyain kenapa? terus dia bilang lagi nyari om nya dan dia kesasar karena dikasih alamat palsu sama om nya itu. aku juga gak tega ngeliat dia yang udah gak punya uang buat pulang jadi aku antarin aja dia kerumahnya kek, rumah nya jauh banget lagi dari sini. kan kasihan kek, nahh pas aku udah sampai di rumah nya dia di kota pulusari itu udah tengah malam kek jadi dia kasihan juga ngebiarin aku pulang. Jadi dia nawarin aku untuk nginep di rumahnya, ya udah aku terima aja soalnya aku juga udah capai bawa motor jauh. akhirnya aku nginep disana kek. ujar raka menjelaskan dengan panjang lebar


“terus gimana ceritanya kamu ketemu sama ibu kamu?” tanya nenek asih yang ikut mendengarkan cerita raka


“nah kalau itu, gini ceritanya nek. waktu pagi itu kan aku mau pulang terus aku ketemu dengan ibuk-ibuk yang datang ke rumah teman aku tempat aku nginep itu nek& kek, entah kenapa ibuk itu nyapa aku dan emang aku ngerasa udah ada getaran yang beda saat ketemu dia kek, dan dia nanya-nanya aku kek tentang asal-usul aku. aku juga gak bisa lepas untuk cerita tentang kehidupan aku, dan beberapa saat nya dia langsung nangis dan nginengetin kalau aku anaknya kek nek” ujar raka


“terus kamu langsung percaya gitu aja?” tanya kakek nya raka


bersambung-;-)


see you next episode guys😍

__ADS_1


__ADS_2