
flashback
-awalnya disana keadaan baik-baik saja banyak ada tawa dan cerita tapi tiba-tiba ada ledakan yang sengaja di lempar ke tempat itu dari luar.
Salah satu teman raka hampir celaka terkena ledakan itu, namun untung saja dia bisa menyelamatkan diri. Orang yang ada di sana lebih tepatnya teman geng motor raka, untung saja tidak ada yang terluka karena keadaan masih bisa dikendalikan oleh mereka.
Setelah ledakan selesai, mereka bingung ada apa sebenarnya.
"kok bisa ada ledakan gitu ya" tanya salah satu orang.
"iya nih aku juga bingung 😶" jawab yang lain.
"apa kita di serang ya" ujar salah satu anak lagi.
"di serang? ahh emang nya kita pernah ada masalah apa?" sahut salah satu anak lagi.
"ya iya, kita perasaan perasaan kita gak pernah bikin masalah dab gak pernah punya masalah.Ya gak? " sahut salah satu teman lainnya.
"tapi tunggu deh, kemarin kita kan sempat meleraikan masyarakat dengan geng motor indi." ujar raka
"ehh iya bener lho rak, atau jangan-jangan?" balas arda salah satu anak geng motor itu dengan menebak-nebak.
"jangan-jangan beneran ini ulah mereka" serentak beberapa orang.
"iya itu sih bisa jadi" jawab raka.
"apa kita selidiki ini ya" ujar arda lagi
"ayokkkk" serentak mereka.
Setelah itu mereka langsung pergi dan mencari tau, dan ternyata dugaan mereka benar.
awalnya mereka hanya bertanya baik-baik dengan geng motor itu, tapi geng motor itu malah menantang perkelahian hari itu bisa dibilang ada perkelahian antara geng motor. Perkelahian itu membuat banyak yang terluka bahkan motor raka juga rusak karena kena lemparan senjata dari anak geng motor lain.
Saat itu tidak ada sedikit pun dugaan raka kalau dia akan bertempur dengan geng motor indi. awalnya raka tidak mau membalas tapi kelakuan geng motor itu tidak bisa di toleransi mereka terlalu sering bikin onar dan meresahkan masyarakat.
Hari itu bagai bencana bagi geng motor raka, karena mereka bertarung dengan keadaan terpaksa, meski tujuan mereka membela kebenaran. Waktu itu suasana gelap yang ada hanya suara pukulan dan suara teriakan itu membuat beberapa masyarakat juga terlibat dalam pertempuran itu.
__ADS_1
Masyarakat sebenarnya ingin membela Raka dan geng motor nya, tapi malah salah sasaran geng motor raka yang malah diserang, akhirnya geng motor raka lebih lemah dari geng motor indi yang tanpa sengaja di bantu oleh masyarakat.
Saat geng motor raka melemah, tiba-tiba polisi datang, raka tidak mau terlibat dengan polisi akhirnya raka pergi saat itu tapi polisi malah menemukan motor raka yang ditinggalkan karena sudah rusak akhirnya polisi menangkap raka dan memberikan raka dang geng motor nya kesempatan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Waktu itu polisi masih menemukan raka di dekat kejadian, akhirnya semua dibawa oleh polisi.
tapi untung saja tidak ada korban jiwa dalam perkelahian itu. mendengar kasusnya raka dia di usir oleh paman dan bibi nya.
saat selesai kejadian yang sudah di lerai oleh aparat kepolisian akhirnya perkelahian itu selesai. Raka juga langsung dibawa ke kantor bersama geng motor nya dan ada salah satu warga juga yang menjadi saksi.
namun saat kejadian berlangsung salah satu warga juga ada yang melapor ke paman dan bibi nya raka.
......
"pak suar, tok... tok.. tok... " suara warga sambil mengetok pintu panik.
pak suar dan istri nya pun keluar membukakan pintu
"ada apa ya pak malam-malam? " tanya pak suar penasaran.
"ii. itu pak rak! raka! " ujar warga itu tergesa-gesa dan panik.
"raka bertengkar dengan geng motor di desa sebelah" jawab warga itu lagi dengan nada panik karena dia mengkhawatirkan raka.
"apa? " jawab paman suar histeris
"aduh anak itu memang suka bikin masalah "jawab bibi suar sinis.
"terus dia dimana sekarang pak? " tanya paman suar khawatir.
"Raka masih di kejadian itu pak" jawab warga itu.
"udah mas biarin saja si raka anak berandalan tidak tau diri itu, biarin aja sekalian dia mas" ujar bibi suar tidak peduli dengan warga itu.
*tring.. tring... tring..* suara hp warga itu berbunyi
dia lalu menerima panggilan itu dan mendapatkan kabar kalau pertempuran itu sudah berakhir karena ada polisi datang.
__ADS_1
setelah mendengar kabar itu warga itu semakin panik dan dia memberi tau lagi kepada paman dan bibinya raka, tapi bibi suar sangat melarang suaminya pergi untuk mengurus raka.
"Pak suar ibu suar saya baru saja mendapatkan kabar kalau geng motor raka di bawa ke kantor polisi" ujar warga itu lagi dengan wajah sangat panik
"hah ke kantor polisi?, hehhh biarin aja raka anak berandalan itu di penjara sekalian biar aku bisa menguasai semua warisan ayahnya" batin bibi suar
"Ya ampun raka!!! raka!!! " jawab paman suar yang dalam hati kecil nya sangat khawatir dengan raka.
"ya udah kita kesana yok pak" ujar warga itu lagi.
"ayok" jawab paman suar tapi tangan nya ditahan oleh istri nya.
"ehh mas kamu gak usah peduliin si raka itu, biarin aja dia sekalian masuk penjara dan gak pulang jadi gak ada lagi yang nyusahin kita" ujar bibi suar dengan tega nya.
warga itu tidak bisa memaksa orang yang sekeras kepala ibu suar, dia juga di usir oleh ibu suar.
"ehhh pak, lebih baik bapak sekarang pulang tidak usah urusin raka anak bandel itu" lanjut ibu suar mengusir warga tadi.
"tap... tapi bu!!!" jawab warga itu yang dipotong dengan usiran ibu suar lagi dengan tegasnya.
"udah pak jangan ikut campur urusan kami" ujar bibi suar
"mendingan sekarang bapak pergi saja" lanjut nya sambil mendorong warga itu dan menutup pintu dengan paksa.
warga itu lalu pergi meninggalkan rumah paman dan bibinya raka.
di jalan dia berfikir untuk melihat keadaan raka di kantor polisi.
......
"sodara Raka ada masalah apa dengan geng motor indi? " tanya polisi meminta keterangan.
Sebentarnya geng indi itu sudah menjadi buronan pihak kepolisian juga, dengan masalah ini hukuman geng indi semakin menjadi berat.
"jawab aja yang sebenarnya rak!" ujar salah satu teman raka yang sedang kesakitan.
"iya sebenarnya begini pak, Saya dan teman-teman saya tadi sedang duduk di tempat biasa tapi tiba-tiba ada ledakan yang sengaja di lempar ke tempat kami duduk pak, dengan adanya ledakan itu kami ingin mencari tau siapa dalang dari kejadian itu pak. Dan ternyata geng indi adalah pelakunya-"
__ADS_1
bersambung-:)
baca next episode ya gays 😍 😍