Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
episode 3


__ADS_3

Tapi sayang sekarang ibu suci mulai terpengaruh dengan kata-kata bibi suar,


pagi itu setelah rumah ibu suci selesai raka dan oka kesekolah dan saat itu juga bibi suar menghampiri ibu suci dan mencoba membalikkan fakta.


"bu suci saya ikut berduka ya atas apa yang menimpa rumah ibu"ujar bibi suar dengan sombong.


"iya bu, terimakasih "(jawab ibu suci)


sebenarnya ibu suci juga seorang ibu-ibu penggosip, yang suka mengumbar gosip ke sana sini, hanya saja saat ini ibu suci belum terpengaruh dengan kata-kata ficik bibi suar.


"saya kira ibu mendapatkan musibah seperti ini karena merawat raka anak nakal itu deh"(ujar bibi suar dengan nyinyir)


"ibu jangan sembarangan ya, saya tidak seperti anda yang tidak mempunyai hati nurani dan tidak tahu kasihan dengan anak sebatang kara seperti raka "(jawab ibu suci dengan nada tinggi)


bibi suar sangat kesal dengan ucapan ibu suci tadi sampai dia mengancam ibu suci


"kamu jangan sembarangan bicara ya ibu janda, aku bisa membuat kamu pergi dari desa ini kalau kamu berani melawan saya"jawab bibi suar dengan nada marah


ibu suci terdiam dengan ucapan bibi suar tadi dan mengingat anak-anaknya Yang masih kecil jika dia sampai benar di usir dari desa itu dia akan tinggal dimana? apalagi dia juga seorang janda yang memiliki anak banyak. akhirnya ibu suci mengalah demi anak-anak nya. sekarang ibu suci tidak akan merawat raka lagi


"baiklah bu saya tidak akan mengajak raka lagi"jawab ibu suci dengan nada lemas.


"begitu dong lagipula raka itu cuma akan yang membebankan kamu saja bukan? dia tidak bisa meringankan beban kamu, mulai dari sekarang kamu urus saja anak-anak kamu yang banyak itu "ujar bibi suar


dan pergi dari rumah ibu suci.


ibu suci hanya terdiam pasrah.


raka terkejut saat sampai di rumah bibi suar bersikap aneh, dia mendadak baik dan memberikan raka makanan, biasanya dia sama sekali tidak mau memberikan raka makan.

__ADS_1


tapi lama-kelamaan dia menyuruh raka untuk tidak lagi bergaul dengan ibu suci, jika raka ingin disayang oleh bibi suar maka dia harus menjauh dari bibinya itu ibu suci. Raka terpaksa menerima ucapan bibinya dan jarang lagi main ke rumah oka dan ibu suci.


Raka mengira bibinya itu sudah berubah dan sadar sekarang, tapi raka salah itu hanya siasat bibi suar untuk menjauhkan raka dengan ibu suci.


tapi entah kenapa lama kelamaan sikap ibu suci semakin aneh, ibu suci sekarang menjadi orang yang suka menghancurkan rumah tangga orang lain. dan suka membawa gosip yang salah.


tapi dari semenjak itu raka sudah jarang main ke rumah ibu suci lagi.


raka sempat di rawat dengan lumayan baik oleh bibi suar,(dalam artian selalu di kasi makan) itu sudah cukup bagi raka.


...****************...


beberapa tahun kemudian....


raka sekarang sudah kelas lima SD, tapi kelakuan bibi suar masih saja picik, bibi suar sempat baik sekejap karena ada yang diinginkan dari raka. Setelah semua di dapatkan sikap bibi suar kembali dengan angkuhnya itu. Setelah kelas lima, raka semakin tidak diperdulikan oleh bibi suar, dia hanya sibuk dengan kekayaannya yang haram itu, karena merebut dari almarhum ayahnya raka.


dari hari pertama masuk sekolah, raka hanya pernah dibelikan pakaian sekolah sekali oleh paman dan bibinya. Saat ini sepatu raka sudah robek dan tidak layak di pakai lagi, namun apa daya raka dia sudah meminta kepada bibinya itu tapi dia malah kena ejekan dan hinaan dari bibinya.


Raka masih sabar dan dia sekolah dengan sandal jepitnya. baju raka juga sudah mulai robek dan bercorat-coret, juga sudah tidak layak pakai lagi, tapi seperti halanya meminta sepatu meminta baju pun tidak di kasi.


selama dua tahun raka memakai baju dan celana robeknya kesekolah, waktu itu disekolah raka juga belum ada biyasiswa makanya raka tidak mendapatkan pakaian dari sekolah.


...----------------...


singkat cerita raka sekarang sudah lulus di sekolah dasar, dalam hati raka, ia sangat ingin melanjutkan sekolah nya ke smp tapi paman dan bibinya tidak mau menyekolahkan kan raka.


"bi, hari ini aku sudah lulus sekolah dasar, aku mau sekolah ke smp bi seperti kak tini"ujar raka ke bibi suar dengan halus


"apa? sekolah smp! memangnya kamu punya uang untuk sekolah? "sahut bibi suar dengan nada marah.

__ADS_1


"ti.. tidak bi, tapi aku ingin sekolah setinggi-tingginya, aku ingin menjadi tentara" jawab raka dengan gugup.


ucapan raka membuat bibinya semakin memanas dan menarik leher baju raka.


"kamu mau jadi tentara? Mimpi kamu ya? untuk makan sendiri saja masih numpang dari saya gimana mau sekolah" ujar bibi suar dengan nada yang tinggi.


"tapi bi, kak tini aja bisa sekolah masak aku tidak"sahut raka dengan beraninya.


"tini itu anak saya jadi saya akan menyekolahkan dia sampai mencapai cita-cita nya. Kamu anak tanpa orang tua harusnya tau diri sekarang kamu kekebun sana carikan sapi kamu makan" ujar bibi suar dengan kasar sambil mendorong raka sampai jatuh.


raka lalu menangis dan pergi ke kebunnya. namun raka punya dua sapi laki-laki di kebunnya dan kalau dijual sapi itu akan laku mahal. Sapi itu juga di belinya dengan uang sendiri. Sekarang sapi-sapi itu sudah cukup besar seharusnya sudah bisa dijual lagi, tapi raka tidak tahu harus menjualnya dengan siapa.


raka berniat untuk menjual sapi-sapi itu untuk dijadikan uang sekolah nya, raka sempat mencari tau dari pamannya, dan pamanya bersedia menjualkan sapi itu.


Namun malangnya saat raka menyabit dia menangis, sambil marah-marah sendiri karena ucapan bibinya, tanpa sengaja raka malah melukai tangannya sendiri karena tidak fokus. Tangan raka telunjuk kiri raka terluka parah sampai harus cacat.


raka akhirnya harus diam selama satu bulan untuk menyembuhkan lukanya itu. dan jahatnya lagi sapi-sapi raka di jual oleh paman nya raka, tanpa sepengetahuan raka.


Saat raka sudah sembuh dia tau sapi-sapinya dijual oleh pamannya, raka bertanya kepada pamannya.


"paman, sapi raka dikemanakan? kemarin pas raka sakit paman kan yang mengurus sapi raka? "tanya raka sangat panik.


"Hah sapi kamu! sudah paman jual, kan kemarin kamu menyuruh paman untuk menjualkan sapi-sapi itu"jawab pamannya dengan angkuh.


"tapi kok paman tidak bilang dulu dengan raka, terus uangnya mana paman? raka mau pakai untuk sekolah " tanya raka.


"Uang! uangnya sudah paman pakai beli tanahnya pak robet yang di utara kebun kita" jawab pamannya dengan santainya tanpa merasa bersalah sama sekali.


raka sangat terkejut dan sangat sedih, jerih payahnya selama bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk membeli sapi dan menyabit bertahun-tahun untuk membesarkan sapi itu, sekarang hilang begitu saja di tangan pamannya yang rakus itu.

__ADS_1


raka terdiam dan melemas karena ucapan pamannya itu. sekarang raka tidak akan bisa bersekolah lagi. Apalagi tangan telunjuk kirinya raka sekarang sudah cacat. Raka tidak tahu lagi harus berbuat apa? dia saat ini semakin hancur.


bersambung-;-)


__ADS_2