Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
28. sambut kakek


__ADS_3

flashback


[percakapan raka dengan kakek dan nenek nya]


“terus kamu langsung percaya gitu aja?” tanya kakek nya raka


lanjut...


“awalnya aku gak percaya dengan omongan ibu itu kek, tapi setelah beberapa lama datang lagi laki-laki yang mengaku kalau dia adalah ayah tiri ku. Laki-laki itu sangat meyakinkan aku kek, akhirnya aku percaya kalau mereka adalah orang tua aku, tapi ibu itu memang sangat mirip dengan ibu yang aku kenal waktu kecil kek, wajahnya masih teringat dalam benak aku kek, ya mana mungkin juga lah 'mereka mengakui aku sebagai anaknya kalau emang aku bukan anaknya' gitu sih dalam pikiran aku waktu itu kek” jawab raka santai


“hmm” tangap kakek sambil mengangguk-angguk


“terus ayah tiri kamu baik sama kamu?” tanya nenek lagi


“iya nek, ayah tiri aku sangat baik sama aku nek” jawab raka


...----------------...


akhirnya mereka ngobrol sampai siang, karena terlalu asik mendengarkan cerita raka nenek dan kakeknya sampai lupa kalau jam makan siang sudah tiba.


beberapa saat perut raka berbunyi


“crugggzzz... crugzzzz.... crugz”


bunyi perut raka


semua akhirnya tertawa, termasuk raka juga malu dan cengengesan.


“kamu lapar ya?” tanya kakek nya raka


“hehe. iya kek”jawab raka ragu


“ya udah kita makan dulu yok” ujar kakek


“baik kek” jawab raka


yengki juga ikut makan dengan raka dan kakek nenek nya raka disana


...«di meja makan»...


“raka kalau disana kamu di masakin apa aja sama ibu kamu?” tanya nenek


“hmm. banyak nek ” jawab raka dengan mulut nya yang penuh dengan makanan


“kamu lebih suka tinggal sama ibu kamu atau sama kami? ” tanya kakek


“huh kakek kok nanya nya gitu sih? ya jelas lah aku lebih suka tinggal sama ibu, disana aku kan selalu mendapatkan kasih sayang yang gak pernah aku dapat dari keluarga aku disini. Tapi... gak mungkin juga aku blak-blakan ngomong gitu sama kakek, pasti kakek sama nenek bakalan sakit hati kalau aku bilang aku lebih suka tinggal sama ibuk, padahal sekarang kakek sama nenek kan udah baik sama aku semenjak paman sama bibik suar pindah rumah” batin raka sambil mengunyah makanannya

__ADS_1


“hmm. kayaknya sih sama aja kek” jawab raka agak ragu


“kok kamu kayak ragu gitu”


tanya nenek asih


“ahh. enggak kok nek aku kan habis nelan makanan makanya kelihatan nya begitu nek” jawab raka


“masak sihh kamu bilang sama aja tinggal sama ibu dengan sama kakek nenek disini? ” tanya kakek nya raka lagi


“ya beda sih kek, disana aku kan tinggal sama orang tua mereka kasih aku perhatian seperti layaknya orang tua merawat dan menyayangi anak nya dan disini aku tinggal sama kakek sama nenek kalian ngasi aku perhatian seperti layaknya seorang cucu ya kan nek&kek? ...ahh ya udah lah nanti aja dibahas itu nya yang penting sekarang kita makan aja dulu” jawab raka sambil mengalihkan pembicaraan


“iya juga sih” jawab kakek dan nenek serempak


beberapa saat kemudian mereka akhirnya selesai makan-


setelah selesai makan yengki pamit pulang sama kakek dan nenek nya raka


“kek& nek makasi ya yengki udah di ajak makan siang bersama dini, sekarang yengki mau pulang dulu ya takut di cariin sama ibuk sama bapaknya yengki” ujar yengki minta izin pulang


“iya sama-sama, ya udah kamu pulang dulu ya kasian nanti di cariin. owh iya makasi ya yengki udah mau jemput raka” ujar kakek nya raka


“iya kek sama-sama ” jawab yengki smabil mencium tangan kakek dan nenek nya raka


“gue pulang dulu ya rak” lanjut yengki sambil menghampiri raka


“iya” jawab yengki sambil melangkah pergi


setelah yengki pergi raka dan nenek&kakek nya kembali berbincang-bincang kecil sambil duduk santai.


sore kemudian...


setelah sore hari raka baru ingat menelepon arda untuk menanyakan keadaannya.


“dretzzz.... dretzzz... dtretz... ” suara handphone arda berbunyi


“hallo” sapa arda saat menerima telepon dari raka


arda belum tau kalau raka sudah kembali sekarang ke cemani


“hallo ard. lho apa kabar?” tanya raka


“gue baik-baik aja rak, ya cuman itu..? ” ucapan arda terputus


“cuman apa?” tanya raka


“lho tau gak kalau anak-anak sekarang udah bubar rak” ujar arda

__ADS_1


“sebenarnya gue udah tau da, kemarin yengki nyamperin gue ke pulusari” ujar raka


“hah yengki ke pulusari nyamperin lho?” tanya arda kaget


“iya da” jawab raka


“terus dia bilang apa ke lho rak? ” tanya arda lagi


“banyak da” ujar raka


“terus lho jawab apa rak?” tanya arda


“ya gue gak nyangka aja kalau kalian bisa senekat itu bubar cuman gara-gara gak ada gue” jawab raka


“ya mau gimana lagi rak ini udah keputusan mereka, dan satu-persatu dari mereka udah keluar ya gue bisa apa rak?” jawab arda


“apa lho bisa ngumpulin anak-anak jam tujuh ini?” tanya raka


“ya-yaa bisa tapi gue ngomong apa? ” tanya arda


“biar gue aja yang ngomong” jawab raka.


“maksud lho apa rak? lho udah balik ke cemani?” tanya arda heboh karena dia belum tau kalau raka sudah pulang


“owh iya gue sampai lupa bilang sama lho kalau gue udah pulang ke cemani, baru tadi siang gue sampai disini” jawab raka


“ya elah lho rak, kok baru bilang kalau gitu kan gue bisa main ke rumah lho” ujar arda


“ya gimana lagi da, gue lupa ngubungin lho” jawab raka


“berarti yengki berhasil ngebujuk lho untuk pulang ke cemani? perasaan kemarin-kemarin lho kekeh gak mau pulang kalau gue telepon” ujar arda


“ya sekarang kan situasinya berbeda da jadi gue mau pulang” jawab raka.


“magsud lho situasi apa?” tanya arda karena gak ngerti maksud raka


“jadi gue sempat berantem sama bokap tiri gue da, ehh gak sih berantem. cuman sebenarnya kan sikap nyokap gue sama bokap tiri gue itu yang bikin gue ngerasa gak nyaman disana da, ya lho tau kan gimana rasa nya kalau sikap orang itu sudah berbeda sama kita, gue ngerasa tertekan gitu da”


“iya gue ngerti, pasti bokap lho kayak gitu gara-gara lho sering keluyuran kan?” ujar arda


“ya mungkin gitu da, dann ditambah lagi yengki datang nyamperin gue malam-malam bilang kalau anak-anak bubar dari geng motor. ya gue tambah stres lah da” ujar raka lagi


“ya gue paham sih perasaan lho rak, tapi lho harus tau sih bokap lho ngelakuin itu karena dia mau yang terbaik buat lho. Apalagi disana lho kan ikut geng motor yang terbilang memberi pengaruh buruk buat lho” ujar arda menasihati raka


“ya gue paham da” jawab raka


bersambung-(:

__ADS_1


see you next episode 😍


__ADS_2