
flasback....
"kamu masih bisa membanggakan ayah tanpa menjadi tentara" ujar kak ayu memberikan nasehat ke raka.
tatapan raka yang awalnya kosong mulai kembali, raka melihat kakaknya dengan penuh harapan
"lalu aku harus bagaimana kak aku tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya, tangan aku juga cacat sekarang kak"jawab raka masih ragu dengan dirinya.
"kamu kan masih bisa merawat kebun, hasil kebun juga kan lumayan" jawab kakaknya mencari contoh untuk memecahkan masalah raka
"iya kak aku akan merawat kebun, tapi masalahnya kebun kita sekarang masih di kuasai oleh paman dan bibi kak" ujar raka agak kesal
"hmm" jawab kak ayu bingung
"dan aku juga percuma kalau merawat kebun yang masih di kuasai sama mereka kak"lanjut raka
"huh kakak juga bingung ka. Selama ini kakak membantu paman dan bibi juga tidak pernah dikasi uang" jawab kak ayu dengan lemas.
obrolan mereka terputus saat suara kak sari yang berteriak girang bersama tini yang bercanda
"haha... " tawa kak sari sangat terdengar jelas dari kamar raka dan ayu.
"suara siapa itu kak"tanya raka dengan sisa kejutnya
raka dan ayu keluar dari kamar nya, saat itu mereka melihat kalau kakak mereka sari sangat bahagia bersama tini yang mau bertamasya dan di izinkan oleh orang orang tua tini dan kakak sari yang dibiayai oleh nenek asih.
melihat kakaknya yang tidak peduli dengan adik-adiknya dan nasib kak sari pun jauh lebih baik ketimbang raka dan ayu. Saat itu raka mulai memasang wajah sedih lagi, begitu juga dengan ayu.
raka dan ayu kembali masuk ke kamar lagi.
"sudahlah kak untuk apa kita melihat itu, kak sari yang tidak pernah peduli dengan kita" ujar raka sambil kembali duduk diranjangnya.
saat ini kak sari dan kak tini sudah duduk di bangku SMA, dan mereka juga sudah akan lulus tahun depan.
"Raka kita tidur saja yok, daripada sedih seperti ini, lebib baik kita menikmati hidup raka. Walaupun kita hari ini jatuh tapi bukan berarti kita tidak bisa berdiri lagi bukan;-) semakin kita sedih maka kita akan semakin lupa kalau kita masih bisa berdiri sendiri" ujar kak ayu sambil menyemangati adiknya.
"iya kak, siapa tau nanti pas kita tidur ayah datang dalam mimpi kita dan memberikan petunjuk untuk aku dan kakak" jawab raka dengan penuh harapan.
__ADS_1
"iya" jawab kak ayu sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum melihat adiknya walaupun matanya tidak bisa menahan air mata yang ingin keluar karena ucapan adiknya yang malang itu.
mereka lantas tidur (:
Raka dan ayu memang dikasi satu kamar berdua, dan mereka tidur sangat nyenyak malam itu,raka yang menangis seharian juga sangat lelah dan tertidur lelap.
Semalam itu raka ataupun ayu tidak di datanggi oleh ayahnya, walaupun dari mimpi sekali pun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya.....
pagi sekali saat matahari baru terbit dan menembus jendela kaca kamar raka dan ayu, sinar itu mulai mengganggu mata raka dan membangunkan raka dari tidurnya.
tapi pagi itu pikiran raka mulai jernih lagi, rasa sedihnya sudah mulai menipis.
dalam mimpi ia semalaman, raka bertemu dengan kakek tua yang memberikan ia nasehat, "raka tidak boleh sedih karena jika raka sedih maka raka tidak bisa membuat ayahnya bangga"
entah kenapa ucapan kakek dalam mimpi itu membuat raka terlihat lebih baik dari semalam.
raka langsung menendang selimutnya dan turun dari tempat tidurnya raka langsung membangunkan kakaknya yang masih tertidur
mata ayu masih berat tapi dia juga kaget dengan wajah adiknya yang sudah mulai semringah.
"rak.. raka!" jawab kak ayu lemas sambil membuka matanya yang lelah
"kak kita harus ke kebun bukan? ayo bangun kak" ujar raka lagi
"iya.. iya" jawab ayu sambil menggerakkan tangannya dan bangun.
"kakak ke kamar kecil dulu ya" ujar ayu dan berdiri dan keluar dari kamarnya itu dan langsung ke kamar kecil.
setelah ayu keluar dari kamar kecil dia sudah tidak melihat adiknya lagi di kamar, ayu gelisah mencari raka
"raka! raka!! raka!!!" teriak kak ayu mencari raka gelisah
"iya kak. Aku disini" teriak raka yang ternyata sudah ada di depan rumah menunggu kakaknya.
__ADS_1
"ya ampun, apa yang terjadi dengan raka ya dia bisa semangat gitu pagi ini. Padahal semalam dia masih sangat sedih " gumam ayu sendiri dikamar
"kak ayo buruan" teriak raka lagi, karena kakaknya tidak menjawabnya tadi
"iya bentar " ujar kak ayu sambil keluar
"ya udah ayok" lanjut kak ayu saat sudah sampai di hadapan raka
mereka lantas pergi ke kebun peninggalan ayah mereka yang kini di kuasai oleh paman dan bibinya...
perjalanan ke kebun tidak memakan banyak waktu beberapa menit kemudian mereka sampai di kebun.
berhari-hari raka dan ayu sibuk membajak kebun itu dan menanam jagung di kebun itu, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan di usia mereka yang masih kecil...
setelah beberapa bulan jangung yang mereka tanam pun panen dan membuahkan hasil, raka dan ayu sibuk mengurus jangung-jangung itu yang sudah harus di panen.
jagung-jagung itu panen sangat berlimpah, harga jagung saat itu juga lumayan tinggi, raka dan ayu mendapatkan uang lumayan banyak dari hasil panen itu.
"kak aku senang banget ternyata kita bisa menghasilkan uang lebih tinggi ya dari menanam jagung-jagung ini" ujar raka bahagia saat menerima uang dari pengepul jagung yang membeli jagung mereka.
"iya dek, kalau begini kamu bisa sekolah lagi" ujar ayu bahagia
selama ini ayu memang ingin menyekolahkan adiknya.
bibi suar mendengar obrolan ayu dan raka, dia mulai kesal dan tidak terima raka bisa berhasil sepertinya bibi suar mulai merencanakan hal licik lagi.
"ahh kenapa raka anak tengil itu bisa panen jagung sebanyak itu? bahkan lebih banyak dari hasil panen ku. pokoknya aku tidak terima "ujar bibi suar dengan nada kesal dari kejauhan
Raka dan ayu melihat bibi suar yng sedang bicara sendiri, raka dan ayu menghampiri bibi suar. Tapi bibi suar pergi..
dia pulang dengan wajah marah, paman suar melihat istri nya yang terlihat kesal mulai penasaran dan bertanya
"kamu kenapa?" tanya paman suar sambil ikut duduk di samping istrinya
"aku kesal sama keponakan kamu itu, masak dia bisa panen jagung lebih banyak dari kita. pokoknya kita harus merebut uang itu supaya dia tidak bisa sekolah " ujar bibi suar mengompori suaminya
paman suar mulai berfikir dengan ucapan istrinya...
__ADS_1
bersambung-:)