Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
eps. 30 basecamp baru


__ADS_3

flashback


....hmm gimana kalau kita pindah basecamp aja kalau mau kumpul gini, ya walaupun kita udah bukan satu geng motor lagi kan kita masih temenan boleh lah kita nongkrong bareng lagi” ujar arda


“boleh sih” jawab mereka serempak


“ya udah berarti itu kesepakatan kita mulai sekarang ya”ujar raka


mereka hanya mengangguk...;


lanjut...


“ya udah nanti gue cari tempat nya dulu. kalau usah ketemu gue bakal hubungin kalian!” lanjut Arda


“oke Da!” kompak semuanya


Raka mulai meraih bahu Arda dan merangkul nya “thanks ya da! ko emang bisa diandalin!” lanjut Raka


“ya Rak. lo kayak sama siapa aja!” balas Arda ceria


“ya kalau guru kita bubar sekarang ya guys. gue gak mau gang motor gerlly tau kita ngumpul lagi setelah kita umumin kalau geng motor kita usah bubar!” lanjut Arda tegas


“harus sekarang Da? padahal gue masih kangen sama kalian semua!” sedih Raka


“iya Rak!” jawab Arda cepat


“yaudah deh!” pasrah Raka dengan nada sedih


mereka lalu berpisah, dan pulang ke rumah masing-masing sementara Arda dia main ke rumah Raka.


“Rak! gue nginep di rumah lo ya” bujuk Arda


“nginep?” bingung Raka


“iya!”


“tumben?” tanya Raka sambil menaiki motornya dan memakai helm


“ya gue kangennnn banget sama lo Rak!” cerca Arda


“ya udah yok! ” ajak Raka sambil menyetir motornya


mereka lalu pulang ke rumah Raka beriringan. Raka setidaknya bisa melepas kerinduan nya dengan dunia Cemani.


“Kek! Nek! Raka pulang!” sapa Raka sambil mencium tangan nenek dan kakek nya bergantian.


“tumben kamu pulang jam segini? biasanya kalau udah ketempat yang namanya basecamp selalu pulang tengah malam!” sindir nenek Asih.


“ehh. ada Arda!” sambut kakek


“malam kakek! nenek!” sapa Arda


“malam!” balas kakek


nenek Asih dan Raka masih bertatapan sinis “kek Raka mau ke kamar dulu!” sambung Raka tanpa menghiraukan nenek nya itu.

__ADS_1


nenek Asih lalu melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengangkat bibirnya sinis.


sementara kakek hanya mengangguk pelan, dan mengiyakan Raka.


Raka dan Arda lalu masuk ke dalam kamar. Arda menutup pintu perlahan.


Raka langsung menjatuhkan badannya di atas kasur dan menatap langit-langit “gunanya ya nasib geng motor kita setelah ini Da?” tanya Raka dengan raut sedih


Arda mencoba menenangkan Raka “Rak. gue sebenarnya juga gak mau kalau geng motor kita mengalah sama geng motor folly tapi... ” ucapan Arda terpotong


“tapi apa Da?” bingung Raka


“kita tak boleh egois Rak! kita juga harus mentingin keselamatan bersama!” jujur arda


“iya gue ngeri! sorry juga ya udah pergi ninggalin kalian guru aja!” balas Raka


ia mulai terdiam lagi memikirkan solusi yang terbaik untuk geng motornya setelah ini, jujur di benak Raka yang bermalam dia sama sekali tidak rela harus membubarkan geng motor yang menjadi hidupnya selama beberapa tahun ini.


“Da! gue kepikiran buat geng motor baru gimana menurut lo?” tanya Raka memecah kesunyian yang terjadi beberapa saat.


“geng motor baru? ” bingung Arda


“hm” jawab Raka bawak


“tapi Rak...”ucapan Arda terpotong


“tapi apa?”tanya Raka cepat


“gue masih trauma sama kejadian geng girlly!” jujur Arda


“Da! masak kita ngalah gitu aja sama geng girlly?” bantah Raka


“gue udah ada rencana untuk geng ini!” lanjut Raka


“apa rencana lo?” tanya Arda


“lo liat aja nanti!”


...◐◐◐◐...


setelah hari itu Raka mengumpulkan lagi geng motornya, di antara mereka ada yang mau masuk geng motor baru yang Raka buat ada juga yang menolak untuk ikut karena takut kehilangan nyawa karena masih ikut geng motor.


“Rak! maaf ya gue hak bisa ikut geng motor sama lo lagi. gue takut kejadian serupa terbilang lagi!” balas salah satu anak geng motor Raka


“gue juga hak ikut rak!” kompak dua orang anak lainnya


“ya udah yang mau ikut tetap dirimu. dan yang hak ikut silakan pergi!” ujar Raka sedikit emosi.


beberapa anak pergi dari tempat itu dan sepuluh anak lainnya masih stay disana.


“oke. nama geng motor ini skuters! ya biar nyambung aja sama motor yang kita bawa!” lanjut Raka.


karena Raka sadar kebanyakan anak yang bertahan saat ini dan setia sama Raka membawa motor skuter jadi Raka mau membuat geng motor bernama skuter.


“gue setuju Rak!” heboh Yengki

__ADS_1


“gue juga setuju!” balas teman yang lain kompak


“ya udah kalau semua setuju!” senang Raka


“oh. iya gue mau kita selalu menciptakan kedamaian di jalanan! gak ada yang buat keributan. geng motor kita itu untuk kita menjalin sebuah perkumpulan komunitas bukan untuk tauran” lanjut Raka mengeluarkan visi-misinya


semua mengangguk.


tok! tok! tok! Raka mengetuk pintu. nenek Asih lalu keluar dan membukakan pintu untuk Raka


“Raka kamu kemana aja?” sebal nenek Asih


“Raka abis main sama temen-teman Raka nek!” jujur Raka


“kamu hak ada bosan-bosan nya ya main sama geng motor gak jelas itu!” marah nek Asih


“Nek! ” kesal Raka sambil mengepalkan jarinya erat


“apa. mau marah? ” ujar nek Asih


Raka berusaha mengatur nafasnya yang mulai memanas dan meninggalkan nek Asih.


“Raka kamu harus tau diri jadi anak!” teriak nek asih.


Raka tidak menggubris ucapan nek Asih dan tetap pergi ke kamar nya.


beberapa harinya...


“Raka kamu tidak kerja?” tanya kakek menyambut Raka yang baru bangun


“rak.. ” ucapan Raka di potong nek asih cepat


“gimana mau kerja orang udah dipecat sama bosnya! ” potong nek Asih nyinyir


“Nek!” lerai kakek


“apa kek? itu benar kan? kalau anak ini emang gak berguna!” kesal nenek Asih


“Nek!” kesel Raka


“apa? mau marah sama nenek itu benar kan. kalau kamu udah hampir satu bulan tinggal diasini tapi gak ngasih nenek uang untuk keperluan sehari-hari!” ujar nenek Asih tegas.


Raka langsung memikirkan baik-baik ucapan nek Asih dan memang benar. “apa gue cuman anak yang gak berguna ya! gue gak pernah bisa bikin kakek sama nenek bahagia!” batin Raka sedih


“Raka minta maaf nek!”balasnya merendah


“pokok nya kamu gak akan nenek kasi makan sebelum kamu ngasi nenek uang bulanan!” ujar nek asih langsung pergi


“Nek! jangan begitu dong kasihan Raka nek! ” ujar kakek


“kakek pilih saya atau dia?” ujar nek asih menghentikan langkah nya sejenak


kakek yang tidak bisa memilih hanya diam dan menatap Raka iba“Raka maafin nenek ya. maaf juga kakek gak bisa berbuat apa-apa!” sedih kakek mata nya mulai berkaca-kaca


“udah kek gak apa-apa Raka bakal cari kerja yang baru!” ujar Raka menenangkan kakeknya.

__ADS_1


bersambung....


baca ya episode selanjutnya see you next episode guys i love you so much thank you udah baca ya byby... 🌸


__ADS_2