Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
20. perhatian ibu


__ADS_3

flashback


semua teman-teman nya raka panik dan kebingungan mencari raka yang menghilang setelah minta izin mengantar kan yoga pulang ke kota yang asing menurut teman-teman raka.


nenek dan kakek nya raka pun bingung mencari raka kemana?


karena raka pergi tanpa pamit dan menghilang seperti di telan bumi.


Keesokan harinya...


pagi itu raka bangun dan di sambut manis dengan keluarga baru nya di meja makan, ibu nya raka sudah menyiapkan sarapan enak di atas meja.


“pagi raka!” sambut manis ayah tiri dan ibu nya raka


“pagi semua” jawab raka


“ayok kita sarapan dulu raka” ujar ibunya raka


“iya bu” jawab raka


ibu nya raka lantas mengambilkan raka piring dan makanan tak lupa juga membuatkan raka susu.


“raka gimana kamu senang dengan kerjaan kamu yang baru? ” tanya ayah tiri nya raka


“aku senang yah. Makasi ya ayah sudah membantu aku mencari pekerjaan” ujar raka


“iya kamu kan sudah menjadi anak ayah sekarang” jawab ayah tiri nya raka


“kamu makan yang banyak ya sayang kamu kan mau kerja. owh iya kamu semangat ya kerjanya” lanjut ibu


“iya bu” jawab raka


beberapa saat kemudian raka selesai makan dan pergi ke tempat kerja yang jarak nya tidak jauh dari rumah ayah tiri nya


saat raka sampai di depan rumah tiba-tiba ibu nya memanggil raka


“raka tunggu!” panggil ibu nya


raka langsung menoleh ke belakang


“ada apa bu? ” tanya raka


ibu nya raka lalu memberikan raka sebuah rantang bertingkat yang berisi bekal


“ini sayang ibu bawakan kamu bekal. kamu makan ya” ujar ibu nya


“howh ya ampun ibu aku kira apa. tapi makasi ya bu” jawab raka agak kaget

__ADS_1


raka lalu mengambil rantang itu dan pamit ke ibu nya


raka langsung bekerja...


sama seperti majikan lama nya raka majikan baru nya pun sangat senang dengan cara kerja dan ketekunan raka. Raka bekerja tanpa harus diawasi dan jujur.


hari sudah mulai sore raka di izinkan pulang oleh majikannya karena pekerjaan raka sudah selesai.


raka langsung pulang karena merasa sudah lelah .


saat sampai di rumah raka disambut manis oleh ayah tiri, ibu dan adik-adik tiri nya


“raka kamu sudah pulang?” tanya ibu nya raka


“iya bu ” jawab raka agak berat karena sangat lelah


“ya sudah kita makan dulu ya” lanjut ibu nya


“baik bu” jawab raka lesu


“kamu pasti kecapaian ya” tanya ibu sambil mengambilkan raka makanan


“iya bu aku lumayan lelah hari ini” jawab raka


“ya udah kalau begitu kamu makan ya banyak ya pasti kamu juga lapar kan? ” lanjut ibu nya raka


raka hanya mengangguk


“ternyata begini ya rasanya punya ibu? dan kasih sayang ibu itu sangat berbeda dengan bibi suar ibu terlihat sangat tulus melayani aku. seharusnya aku sudah mendapatkan perhatian ini dari kecil dari ibu tapi apa daya... ” batin raka sambil melihat ibu nya yang mengambilkan raka makanan


“ayo makan sayang” ujar ibu nya raka memecahkan lamunan raka


“iya bu, makasi ya bu” ujar raka


ibu nya raka hanya tersenyum


“harus nya aku tidak sengsara dulu jika ada ibu di sisi aku” batin raka lagi


melihat raka yang kembali melamun ibu darma mulai bingung


“raka kamu kok tidak makan? ” tanya ibu nya lagi


raka masih diam dan tidak sadar dengan panggilan ibu nya karena masih sibuk melamun


“raka kamu kenapa? kamu sakit ya? atau kamu mau ibu suapi makan nya? ” tanya ibu darma panik karena bingung dengan anak nya


raka masih diam

__ADS_1


akhirnya ibu darma mengambil piring nya raka dan menyuapi Raka makan, lamunan raka baru terpecah saat ibu nya mengambil piring di depan nya dan menguapi raka


raka pun senang ibu bisa di suapi oleh ibu kandung nya karena sangat lama dia merindukan supan dari seorang ibu yang pergi meninggalkan dia di saat dia masih kecil


“ya ampun anakku sekarang sudah sebesar ini, maaf kan ibu ya sayang karena ibu sudah meninggalkan kamu lima belas tahun yang lalu saat kamu masih berumur lima tahun. Andai saja ayah kamu tidak secepat itu meninggal kan kita pasti kamu tidak akan merasakan penderitaan ini. Raka kamu sampai seperti ini kucel dan kamu berpenapilan seperti preman, pasti karena kamu selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian ya sayang” batin ibu darma sambil menyuapi raka makan


“makasi ya bu. selama ini aku tidak pernah merasakan di suapi selama bertahun-tahun bu” ujar raka saat di suapi inu nya dengan matanya yang mulai ber kaca-kaca


“iya sayang. ibu juga minta maaf ya karena ibu sudah meninggalkan kamu saat kamu masih kecil” jawab ibu darma sedih


“iya bu aku mengerti keadaan ibu, aku juga tau kalau ibu pergi meninggalkan aku karena kelakuan kejam nya paman dan bibi suar kan? ” tanya raka


“ham..heh.. bu.. bukan karena itu kok sayang ” jawab ibu darma agak gugup seperti ada yang di sembunyikan sepertinya dia tidak mau menyalahkan siapa-siapa


“udahlah bu ibu tidak usah menutupi apapun dari aku, aku sudah tau kok bu” jawab raka


“iya. ehh ya udah kamu lanjut makan dulu ya” ujar ibu suar


raka lalu melanjutkan makan malamnya


“apa aku tanya aja ya ke raka bagaimana paman dan bibi nya merawat raka?apa raka di perlakukan dengan baik sama paman dan bibi nya.” batin ibu nya raka


melihat anaknya yang mulai lahap ibu suar menunda pertanyaan nya itu


“ehh aku tanya nanti aja deh kasihan dia masih makan”


batin ibu darma lagi


setelah selesai makan raka langsung masu ke kamar nya, ibu darma juga ikut menyusul beberapa saat nya kemudian


“tok... tok... tok... ” Suara ibu darma mengetuk pintu kamar raka


“ehh ibu ada apa bu? ” tanya raka


“ibu boleh masuk?” tanya ibu nya raka


“boleh lah bu”jawab raka senang


“kamu lagi ngapain? ” tanya ibu nya raka


“aku juga bingung bu mau ngapain, biasanya kalau di rumah aku main sama teman-teman aku bu” jawab raka agak sedih


“owh iya teman-teman. aku kok lupa ya ngabarin mereka, kakek &nenek!” batin raka setelah bicara seperti itu ke ibu nya


“kamu biasanya main sama siapa sayang? terus pergaulan kamu gimana? ” tanya ibu nya raka penasaran dengan anaknya


bersambung-:)

__ADS_1


see you next episode guys 😍😙


like nya jangan lupa ya!


__ADS_2