Preman Berhati Mulia

Preman Berhati Mulia
16.


__ADS_3

flashback


............


[percakapan raka dan teman-teman nya]


"iya rak, mending kita nyanyi-nyanyi kek ngapain gitu biar gak suntuk” sahut arda sambil membujuk raka


“oke deh gue ikut kalian aja” jawab raka


akhirnya raka di basecamp sampai lupa pulang, dia tidak ingin pulang karena malas dengan masalah nya yang tidak kelar-kelar


raka berpikir mungkin dia lebih baik menikmati masa remaja nya dengan bersenang-senang dengan teman-teman nya dari pada sedih tidak jelas, apalagi sekarang yang membuat dia sedih sudah pergi kan.


Keesokan harinya....


saat raka bekerja dia bertemu dengan paman suar di tempat kerja.


“raka!” Sapa paman suar manis


“dasar orang tidak tau malu” batin raka


“sudah puas paman menikmati uang aku untuk kepentingan paman sendiri” sahut raka dengan ketus


“raka paman tidak bermaksud untuk menipu kamu rak, tapi ini pinta bibi kamu paman sudah berusaha menolaknya tapi kamu kan tau sendiri bagaimana sifat bibi kamu” jawab paman suar merasa bersalah


“tapi bener juga sih, yang minta uang aku kan bibik bukan paman. Dan selama ini kan paman hanya melakukan apa yang bibi minta” batin raka lagi


“kalau kamu tidak percaya paman akan ajak kamu kerumah paman ya nanti sore” lanjut paman suar


¦raka diam sejenak¦


paman suar lalu pergi karena raka masih diam dan terlihat marah


tapi raka tiba-tiba menghentikan pamannya


“tunggu paman!” ujar raka


paman suar lalu berhenti dan membalik badannya


“ada apa raka? ” tanya paman suar


“tapi aku masih butuh cerita dari paman” jawab raka

__ADS_1


paman suar lalu mendekati raka lagi,


beberapa saat paman suar menceritakan kenapa paman suar mau pindah rumah


setelah paman suar cerita, raka menjadi merasa bersalah karena sudah mencaci maki pamannya.


"Paman suar mau pindah karena bibi suar meminta nya dan raka tau hal yang tidak bisa di tolak paman suar adalah permintaan istri nya. Dan bibi suar mau pindah karena tidak tahan satu rumah dengan mertua nya yaitu nenek asih, karena di sisi lain nenek juga sangat nyiyir dengan menantu nya yaitu ibu suar. Bibi suar pindah juga karena sebentar lagi anak nya yaitu tini akan menikah dengan pemuda kaya di kampung barat tempat tinggal baru nya paman dan bibi suar, jadi bibi ingin menempati rumah di kampung sebelah lagi pula dia juga sudah bisa membeli tanah disana" ujar paman suar.


“alah bisa beli tanah pakai uang aku”batin raka


“paman kok gak ngasi tau aku mau pergi?” tanya raka di balik rasa marah dan kecewa nya


“paman minta maaf ya. bibi kamu minta paman pergi buru-buru” jawab paman suar


“terus paman tau uang yang dipakai beli tanah itu adalah uang aku” tanya raka tegas dengan nada tinggi


“ap.. apa uang kamu? kata bibi kamu itu uang yang di tabung dia bertahun-tahun” jawab paman suar gugup karena kaget.


“ya paman mana tau kalau istri paman itu gak cerita, paman kan selalu percaya sepenuhnya dengan bibi suar” jawab raka menyindir paman nya


“bukan begitu, oke baik nanti sore kita ke rumah paman kamu ngomong baik-baik ya sama bibik kamu mungkin kamu salah paham” lanjut paman suar masih gugup


“apanya lagi yang salah paham paman? ” tanya raka


“benar juga sih kata paman” batin raka sambil menarik nafas dan menahan nya


“oke nanti aku bakalan ke rumah paman ” lanjut jawab raka sambil membuang nafas


“iya raka” jawab paman suar sambil beranjak pergi ke tempat kerja nya


sore kemudian...


setelah pulang kerja raka langsung menemui bibi suar


saat raka sampai di rumah baru paman dan bibi nya raka langsung bertemu dengan bibi nya bibi suar.


“raka! ” sapa bibi suar terlihat manis


“owh jadi ini tempat yang di beli dengan morotin gaji aku” ujar raka membalas sapa dari bibi suar


“ma.. maksud kamu apa ngomong kayak gitu? ” jawab bibi suar gugup


“ya kan selama ini bibi minta semua gaji aku untuk keperluan rumah. ehh nyata nya bibi pakai beli tempat ini kan” jelas raka

__ADS_1


“kamu jangan asal nuduh ya” jawab bibi suar


“aku gak bakal ngomong kayak gitu kalau gak ada saksi nyata nya ” jawab raka


“emang siapa saksi itu? ” tanya bibi suar


“siapa lagi kalau bukan nenek asih, kan yang tau seluk beluk dan rahasia bibik itu cuma nenek asih” jawab raka nyidir


“kurang ajar nenek tua itu, dasar ya aku punya mertua kayak gitu” batin bibi suar


“ya itu mungkin cuman salah paham raka” jawab bibi suar mencari alasan


“tapi kalau aku marah atau buat raka gak percaya lagi sama aku ya gimana aku mau porotin dia lagi aku kan butuh di kasi uang lebih” lanjut batin bibi suar


“raka kamu gak usah percaya sama nenek kamu itu ya, dia cuman salah paham sama bibik karena kan bibi gak mau lagi tinggal serumah sama dia” ujar bibi suar


“aku kecewa sama bibik, berkali-kali bibi bohongin aku, menipu aku bik” ujar raka dengan nada marah


“udah-udah raka kamu tenang ya” ujar paman suar yang tiba-tiba datang


“kamu boleh kok tinggal disini bareng kita kalau kamu mau” lanjut ujar bibi suar


“anak ini sudah aku tau seluk beluk nya” batin bibi suar lagi


“kamu kira aku akan terpancing lagi bik” batin raka


“maaf bik aku tidak tertarik tinggal sama bibi” jawab raka lantas pergi tanpa pamit dari rumah itu


hari mulai gelap raka langsung pulang ke rumah nenek dan kakek nya


saat sudah sampai di rumah, raka disapa dengan pertanyaan sama nenek asih


“raka kamu udah ketemu sama paman kamu tadi di tempat kerja? terus dia bilang apa raka? ” tanya nenek asih


"udah kok nek, bahkan aku sempat ke rumah baru mereka dan bicara sama bibi suar, tapi bibi suar malah bilang kalau salah paham kalau dia beli tanah disana pakai uang aku" jawab raka sambil duduk di meja makan


“bibi kamu itu memang licik ya” jawab kakek nya raka


“iya” jawab nenek asih


“udah lah nek kek kita biarin aja mereka pindah rumah, jadi kan kalian lebih bebas karena gak ada lagi yang ngatur-ngatur kalian kan ” ujar raka


seperti nya nenek asih dan kakek nya raka mulai luluh dengan raka, mereka akhirnya mau mengiklaskan kalau paman dan bibi nya raka pindah rumah

__ADS_1


bersambung-(:


__ADS_2