
"Silahkan diminum bos'' Ucap Laura yang sedang meletakan tapak dan gelas yang berisi kopi panas dimeja Jack.
"Terimakasih'' Jack sembari tersenyum.
Laura tidak lupa membalas senyum Jack dan kembali ke kursi duduknya. Baru saja ingin duduk, mendengar ketukan pintu membuat Laura menghela napas dan kembali melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.
"Pagi asisten Laura, saya hanya ingin menghantarkan makanan ini untuk bos dan anda'' Ucap karyawan Jack.
Laura sontak mengambil box makanan dari tangan karyawan tersebut dan tidak lupa mengucapkan terimakasih. Laura sontak menutup pintu dan berjalan untuk menaruh box yang berisi makanan ke meja Jack.
"Bos ini sarapan anda'' Ucap Laura.
Jack yang sedang bekerja melihat Laura sedang meletakan box makanan, Jack seketika meninggalkan pekerjaan terlebih dahulu dan bangkit dari duduk membawa box tersebut ke meja sofa.
"Kemari'' Jack menepuk sisi kosong sofa untuk Laura duduk.
Ingin menolak Jack tapi perutnya sudah merasa lapar, dengan terpaksa Laura melangkahkan kakinya dan duduk di samping Jack.
Sembari memakan makanannya, Jack terus menatap Laura dengan wajah seperti yang ingin disampaikannya.
"Laura bagaimana kalau kamu tinggal di rumahku? Nanti aku juga akan membelikan rumah untuk Ibu tinggali.'' Ucap Jack.
Tersedak mendengar ucapan Jack yang meminta Laura untuk tinggal dirumahnya, Laura sontak meletakan sendok yang sedang dipegangnya dan menatap Jack dengan tatapan kaget.
"Tinggal dirumah bos? Apa kata orang nanti? Lalu rumah untuk Ibuku?'' Tanya Laura.
"Nanti aku akan menaikan upahmu 2 kali lipat, kamu tidak perlu memasak atau pun beres-beres rumah, kamu hanya perlu menyiapkan baju dan dasi mana yang pantas aku pakai. Soal rumah aku hanya ingin Ibumu tinggal ditempat yang lebih layak tidak ada maksud yang lain'' Ucap Jack.
Tersenyum mendengar penjelasan Jack, Laura menaikan satu tangannya dan memangku wajahnya sembari menatap Jack.
"Aku bisa menyetujuinya, tetapi bos sendiri yang harus meminta izin dengan Ibuku bagaimana?'' Tanya Laura dengan wajah meledek.
Jack sontak berdiri dan mengulurkan tangannya mengajak Laura untuk pergi.
"Ayo?'' Ucap Jack.
Kaget dengan Jack yang begitu semangat, menatap Jack, menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bos, tidak sekarang juga, anda masih ada jadwal untuk pergi ke kota B'' Ucap Laura yang tertawa melihat Jack.
Terperangah menatap Laura yang tertawa, Jack kembali duduk dan meraih kembali makanan yang sudah diletakan ya dimeja tadi.
***
"Dimana kamu membeli semua material ini?'' Tanya Jack dengan wajah dingin.
Laura yang ada di samping Jack menjadi takut melihat Jack yang mengeluarkan wajah dingin.
"Tentu saja aku membelinya di PT material terkenal di kota ini bos'' Ucap pegawai.
Sudah tahu semua material yang di beli bawahan nya adalah material tidak bagus, Jack tersenyum sinis mendengar jawaban yang ucapkan bawahannya tadi.
"Laura, tolong hubungi PT material yang ada di ponselku ini, tanyakan padanya apakah pak Sheng membeli meterial yang bagus atau yang biasa.'' Ucap Jack sembari memberikan ponselnya ke Laura.
Mendapat perintah dari Jack, Laura sontak menjauh dari Jack dan menghubungi PT material tersebut untuk menanyakannya dengan jelas.
Bawahan Jack yang mulai ketakutan, langsung mencari alasan untuk melindungi dirinya.
Sudah mendapat jawaban dari PT material, Laura kembali menghampiri Jack.
"Bos, pak Sheng ternyata tidak membeli barang apapun di PT material di kota ini'' Ucap Laura sembari menatap pak Sheng yang sedang memohon dengan Jack.
"Tolong jaga jarak mu! Saya tidak mau semakin kotor karena kamu mendekatkan diri kamu ke saya. Saya sudah memberikan kamu uang sebanyak itu dan kamu masih bilang tidak cukup? Lalu yang cukup menurutmu harus berapa uang?'' Tanya Jack, karena merasa geli dengan bawahannya yang semakin dekat dengannya Jack mengulurkan tangannya meraih tangan Laura dan menggandengnya dengan sedikit gemetar.
"Maaf bos, beri aku kesempatan sekali lagi aku pasti tidak akan mengulanginya nya'' Ucap pak Sheng yang dengan sengaja memegang kaki kiri Jack.
Merasa khawatir dan kasian dengan Jack yang sudah gemetaran, melihat pegawai tersebut seperti sengaja menyentuh kaki Jack, Laura membungkuk badannya dan melepaskan tangan pegawai tersebut dengan kuat, meraih Disinfectant spray yang ada didalam tasnya, Laura sontak menyemprotkannya ke celana Jack yang sudah di pegang bawahannya tadi.
"Lebih baik anda bangun dan serahkan diri anda ke kantor polisi atau saya sendiri yang akan mengantar anda!'' Ucap Laura dengan nada tegas.
"Biarkan saja, sebentar lagi polisi akan datang membawanya. Ayo pergi'' Ucap Jack dengan tubuh yang sudah lemas.
Laura sontak mengandeng Jack dengan erat dan pergi menuju mobilnya.
"Bos minum air putih terlebih dahulu supaya menjadi tenang.'' Ucap Laura sembari menyodorkan minum ke Jack.
__ADS_1
Langsung mengambilnya dari tangan Laura dan meminum air mineral tersebut sampai habis, benar saja membuat Jack merasa lebih baik.
"Terimakasih, lagi lagi kamu menyelamatkan hidupku'' Ucap Jack yang tersenyum menatap Laura.
"Itu pasti kan aku sekarang asisten mu bos.'' Laura tertawa kecil.
Sore harinya.
Jack dan Laura yang sedang berada dalam perjalanan menuju pulang, Jack mengingat kalau harus menemui Ibu Laura sontak menanyakannya.
"Laura? Kamu ingin aku meminta izin dengan Ibumu sekarang atau besok saja?'' Tanya Jack yang sedang mengendarai mobilnya.
Kembali membuat jantung Laura berdetak kencang, Laura yang memikirkan Ibunya dan merasa kasihan karena tinggal dirumah yang sudah tua, Laura sontak membulat pikirannya.
"Terserah bos saja'' Ucap Laura.
Tanpa berkata sepatah kata, Jack dengan wajah tersenyum langsung menuju rumah Laura. Tetapi Jack tiba-tiba teringat dengan dirinya yang tidak bisa sembarang dekat dengan orang membuat Jack ragu.
"Bagaimana pendapatmu jika Ibumu tahu kalau aku tidak bisa sembarang dekat dengan orang?'' Tanya Jack yang bingung.
"Tenang Ibuku tidak seperti Ibu tiri yang ada di dalam sinetron'' Laura yang tertawa kecil menatap Jack.
"Sialan aku dibuat takut olehmu.''
Sudah sampai di depan rumah Laura, sebelum turun Jack menghela napas dalam dan membenarkan pakaian dengan rasa sedikit tidak nyaman Jack yang sangat ingin Laura tinggal dirumahnya memberanikan diri untuk masuk.
"Ibu?'' Ucap Laura.
Laura melihat Jack yang sedang tegang seperti orang aneh membuat Laura tidak bisa menahan tawanya.
"Bos wajahmu itu.. haha'' Ucap Laura.
"Laura? Kenapa semalaman tidak pulang? Ini siapa?'' Tanya Ibu Laura yang baru saja membuka pintu dan berdiri di depan pintu dengan wajah bingung.
"Hai Tante, Aku Jack bos Laura.'' Jack yang menundukkan kepalanya sembari tersenyum.
Bersambung.
__ADS_1