Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Mabuk


__ADS_3

Jack menatap jam yang ada di pergelangan tangannya dan membatin Laura, sudah hampir jam 19:00 dia menghabiskan waktu merias wajah sampai secantik itu.


Diperjalanan, Jack yang merasa tidak nyaman bolak-balik melihat ke arah dada Laura sampai membuat pipi Jack menjadi memerah dan tidak berkata apapun.


Laura yang merasa tidak beres dengan Jack membatin, dia sedikit terlihat aneh melihat tatapan Jack, Laura mengikuti tatapannya dan tersadar kalau Jack dari tadi melihat belahan dadanya, Laura dengan buru-buru menutupi belahannya dengan kedua telapak tangannya.


"Kamu lihat ke arah mana?!'' Tanya Laura dengan wajah kesal.


"Seperti tidak pernah melihatnya, aku lihat biasanya payudara mu tidak sebesar itu, kenapa hari ini terlihat begitu besar?" Tanya Jack yang langsung mengalihkan pandangannya.


"Tidakkah kamu tahu apa itu PHUSUP BRA!'' Laura dengan nada tegas.


Tersadar kalau ucapannya ada yang salah, Laura pun menyesalinya dan berbicara didalam hati, kenapa aku harus memberitahu tentang itu bodoh sekali.


"Apa katamu tadi? Payudara besar, kecil apa urusannya denganmu!'' Ucap Laura.


Sesampainya di tempat, Jack turun dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu Laura, saat Jack hendak mengulurkan tangannya, karena Laura masih marah, Laura membalikan badan dan keluar dengan sendirinya.


Laura yang belum sadar banyak kamera yang membidik ke arahnya, membuat Laura menjadi dingin dan ragu untuk melangkah maju.


Melihat Laura yang berdiri diam seperti ketakutan, Jack dengan segera melangkah kakinya menghampiri Laura.


"Jangan takut ada aku disini'' Ucap Jack yang menatap Laura dengan wajah tersenyum.


Entah mengapa, Jack yang ada disampingnya membuat Laura tiba-tiba merasa lebih santai dari sebelumnya. Laura sontak meraih tangan Jack dan menggandengnya.


Wartawan yang melihat Jack hadir dan mengandeng tangan wanita cantik membuat semua wartawan menatap dengan terperangah karena baru sekali melihat Presdir paling kaya di kota A membawa wanita.


"Terimakasih sudah membantuku lagi'' Ucap Laura sembari tertawa kecil.


"Ya, tenang santai saja'' Jawab Jack.


Jack dan Laura sontak berjalan masuk.


Karena sebelumnya Laura tidak pernah pergi ke acara mewah dan hari ini pertama kalinya dirinya menghadiri acara seperti ini membuat Laura malu dengan semua orang.


"Banyak sekali orang disini, aku malu'' Ucap Laura sembari menarik jas yang dikenakan Jack.


"Tidak apa-apa, mereka semua tidak akan menggigit mu'' Ucap Jack yang sedang tertawa kecil.

__ADS_1


Melihat banyak kue tart dan makanan lainnya membuat Laura menatapnya dengan senang sampai mulutnya mengeluarkan air.


"Apa aku boleh makan kue itu?'' Tanya Laura dengan wajah memohon.


Tidak punya pilihan selain menganggukkan kepala, apa lagi melihat wajah Laura yang sangat lucu, Jack hanya bisa menyetujuinya.


"Presdir Jack''


Melihat ada rekan bisnis yang memanggil namanya, Jack sontak tersenyum dan berjabat tangan.


"Saya telah banyak mendengar tentang anda dan ini adalah suatu kehormatan bertemu dengan mu'' Ucap rekan bisnis Jack.


Jack memanggil pelayan untuk menghantarkan minum, karena Jack sangat dihormati pelayan sontak menghampiri Jack dan datang dengan champagne.


Jack sontak mengambil minuman tersebut dan mengangkat lalu meminum seteguk lalu pergi.


"Kamu kenal dengannya?'' Tanya Laura.


"Ya" Jawab Jack.


Laura melihat ada seseorang yang ingin menghampiri Jack, Laura bersembunyi di belakang tubuh Jack dengan wajah memohon.


Jack menepuk kepala Laura dengan perlahan untuk menunjukkan rasa keperdulian. '' Pergilah''


Saat Laura tengah makan dengan asyik, Laura mendengar suara wanita yang sedang memanggilnya, Laura sontak membalikan badan.


"Mola?'' Ucap Laura.


"Hebat sekali, kamu bisa datang kesini dengan Jack, mantra apa yang kamu gunakan aku juga sangat penasaran'' Ujar Mola.


Mengela napas karena tidak mau marah menghadapi wanita aneh yang sedang berbicara dengannya, Laura membatin Orang gila seperti ini lebih baik jangan dihiraukan, kalau tidak dia pasti akan menggigit orang.


Membalikan badan melihat Jack yang masih mengobrol dengan jarak berjauhan, Laura yang bosan pergi ke balkon untuk melihat pemandangan sekitar.


Tersenyum jahat melihat Laura yang pergi tanpa menjawab ucapannya, Mola sontak memanggil pelayan untuk mengantarkan anggur yang pikirnya untuk memberi pelajaran dengan Laura.


"Nona ini minum mu'' Ucap pelayan.


"Ahh terimakasih'' Ucap Laura yang tersenyum.

__ADS_1


Laura yang belum pernah meminum minuman aneh, dengan rasa penasaran Laura sontak meminumnya.


"Ada apa dengan kepalaku, kenapa menjadi berat seperti ini.'' Ucap Laura sembari memegang dahinya.


Jack tersadar melihat Laura yang tidak ada, pergi mencari Laura dan ternyata Laura ada di balkon.


"Kamu dari mana, aku mencari mu" Tanya Jack.


Ketika Jack menatap Laura, muka Laura yang sudah memerah membuat Jack menjadi kaget dengan Laura yang sudah mulai mabuk dan terjatuh di pelukannya.


"Kamu kenapa bisa sampai minum anggur astaga wanita ini'' Ucap Jack.


Melihat Laura sudah tidak berdaya, Jack berusaha menyadarkan Laura dengan menyemprotkan Disinfectant spray ke wajahnya dengan perlahan, tetapi tetap tidak bangun.


Meraihkan tangannya lalu menggendong Laura dan bergegas untuk pulang ke rumah.


Didalam perjalanan pulang, Laura yang tidak sedang sadarkan diri tertidur di pundak Jack, dengan kondisi mabuk Laura perlahan menggerakkan tangannya mengusap leher Jack dengan perlahan.


"Bos kenapa pipimu memerah?'' Tanya sopir Jack.


"Kamu menyetir saja dengan benar jangan melihat arahku!'' Jawab Jack dengan tegas.


Sesampainya dirumah, karena sudah larut malam Jack memutuskan untuk membawa Laura pulang kerumahnya, Jack yang sudah turun dari mobil mengulurkan tangannya untuk menggendong Laura masuk ke dalam dan menuju kamar dengan perlahan meletakan Laura di ranjang tidur.


"Astaga wanita ini hampir saja membunuhku.'' Ucap Jack yang sedang menatap Laura yang tertidur.


Jack merasa dirinya pasti kotor, membalikan badan dan hendak pergi, saat Jack ingin melangkahkan kakinya justru Laura menarik pergelangan tangan Jack hingga membuat Jack terduduk di samping Laura yang masih belum sadar.


"Jangan pergi, aku takut'' Ucap Laura masih dengan mata terpejam.


"Bodoh ini konyol aku sangat tidak bisa tidur seperti ini, lepaskan tanganmu itu'' Ujar Jack dengan mimik wajah kesal.


Saat Laura membuka mata dan masih dalam kondisi mabuk, melihat ada pria tampan di depannya, sontak bangun dan menangkup wajah Jack.


"Pria? Dari mana asal mu? Kenapa bisa ada kamu disini?'' Laura sembari memutar pipi Jack.


Kaget melihat Laura yang bangun tetapi masih menyiksa nya, tanpa berbicara sekatapun Jack menghela napasnya lalu melepaskan tangan Laura dengan perlahan, Jack sontak meraihkan tangannya untuk mengambil Disinfectant spray dan menyemprotkan ke Laura.


"Wanita gila, sadarlah aku lelah melihatmu yang seperti ini, menyiksa sekali argghh!'' Ucap Jack dengan nada tegas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2