Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Bos kejam


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah Ibu Laura.


"Huh, untung saja tadi bos cepat-cepat mengajakku pergi, kalau tidak pelayan toko itu pasti sudah aku pukul kepalanya dengan kuat!'' Ujar Laura sembari mengepalkan tangannya dengan tatapan marah.


"Aku tahu itu kamu kan kucing ganas, jadi aku buru-buru menarik mu untuk segera pergi.''


Karena masih marah, Laura sepanjang jalan juga tidak berhenti berbicara dan terus mengeluarkan unek-uneknya.


Jack yang baru tahu kalau Laura adalah orang yang sangat-sangat cerewet, tersenyum paksa, diam dan menatap Laura dengan wajah bingung karena bingung harus menjawab ucapan Laura.


Dirumah Ibu Laura.


Laura dan Jack yang masih duduk di dalam mobil sembari menatap rumah Ibunya yang sangat sepi dan semua lampu sudah dimatikan membuat Laura bingung apakah Ibunya sudah tidur?


"Bos ini baru jam 8 malam, kenapa lampu rumah tidak ada yang menyala? Apa mungkin Ibuku sudah tidur?'' Tanya Laura yang menatap heran.


"Mana aku tahu? Kenapa bertanya denganku? Bukankah dari tadi aku bersamamu?''


Laura yang tiba-tiba tersadar, tersenyum paksa lalu mengalihkannya pandangannya menghadap depan.


Melihat dari pantulan kaca spion mobil ada satu mobil yang berhenti tepat di belakang mobil Jack membuat Laura menjadi heran dengan siapa yang datang?


"Bos coba perhatikan siapa orang yang ada didalam mobil dibelakang itu. Setahuku semua saudara ibu itu ada dikampung, lalu siapa itu?''


"Kita turun saja dan lihat langsung.''


Jack dengan perlahan membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya turun. Saat menoleh mobil tersebut Jack kaget karena yang baru turun dari mobil adalah Ibu Laura dan membuatnya tercengang hingga tidak bisa berkata-kata karena penampilan Ibu Laura sangat berbeda dari waktu pertama Jack lihat.


"Tuan Jack, Laura?'' Ucap ibu Laura yang baru turun bersama satu pria paruh baya.


"Ibu?'' Laura dengan tatapan penuh tanya.


"Ayo-ayo lebih baik kita masuk terlebih dahulu ya?''


"Tunggu sayang, seperti aku tidak berlama-lama lagi, aku pulang terlebih dahulu ya.'' Ucap pria asing yang berdiri di samping ibu Laura.


Ibu Laura yang percaya begitu saja sontak membolehkan pria nya pulang tanpa memperkenalkan diri ke Laura dan Jack. Sesudah pria asing tersebut pergi, Laura Jack dan ibunya sontak masuk ke dalam rumah.


Dengan rasa sedikit emosi melihat ibunya, Laura sontak menaruh belanjaannya di sofa dengan rasa marah lalu menatap Ibunya.

__ADS_1


"Ibu tolong jelaskan semuanya dengan laura.''


"Laura apa ini baju yang ibu minta? pelan pelan dong kamu meletakkannya. Barusan kamu minta ibu menjelaskan? Apa yang mau ibu jelaskan nak?"


Jack yang bingung harus berbuat apa, melihat Laura yang sudah mulai memanas, Jack beralasan ingin menunggu Laura di mobil.


"Ibu kenapa ibu berpenampilan seperti ini? Siapa lelaki yang bersama ibu tadi?''


"Memang kenapa kalau ibu seperti ini? Ini terlihat bagus kan? Ahh itu tadi adalah pacar ibu.'' Jawab ibu Laura yang sibuk melihat baju yang tadi dibawa oleh Laura.


"Ibu!''


Laura dengan mata berkaca-kaca sangat kecewa melihat ibunya yang sangat aneh seperti kehilangan arah. Padahal yang Laura tahu selama ini Ibunya adalah sosok yang pendiam, baik hati dan jarang bergaul dengan orang. Namun, kini yang dilihatnya justru seperti bukan Ibu yang dulu Laura kenal.


"Laura! Kamu sudah berani membentak ibumu sendiri ya sekarang?!!'' Ibu Laura dengan wajah tegas.


Kelepasan karena terlanjur emosi Laura yang sudah sangat lelah dan malas berbicara panjang lebar dengan ibunya, Laura tanpa berkata, membalikan badan dan berlari keluar sembari menangis.


Sementara Jack yang ada di mobil, panik melihat Laura yang keluar sembari menangis. Jack dengan cepat membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya menghampiri Laura.


"Laura kenapa menangis?''


Diperjalanan menuju pulang.


Melihat Laura yang masih terus menangis, Jack menjadi tidak tega dan kasihan dengan keadaan Laura.


"Katakan apa yang sudah membuatmu menangis hingga tidak berhenti-henti?''


"Bos tahu kan Ibuku sangat berbeda dari yang biasanya ibuku kenal. Entah sekarang aku sedang bermimpi atau tidak, aku sedih sekali melihat tingkah ibu dan sifatnya yang sekarang.''


Jack menghela nafas dengan perlahan dan berusaha berbicara yang positif agar mencairkan suasana.


"Ibumu kan masih muda, dia juga tinggal sendiri mungkin dia mulai merasa kesepian maka dari itu dia berusaha berkenalan dengan dunia luar.''


"Tapi bos, bagaimana mana bisa dalam waktu beberapa hari Ibuku sudah punya pasangan. Kenapa aku merasa ibuku sekarang tidak punya rasa malu.'' Ucap Laura sembari mengusap air matanya.


"Sudah jangan berbicara seperti itu, wajahmu juga terlihat sangat jelek ketika kamu sedang menangis haha''


"Bos sialan!''

__ADS_1


***


Tiga bulan kemudian.


"Rey apa kamu sudah memerintah petugas kebersihan untuk membersihkan semua ruangan kantor?'' Tanya Jack yang sedang bersin sembari menyemprotkan Disinfectant spray ke sekitar udara yang ada didekatnya.


"Bos petugas kebersihan yang biasanya datang kesini sedang pulang kampung semua, jadi Minggu ini tidak bisa datang.''


"Bodoh kenapa baru bilang sekarang! Cepat cari grup petugas lainnya untuk membersihkan kantor ini, jika tidak pasti aku akan mati berada disini hacih!''


Melihat Jack yang tidak henti bersih sembari ketakutan, Rey sontak meraih ponsel yang ada di selipan buku yang dipegangnya dan mengerakkan jarinya untuk mengetik lalu mengirim pesan ke Laura agar segera kembali ke ruangan Jack.


"Ya bos, setelah semua orang pulang dari kantor pasti akan ada petugas kebersihan yang sudah akan siap membersihkan semua isi kantor ini.''


Rey berpikir dirinya sudah selamat, langkah demi langkah mulai berjalan meninggalkan Jack dengan perlahan dan hampir sampai pintu menuju keluar.


"Rey!''


"Siapapun tolong selamatkan nyawaku, aku takut melihat hewan buas ini!'' Batin Rey dengan mimik wajah sedih.


Rey perlahan membalikan badan dan menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Jack yang sedang marah.


"Bos ini sudah hampir jam pul....?''


Laura yang baru saja masuk terkejut melihat Jack yang sedang mengeluarkan wajah dingin seperti sedang marah dan menatap Rey yang bertubuh gemetar.


Tidak tahu ada apa diantara keduanya dan tahu kalau Rey pasti sedang meminta bantuan, Laura menghampiri Jack.


"Bos ini sudah waktu jam pulang, aku juga sudah memanggil petugas kebersihan untuk datang kemari dan sekarang sedang berada dijalan, sebaiknya kita harus segera meninggalkan kantor sebelum mereka semua datang.''


"Asisten Laura, apa pria yang sedang berdiri di depanku meminta bantuan denganmu?'' Tanya Jack yang masih menatap dingin Rey.


"Ahh tidak begitu bos, dia sama sekali tidak meminta bantuanku. Karena aku tahu petugas tidak datang jadi dari tadi pagi aku sudah mencari petugas kebersihan.'' Laura sembari melambaikan kedua tangannya.


Jack menganggukkan kepala, lalu bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri Rey.


"Baiklah kalau begitu, asisten Laura ayo kita pulang. Rey kamu tetap disini ya dan bantu petugas kebersihan lainnya, kalau kamu sampai pulang upahmu akan ku potong 2 bulan.''


"Bos kejam!''

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2