Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Adu nasib


__ADS_3

"Selamat pagi nyonya'' Ucap salah satu karyawan kantor.


"Pagi, apa Jack ada di ruangannya?'' Tanya Ibu Jack yang datang bersama Mola.


"Ya, bos ada di ruangannya" Jawab karyawan.


Sudah mendapat jawaban kalau Jack ada di dalam ruangannya dan Ibu Jack yang sangat penasaran dengan asisten Jack, dengan wajah datar sontak berjalan menghampiri Jack yang ada di ruangannya.


Bunyi ketukan pintu membuat Laura yang sedang menyusun jadwal acara untuk Jack, beralih pandangan menatap Jack yang sedang sibuk, Laura bangkit dari posisi duduknya dan perlahan melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


"Apa ada yang bisa saya bantu?'' Tanya Laura dengan sopan sembari tersenyum kecil.


Ibu Jack yang tadi datang dengan mimik wajah yang marah, melihat wanita membuka pintu ruangan Jack justru membuat dirinya membalas senyum Laura. "Apa kamu asisten baru anakku? Dimana Jack sekarang?'' Tanya Ibu Jack dengan nada ramah.


Mendengar Ucapan wanita itu berkata Ibunya Jack, Laura yang sama sekali tidak tahu membungkuk meminta maaf. ''Maaf nyonya, saya tidak tahu sama sekali kalau anda adalah Ibu Jack, Ayo masuk'' Laura yang mengulurkan tangannya untuk mempersilahkan masuk.


Ibu Jack menatap asisten baru anaknya sepeti gadis biasa, membuat Ibu Jack berpikir tidak mungkin Jack mau dengan gadis yang seperti ada didepannya.


"Hai Jack?'' Ibu Jack yang melangkahkan kakinya menghampiri Jack yang sedang fokus bekerja.


"Berhenti disitu. Laura tolong semprotkan Disinfectant spray ke pakaiannya Ibuku.'' Ucap Jack yang tidak menatap Ibunya justru menatap Laura.


Dengan perasaan ragu dan tidak bisa membatah perintah Jack, Laura dengan berat hati mulai menggerakkan tangannya dan menyemprotkan Disinfectant spray ke pakaian Ibu Jack dengan mimik wajah takut.


Tidak menyangka kalau asisten Jack begitu patuh dengan perintah Jack, Ibu Laura menepis tangan Laura dengan kuat sampai membuat Disinfectant spray terjatuh di lantai.


Kaget dengan suara benda terjatuh dilantai, Jack melihat Laura yang terkaget dan Ibu Jack menatap dirinya dengan marah, Jack bangkit dari duduknya dan menghampiri Ibunya dengan ekspresi wajah datar.


"Ada apa Ibuku yang baik hati dan penyayang datang kesini? Kenapa wajahmu seperti sedang marah dengan orang? Bukankah Ibu baru dari luar lalu bagaimana kalau ada kotoran menempel dipakain Ibu dan membuatku pingsan? Tanya Jack dengan dingin.


"Kenapa kamu memperkerjakan wanita seperti ini menjadi asistenmu! Kenapa tidak Mola saja, dia baik kepada mu juga.'' Ucap ibu Jack dengan nada tegas.


Tersenyum jahat mendengar ucapan Ibunya Jack melangkahkan kakinya dan berdiri di samping Laura, meraihkan tangannya untuk menggandeng tangan Laura dan kembali menatap Ibunya.

__ADS_1


"Jika aku menjadikan Mola asisten pribadi ku maka aku tidak akan bisa merasakan bergandengan tangan seperti ini dengan wanita, tapi aku beruntung bisa bertemu dengannya sehingga membuatku bisa seperti ini.'' Jack sembari mengangkat tangannya yang sedang menggandeng tangan Laura.


"Bos ini berlebihan'' Ucap Laura yang menatap Jack.


Ibu Jack berpikir pasti karena Laura yang sudah membuat Jack menjadi semakin berani dengan dirinya, Ibu Jack mengulurkan tangannya dan menarik paksa rambut Laura dengan kuat.


"Ahh sakit, sakit'' Ucap Laura.


"Ibu! Lepaskan tanganmu atau aku sendiri yang akan melepaskannya!'' Jack dengan nada tegas.


Tertawa jahat melihat Laura yang kesakitan dan mendengar ucapan Jack semakin menantang, Ibu Jack semakin menguatkan tangannya.


"Ibu!''


Menatap Laura yang menangis kesakitan, Jack sudah tidak bisa menahan marahnya sontak melepaskan tangan Ibunya dengan paksa.


"Apa Ibu tahu kenapa aku dan Tasya pergi dari rumah? Itu semua karena sifat jelek Ibu!'' Ucap Jack.


Jack dengan wajah kasihan sontak menghampiri Laura, mengulurkan tangan untuk menangkup wajah Laura. ''Maaf ya dihari pertamamu bekerja kamu sudah mendapat masalah karena ku.'' Ucap Jack dengan nada pelan.


"Tidak apa-apa, mungkin ini memang salahku.'' Laura mengelap air matanya dengan telapak tangan lalu tersenyum menatap Jack.


"Tidak. Lain kali aku akan menjaga mu dari orang jahat'' Ucap Jack yang tertawa kecil.


Rey sudah terbiasa mengantar makan siang untuk Jack, sontak menerobos masuk.


"Bos .......?''


Sementara itu, Rey yang berlari melihat bosnya sedang bermesraan dengan asisten barunya, Rey terhenti dari langkahnya dan berpura-pura tidak melihat apapun sembari melangkahkan kakinya perlahan untuk meletakkan box nasi yang dibawanya di meja Jack.


"Maaf bos, lanjutkan saja.'' Ucap Rey yang tidak berani menoleh ke Jack.


Melihat Rey yang sudah membalikan badan, Jack melangkah kaki dengan cepat lalu menarik kerah baju Rey dari belakang.

__ADS_1


"Bawakan satu box lagi untukku ya'' Ucap Jack.


Rey menganggukkan kepalanya dan berlari ke luar dengan terburu-buru.


Setelah Rey kembali membawakan satu box yang diminta bos nya, Jack dan Laura langsung memakannya.


Laura yang tiba-tiba ingat kalau dirinya sudah menyiapkan dokumen untuk rapat tetapi belum bilang ke Jack, Laura meletakkan sendok yang sedang dipegangnya dan menatap Jack.


"Bos nanti jam 2 akan ada meeting bersama wali kota A untuk membicarakan tentang pembelian tanah di dekat pantai asuhan.'' Ucap Laura.


Sedang asik makan sembari mendengarkan ucapan Laura, Jack hanya menganggukkan kepalanya dan lanjut makan dengan lahap.


"Bos apa Ibumu setiap hari datang ke kantor?'' Tanya Laura.


Jack seketika mengubah wajahnya menjadi datar, mengakhiri makannya dan meraih satu botol air minum di atas meja sofa.


"Tidak. Mungkin tadi dia kemari karena ada yang memberitahunya aku memiliki asisten pribadi, karena Ibuku tidak percaya dia datang kemari untuk melihatnya secara langsung.'' Jawab Jack.


"Lalu tadi aku dengar bos memiliki adik? Dimana dia sekarang?'' Laura dengan wajah penuh tanya.


Menatap Laura dan meraihkan tangannya untuk mengusap kepalanya sembari tertawa kecil dengan heran.


"Kamu sungguh ingin tahu tentangku?'' Tanya Jack.


Tersadar dengan mulutnya, Laura sontak menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan dan menggelengkan kepalanya.


"Ah tidak, tidak maaf bos'' Jawab Laura.


"Ibu dan Ayahku adalah sosok yang sangat keras kepala, mereka selalu menuntut aku dan adikku untuk menuruti semua perintahnya, tetapi lama kelamaan aku dan adikku mulai sadar kalau aturan ayah dan ibu itu terkadang tidak benar. Hingga suatu hari karena sudah lelah Aku dan adik perempuanku memutuskan untuk berpisah dari Ayah dan Ibu, membangun bisnis sendiri.Sekarang adikku berada di negara C.'' Ucap Jack dengan wajah sedih.


Meratapi ucapan Jack membuat Laura menjadi sedih, Laura mengulurkan tangannya dan menepuk perlahan punggung Jack.


"Kamu hebat ya, pisah dari orang tua bisa jadi sukses. Sedangkan aku semenjak ayahku menikah dengan perempuan lain hidupku dan ibu menjadi susah.'' Ucap Laura.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2