Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Wanita pemberani


__ADS_3

Heran dengan Laura yang tadi masih baik-baik saja tetapi kini berubah menjadi cuek, Jack yang tidak tahu apa-apa menjadi berpikir apakah Laura marah karena dirinya?


Ada apa dengannya? Apa dia marah dengan Ibunya? tetapi seperti tidak karena tadi setelah mematikan telepon ibunya masih berbicara seperti biasa. Atau jangan-jangan karena tadi aku mengabaikan nya?


"Apa kamu sedang marah padaku?''Tanya Jack dengan wajah penuh tanya.


"Tidak.''Laura melangkah kakinya dan mengabaikan Jack yang ada didepannya.


Jack sontak menarik tangan kanan Laura sampai Laura membalikan badan menatap Jack. Meraih saku jasnya lalu mengambil kartu kredit tanpa batas dan disodorkan ke Laura.


"Apa ini?'' Tangan Laura yang langsung menatap Jack.


"Untukmu lah, kamu sedang tidak memegang uang kan? Ambil saja ini untuk membeli semua kebutuhan mu.'' Jawab Jack.


"Aku memang membutuhkan uang, tapi aku tidak mau menerima kartu itu.'' Laura sembari menggelengkan kepalanya karena menolak pemberian Jack.


Karena Laura terus menerus menolak kartu yang diberikannya, Jack beritikad akan memberikannya uang saat sudah pulang dari kantor.


Masih menahan tangan Laura, Jack menarik tangan Laura dengan perlahan lalu memerintahkannya untuk duduk. Jack membalikan, berjalan untuk meraih ponselnya yang ada di meja dan mengetikan pesan supaya Jack mengantar makanan.


Sudah mengirim pesan, Jack kembali menghampiri Laura dan duduk di sisi samping yang kosong untuk Jack duduk.


"Laura? Tipikal pria idaman mu yang seperti apa?'' Tanya Jack yang sedang menyenderkan tubuhnya sembari menatap langit-langit ruangan.


Terperangah dengan ucapan Jack, Laura menoleh lalu menatap Jack dengan rasa heran.


Seperti manusia bos.'' Jawab Laura.


Sudah bertanya dengan serius tetapi tanggapan Laura justru bercanda, Jack sontak menatap Laura dengan tatapan sinis.


"Bos ini makanan yang ada minta'' Ucap Rey sembari meletakan box yang berisi makanan di atas meja dan langsung meninggal Jack dan Laura.


Karena makanan yang dipesannya tadi sudah datang, Jack mengambil satu box dan box satu lagi di geser tepat di meja depan Laura sedang duduk.


"Makan itu.'' Ucap Jack yang berbicara dengan cuek.


Tahu kalau Jack pasti marah, Laura mencari akal untuk membuat Jack tertawa. Laura sontak meraih box yang digeser oleh Jack tadi, dan langsung mencobanya. Laura tersenyum tipis, menyendok makanannya lalu menyodorkan tangannya untuk menyuapi Jack.

__ADS_1


"Bos coba punyaku, ini sangat enak loh.'' Ucap Laura dengan wajah menggoda.


Sedang mengunyah makanan karena lapar, Jack menjadi tercengang melihat tangan Laura yang menyodorkan makanan seperti ingin menyuapinya. Jack yang tadinya kesal sontak menjadi tersenyum lalu meraih tangan Laura yang sedang menyodorkan makanan dan memakannya.


"Benar ini enak, bagaimana kalau setiap hari kamu menyuapi ku makan?'' Jack dengan wajah meledek.


"Enak saja, aku tidak mau!'' Jawab Laura.


Sore hari, dalam perjalanan pulang.


"Ibumu tadi meminta uang untuk apa?'' Tanya Jack yang sedang mengendarai mobil.


"Dia bilang ingin membeli baju, tapi kenapa aku merasa aneh ya? Semenjak pindah ke rumah yang bos berikan, Ibuku menjadi keras.'' Ucap Laura dengan wajah memelas.


Sekilas melihat Laura dari pantulan kaca dalam mobil, Jack mengulurkan tangan, menyentuh kepala Laura dan mengusapnya degan perlahan.


Karena sudah tahu Ibu Laura ingin membeli baju, Jack sontak belok ke Mall dan memarkirkan mobilnya.


"Ayo turun, kamu tahu ukuran baju Ibumu kan?'' Ucap Jack.


"Bos aku tidak punya uang, bolehkah aku meminjam uangmu?'' Tanya Laura dengan wajah memelas.


Jack tersenyum mendengar ucapan Laura, mengalihkan pandangannya .


Karena Jack sudah bilang ingin mengejar Laura tetapi Laura terus menghindar, Jack yang sudah memilih ide kembali menatap Laura.


"Kamu tidak perlu berhutang kalau kamu mau menjadi pacarku.'' Ucap Jack dengan ekspresi wajah nakal.


"Bos kamu berbicara begitu saja tanpa tahu aku yang sebenarnya seperti apa? Apa bos tidak takut kalau ternyata aku mendekati bos karena uang?'' Tanya Laura dengan nada tegas.


"Kenapa takut kan memang benar uangku banyak lalu kamu mau apa tidak?" Tanya Jack sembari menggigit ujung ibu jarinya.


"Beri aku waktu untuk memikirkan itu, bos sebaiknya kita pulang saja, kasihan Tasya dirumah sendiri.'' Ucap Laura.


Mengiyakan Laura, Jack meraih Disinfectant spray yang ada di laci mobilnya lalu menyemprotkan ke pakaian, setelah selesai Jack sontak memberikan ke Laura supaya melakukan hal yang sama sepertinya.


Jack takut menyentuh barang berdebu tidak lupa memakai sarung tangan, membuka pintu dan melangkahkan kakinya pergi ke sisi samping mobil, mengetuk kaca samping Laura duduk untuk mengajaknya keluar.

__ADS_1


Meskipun Laura tahu Jack sedikit berbeda dengan pria yang lain, tetapi karena selalu memperlakukannya dengan baik membuat Laura tidak mempedulikan kekurangan Jack.


Sudah turun dari mobil karena melihat Jack mengetuk pintu, Laura mengulurkan tangannya lalu merangkul pinggang Jack sembari tersenyum.


Kaget dengan Laura yang tiba-tiba merangkul pinggangnya, membuat Jack tidak berkata-kata sembari salah tingkah.


"Kenapa diam?'' Tanya Laura sembari berjalan masuk mall.


"Kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan?'' Ucap Jack.


Laura menganggukkan kepalanya.


"Tunggu! Sepertinya memang berlebihan. Tadinya aku merangkul bos karena takut nanti ada yang mengambil bos dariku.'' Ucap Laura.


Gemas dengan Laura, Jack sontak berjalan sembari mengusap kepala Laura dengan tangan kanannya.


"Kenapa kita berjalan terus dan tidak mencari baju untuk Ibumu?'' Tanya Jack yang langsung mengehentikan langkahnya.


"Aku lupa bos, hahaha'' Jawab Laura.


Karena hampir semua orang kenal dengan Jack dan sudah tau kalau Jack tidak bisa sembarang dekat dengan seseorang dan kini semua orang di mall melihat Jack sedang bermesraan dengan wanita membuat semua orang menyorot Jack dan Laura.


"Bos coba lihat semua orang sedang menatap kita.'' Ucap Laura sembari memilih baju untuk Ibunya.


"Abaikan saja'' Jawab Jack.


Karena malu dilihat semua orang, Laura melepaskan tangannya lalu mengambil beberapa baju dengan cepat dan pergi untuk membayar.


"Nona pacarmu sangat tampan loh kok nona memilih baju yang tua seperti ini? Nanti pacarmu bisa kepincut dengan wanita lain.'' Ucap pelayan toko dengan ekspresi tidak suka.


Laura melihat ekspresi pelayan tersebut seperti sedang mengejeknya, mengangkat satu sisi bibirnya lalu menatap Jack.


"Sayang cepat bayar baju yang sudah aku pilih untuk mertua mu ini, jangan lupa beri dia sedikit uang untuk mengobati mulutnya yang kotor itu.'' Ucap Laura.


Sembari mengeluarkan kartu kredit Jack tersenyum dengan ucapan Laura. Baru tahu kalau Laura ternyata bukanlah wanita yang gampang ditindas membuat Jack semakin tertarik dengan Laura.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2