Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Permen


__ADS_3

Sesampainya Jack dan Tasya di bandara, melihat ada banyak sekali orang, Jack sebelum keluar pun tidak lupa menyemprotkan Disinfectant spray terlebih dahulu ke sekitar pakaiannya.


"Cih terlalu.'' Ucap Tasya yang langsung turun dari mobil.


Ketika Jack melihat adiknya turun dari mobil, membuat Jack tersenyum karena tidak menyangka kalau adik yang dulu sering dirinya gendong kini sudah menjadi gadis cantik.


Jack sontak mengikuti adiknya dan mengambil kan koper yang ada di bagasi mobil karena akan dibawa oleh Tasya.


"Terimakasih kak, oh iya nanti kalau kakak sudah mau menikah jangan lupa kabari adikmu yang cantik ini ya, sampai jumpa bro''


Melihat Tasya yang sudah masuk ke dalam, Jack hanya menatap adiknya sembari mengeluarkan senyum paksa dan kembali masuk ke dalam mobil untuk bergegas berangkat ke kantor.


Sementara itu, Laura yang tengah duduk di kursi sembari menatap jam di pergelangan tangan yang sudah berulang kali karena sudah pukul 08:15, membuat Laura penasaran kenapa Jack belum datang ke kantor. Laura sontak meraih ponselnya dan menghubungi Jack.


Sedangkan Jack yang sedang mengemudi dengan kecepatan tinggi, mendengar bunyi dering ponselnya, Jack mengurangi kecepatan mobil dan meraih ponsel yang ada di samping ia sedang duduk.


"Bos ini sudah jam 8 lewat kenapa bos belum datang? Apa terjadi sesuatu?'' Tanya Laura.


"Aku kamu masih marah padaku? Aku sedang berada dijalan menuju kantor.''


Mendengar Jack sedang berada dijalan, Laura yang takut terjadi apa-apa sontak mengakhiri panggilan dan langsung mengetikan pesan untuk dikirim ke Jack agar mengemudi dengan baik.


Jack yang melihat panggilannya langsung dimatikan oleh Laura membuat Jack berpikir apakah Laura masih marah dengannya? Saat Jack ingin meletakkan kembali ponselnya,


melihat ada pesan masuk dari Laura, Jack sontak tersenyum, meletakan ponselnya dan kembali fokus mengendarai mobil.


Sesampainya di kantor.


"Selamat pagi Presdir'' Ucap staf kator.


Saat Jack tengah berjalan menuju ruangannya, Jack teringat kalau dirinya sudah memesan beberapa box untuk dibagikan ke semua karyawan, Jack membalikkan badan dan menghampiri staf.


"Jes saya tadi memesan box, nanti kalau sudah datang tolong bagi ke semua karyawan lainnya ya. Jangan lupa beri satu ke asisten laura.''


"Baik bos"

__ADS_1


Laura yang baru saja keluar dari ruangannya dan melihat dari kejauhan Jack yang sudah datang, Laura menghela napas, menepuk kedua pipinya dengan perlahan, merubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum dan bergegas menghampiri Jack.


"Selamat pagi bos.'' Ucap Laura yang berdiri di samping Jack.


"Selamat pagi asisten Laura, kenapa wajah anda hari ini mengeluarkan senyum yang sangat sejuk? Apa anda baru resmi berpacaran dengan seseorang sehingga membuat anda begitu senang?'' Tanya Jack dengan wajah meledek sembari berjala menuju ruangannya.


Sembari berjalan mengikuti Jack, Laura yang mendengar ucapan Jack menjadi kesal dan langsung mengepalkan tangan sembari menahan rasa ingin sekali memukul kepala Jack.


Sudah masuk ke dalam ruangan, Jack yang berdiri sembari menatap Laura yang sedang membalikan badan menutup pintu, Jack dengan sengaja memeluk Laura dari posisi belakang.


"Bos ini di kantor, jangan berbuat aneh-aneh.''


"Aku tidak akan melepaskan tanganku kalau kamu masih marah, jangan marah lagi ya aku benar-benar tidak bisa melihatmu begini terus, aku sungguh minta maaf.''


Laura sontak terdiam, membalikan badan dan menjulurkan tangan menangkup wajah Jack.


"Bukankah aku sudah bilang, aku ini tidak marah lagi denganmu, aku juga tahu kalau semalam aku yang salah. Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa baru datang?''


"Huh baguslah kalau begitu. Aku tadi menghantarkan Tasya ke bandara jadi sedikit terlambat.''


"Asisten Laura, ini sarapan pagi dari presdir untuk anda.''


"Untukku? Terimakasih.'' Ucap Laura yang tengah menerima box yang diberikan oleh staf kantor.


Sesudah Jessica pergi, Laura menutup pintu dan membalikan badan menatap Jack yang tengah.


''Hanya satu? Apa kamu sudah sarapan?''


Jack yang tengah duduk di kursi, meletakan kedua tangannya di atas meja sembari menggelengkan kepala dengan mengeluarkan ekspresi memelas menatap Laura.


Melihat ekspresi Jack yang sangat menggemaskan, Laura menatap box yang ada tengah dipegangnya dan melangkahkan kakinya menuju sofa duduk lalu langsung meletakan box yang berisi sarapan di atas meja.


"Kemari lah kalau kamu ingin sarapan. Ah apa jangan-jangan kamu sedang diet ya?'' Tanya Laura yang sedang menyenderkan tubuhnya di sofa.


"Untuk apa diet? Tubuhku yang begini saja bisa membuatmu tidak bisa membuka mata.'' Ucap Jack yang berjalan menghampiri Laura.

__ADS_1


"Hah tidak bisa membuka mata? Apa maksudmu aku bahkan tidak tahu.''


"Apa kamu sungguh tidak tahu apa maksud ucapan ku? Kalau begitu bagaimana kalau setelah pulang dari sini aku akan langsung memberitahumu.''


Setelah mendengar ucapan Jack, membuat Laura terus berpikir apa maksud perkataan itu? Laura yang sudah tahu artinya membuat pipi laura sontak membelalakkan matanya lalu menjulurkan kedua tangan mencubit pipi Jack.


"Mesum!!!!''


Sore harinya.


Sudah menunjukkan jam pulang, Laura yang melihat Jack masih sibuk dan ia juga masih belum bisa pulang bersama Jack lantaran masih ingin tahu kenapa ibunya bisa berubah total, Laura bersiap-siap dan bangkit dari duduk kemudian menghampiri Jack.


"Apa pekerjaan mu masih belum selesai?''


"Sebentar lagi, kamu tunggu sebentar ya?'' Ucap Jack yang masih mengerakkan tangannya mengetuk laptop dengan lincah.


"Sepertinya malam ini aku masih harus pulang ke rumah ibu.''


Mendengar ucapan Laura membuat Jack tidak mengerti kenapa Laura masih tidak kembali kerumhanya padahal jelas sudah tidak marah. Jack sontak menutup laptop yang ada didepannya, menarik pergelangan tangan Laura untuk lebih dekat dengan dirinya.


"Apa alasannya?''


"Aku masih ingin mencari tahu kenapa dan apa alasan ibuku bisa merubah sifat dan penampilannya, apa mungkin karena lelaki yang dibawa ibuku?''


"Kamu sungguh ingin menyelidiki itu dengan sendiri? Aku tidak setuju. Bagaimana kalau sekarang kita kerumah ibu mu?''


1 jam kemudian.


"Kita sudah lebih dari 20 menit disini, tetapi sepertinya ibumu sedang tidak ada dirumah. Bagaimana kalau sekarang kita pulang, besok kita datang lagi kesini?''


Laura dengan wajah memelas, menganggukkan kepala dan mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Jack lalu berjalan masuk ke mobil dengan tatapan masih melihat rumah ibunya.


Ketika Jack dan Laura sudah masuk ke dalam mobil dan hendak mengemudi, melihat Laura yang sedih, Jack tersenyum lalu meraba saku jasnya dan meraih satu bungkus permen rasa buah untuk diberikan ke Laura.


"Coba permen ini, dulu ketika aku melihat adikku sedang sedih aku selalu memberinya permen ini. Awalnya adikku juga tidak mau tapi ketika aku paksa dia untuk mencobanya kamu tahu apa yang terjadi? Dia kaget karena rasa manis yang enak itu membuat sedihnya menghilangkan seketika.''

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2