
"Tasya?'' Ucap Jack.
Tasya yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan kakaknya, merasa sangat senang, sontak lari dan memeluk Jack dengan erat.
"Kak rupanya kamu semakin tampan saja ya." Ucap Tasya yang menatap Jack sembari tertawa kecil.
Karena sangat senang bertemu adiknya, Jack tersadar kalau dirinya sudah meninggalkan Laura yang ada di depan mobil, Jack tersenyum sendiri karena melihat kekonyolan dirinya, Jack merangkul Tasya lalu membalikan badan dan berjalan menghampiri Laura.
"Aku akan memperkenalkan mu dengan seseorang.'' Ucap Jack.
Melihat Jack berjalan menghampiri dirinya sembari merangkul pundak wanita membuat Laura menjadi lemas, lesu dan tidak bersemangat.
"Bos?'' Ucap Laura dengan senyum palsunya.
Melepaskan tangan Tasya, Jack berjalan menghampiri Laura lalu menepuk pundak Laura dengan perlahan.
"Tasya perkenalkan ini adalah Laura asistenku, Laura kenalkan juga ini adalah Tasya adik perempuanku yang pernah aku ceritakan kemarin.'' Ucap Jack.
Melihat Jack bisa dekat dengan wanita, Tasya yang tidak percaya menjadi kaget karena setahunya Jacky dari dulu tidak bisa sembarangan dekat dengan seseorang. Menatap Laura dari atas kepala sampai ujung kaki yang kelihatan seperti wanita baik, Tasya tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Hai, salam kenal calon kakak ipar.'' Ucap Tasya dengan tawa kecil.
Karena sudah salah sangka karena Laura mengira itu adalah pacar Jack, ternyata itu justru adik dari Jack, Laura menjadi lega lalu meraih tangan Tasya dan berjabat tangan.
"Itu terlalu berlebihan, aku hanya asistennya saja.'' Jawab Laura.
Tidak percaya dengan ucapan Laura, karena melihat wajah Jack seperti menyukai asisten nya sendiri, Tasya mendekatkan dirinya untuk merangkul pinggang Laura seperti sudah langsung akrab.
"Aku yakin pasti nanti kalian berdua akan berpacaran.'' Ucap Tasya dengan wajah meledek.
Karena sudah harus pergi ke kantor, Jack mengajak Laura dan Tasya untuk masuk ke dalam mobil lalu menuju rumah Jack.
30 menit kemudian.
__ADS_1
"Kalian berdua hati-hati ya, nanti ketika kalian berdua pulang pasti aku akan menyiapkan makanan enak untuk kita makan bersama.'' Ucap Laura yang berdiri di depan teras sembari melambaikan tangan ke Jack dan Laura yang hendak pergi ke kantor.
Jackson membunyikan klakson mobilnya sebagai isyarat iya dan meninggalkan, lalu berangkat menuju kantor.
Melihat kakaknya bisa tersenyum lepas seperti sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang, membuat Tasya terharu sampai membuat matanya berkaca-kaca.
Hendak membuka pintu, Tasya kaget karena melihat bibi yang sudah bertahun-tahun tidak ditemuinya, apa lagi Tasya sudah menganggap bibi tersebut seperti Ibunya sendiri.
Sembari melepaskan koper, menatap bibi hingga tidak berkata-kata, Tasya melangkahkan kakinya dengan perlahan lalu berlari memeluk bibi dengan erat.
"Bibi kenapa diam saja apa sudah lupa dengan Tasya?'' Tanya Tasya yang sedang menangis terharu di pelukan bibi asisten rumah tangga Jack.
Karena sudah lama tidak bertemu, bibi menjadi pangling karena Tasya yang dulu dan sekarang sangat berbeda.
"Non Tasya? Ya ampun non, maafkan bibi ya, bibi pangling melihat non yang sekarang .'' Jawab bibi.
Tasya melepaskan pelukannya lalu membalikan badan untuk mengambil kopernya dan mengajak bibi masuk ke dalam.
"Bibi disini sebentar ya? Tasya pasti jenuh karena dirumah besar ini tidak ada satu orangpun kalau bibi pulang.'' Ucap Tasya.
Di kantor.
Dering ponsel yang sudah bunyi berkali-kali, sengaja di abaikan oleh Laura yang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Jack sendiri sedang sibuk karena hari ini tidak seperti hari biasanya, mendengar bunyi dering ponsel Laura yang tidak berhenti membuat Jack menjadi mengalihkan pandangannya dan penasaran dengan siapa yang menghubungi Laura.
"Laura? Ponselmu sudah bunyi dari tadi, lebih baik kamu tinggalkan pekerjaan dahulu dan lihat siapa yang menghubungimu.'' Ucap Jack.
Mendengar ucapan Jack dan masih saja sibuk, Laura menghela napas dan meninggalkan pekerjaan sejenak untuk melihat siapa yang sedang menghubunginya dari tadi. Sudah membuka ponsel dan melihat kalau yang menghubunginya dari tadi adalah Ibunya, Laura meraih ponselnya lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Laura, kenapa baru angkat telepon Ibu?'' Tanya ibu Laura dengan nada lembut.
"Laura sedang sibuk bu jadi Laura sengaja tidak mengangkatnya dari tadi, Ibu ada apa menelepon Laura?'' Ucap Laura sembari melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Laura Ibu minta uang ya? Ibu ingin membeli baju seperti teman ibu.''
"Uang? Apa uang yang Laura berikan ke ibu kemarin sudah habis?'' Laura kaget mendengar Ibunya yang sudah meminta uang lagi padahal baru kemarin Laura memberikan uang justru lebih banyak dari uang sewaktu Laura bekerja menjadi sapu jalanan dulu.
"Kamu kenapa sekarang menjadi perhitungan sih ke Ibu! Ibu sudah bertahun-tahun hidup susah apa mentang-mentang sekarang kamu tinggal bersama Jack kamu jadi pelit dengan Ibumu sendiri!'' Ibu Laura dengan nada tegas.
"Tunggu Laura pulang dari kantor ya bu.'' Jawab Laura dengan wajah heran dan kaget karena baru pertama kali mendengar Ibunya membentak dirinya, Laura sontak mematikan panggilan dari Ibunya dan meletakan kembali ponselnya ke meja dengan perlahan.
Karena semua uang yang Laura punya sudah diberikan ke Ibunya kemarin tetapi Ibunya sudah ingin meminta lagi membuat Laura masih belum mengerti ada apa dengan Ibunya yang sekarang menjadi boros.
Menandatangani dokumen sembari menguping, mendengar Laura memanggil nama Ibu membuat Jack menjadi merasa lega dan tersenyum tipis karena tadi Jack sudah mengira itu adalah pacar baru Laura.
Menatap Laura yang sedang seperti memikirkan sesuatu, Jack sontak menanyakan pada Laura dengan apa yang Ibunya katakan.
"Ada apa? Tadi aku mendengar kamu menyebut Ibumu, apa ada sesuatu yang terjadi?'' Tanya Jack.
"Kemarin malam saat tidur dirumah baru yang bos berikan, aku sudah memberikan semua uangku untuk Ibu dan itu juga termasuk jauh lebih banyak tetapi sekarang dia sudah meminta uang lagi denganku.'' Jawab Laura dengan senyum paksa.
Kasihan melihat Laura, Melihat jam yang ada di pergelangan tangannya hampir tiba waktu jam makan siang, Jack hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
Kesal melihat respon Jack hanya menganggukkan kepala dan langsung terdiam, Laura hanya ingin berbagi cerita dan sama sekali tidak ada maksud lain, menjadi kesal dan membatin Jack.
Sudah bertanya dan aku yang sudah menjawabnya, tapi dia langsung terdiam! Apa dia pikir aku sedang mengemis belas kasihan dengannya!
Masih merasa kesal dengan Jack, Laura kembali menatap pekerjaan yang masih banyak, sudah mencoba fokus tetapi karena masih ada rasa kesal di hatinya membuat Laura tidak bisa berpikir.
Meraih ponsel untuk melihat jam yang ternyata sudah tiba jam makan siang, Laura meninggalkan pekerjaannya yang tertunda tadi dan bangkit dari duduk untuk membereskan kertas-kertas yang ada dimeja.
Melihat Laura yang sedang berdiri membereskan meja, Jack juga ikut bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Laura.
"Kamu mau makan apa?'' Tanya Jack yang berdiri didepan meja Laura.
Sudah selesai menyusun kertas dengan rapih, Laura menatap Jack dengan tatapan sinis karena masih kesal.
__ADS_1
''Aku ingin makanan apa saja yang ada di kantin!'' Jawab Laura.
Bersambung.