Presdir Gila Bersih

Presdir Gila Bersih
Teharu


__ADS_3

"Derrr''


Laura yang kaget sontak menoleh ke belakang dan ternyata yang mengagetkan dirinya adalah Jack, Laura sontak menghilangkan pandangannya kembali menatap kolam air hangat.


"Kenapa melamun?'' Tanya Jack yang bersiap duduk disamping Laura.


"Apa tadi bos tidak merasa kalau pelayan itu senagaja mendekati bos?''


"Aku tidak tahu, bahkan tidak memperhatikannya sedikitpun justru aku selalu memikirkan satu orang dimana pun aku berada.''


Laura sontak menoleh menatap Jack dengan wajah penuh tanya.


"Siapa?''


Melihat wajah Laura yang sungguh lucu, Jack mengulurkan tangan kanannya untuk memangku wajah sembari tersenyum sendiri menatap Laura.


"Apa kamu sungguh ingin tahu tentang hal pribadiku? Baiklah kalau begitu aku akan memberi tahumu nanti.''


Jack menatap air di dalam kolam sepertinya sangat enak untuk dirinya yang sedang butuh ketenangan sontak melepaskan baju yang dipakainya dan melompat turun ke kolam.


Laura yang baru sekali melihat bentuk tubuh Jack membuat wajah Laura menjadi memerah hingga tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"Hei! Ayo turun kenapa diam saja?''


Melihat Laura yang diam dan seperti sedang menatap sesuatu, Jack sontak mengikuti arah pandangan Laura yang sedang memandangi perutnya.


Apa dia wanita mesum, kenapa wajahnya bisa memerah ketika melihat perutku yang indah ini? Batin Jack sembari tersenyum melihat ekspresi Laura.


"Wah asisten Laura, mulut mu sampai mengeluarkan air loh karena terus melihat bentuk perutku yang bagus ini.''


Melihat Laura yang pergi dengan tergesa-gesa seperti sedang malu, Jack melihat suasana yang sepi menjadi tenang karena merasa dirinya aman.


"Presdir ini kopi anda, silahkan dinikmati.''


Jack yang tengah duduk di pinggir kolam, menatap pelayan tersebut dengan tidak sengaja membuat Jack ingat kalau pelayan wanita itu adalah pelayan yang tadi ditegur oleh Laura. Tetapi karena pelayan tersebut sudah berganti baju dengan pakaian yang terbuka hingga membuat belahan dadanya terlihat jelas membuat Jack sontak mengalihkan pandangannya.


"Presdir apa mau saya pijat supaya menjadi rileks? Saya juga sudah memakai sarung tangan.'' Ucap pelayan dengan senyum menggoda.


"Tidak perlu pergilah.'' Jawab Jack dengan dingin.

__ADS_1


Laura menggelengkan kepalanya dan langsung pergi karena malu dengan Jack.


Semetara itu Laura yang baru saja berganti baju ketika hendak menghampiri Jack melihat ada pelayan yang tadi pagi ditegur olehnya justru kini ada di belakang Jack dengan mengenakan pakaian seksi, merasa tidak kalah seksi dari pelayan tersebut Laura sontak berjalan menuju kantin yang tidak jauh dari tempat ia berdiri dan langsung membeli dua gelas yang berisi kopi.


Sembari menunggu kopi yang sedang dipesannya, melihat pelayan yang bersama dengan Jack semakin menjadi Laura Mengepalkan tangannya dengan erat.


Karena kopi yang dipesannya sudah siap, Laura sontak membayar dan pergi menghampiri Jack.


"Bos ini kopi susu untukmu'' Ucap Laura sembari membawa nampan yang membawa dua gelas berisi kopi susu panas.


Jack yang dari tadi hanya mengabaikan pelayan di belakangnya dan kini mendengar suara Laura yang sedang memanggilnya, Jack sontak menatap Laura dan buat terperangah hingga membuat pipi Jack memerah.


Saat Laura meletakan kopi yang dibawanya tepat di samping Jack duduk, Jack dengan cepat langsung mengambil kopi yang dibawakan oleh Laura dan meminumnya dengan cepat.


"Shtt!'' (Kepanasan)


"Bos kenapa terlalu buru-buru, bukankah biasanya bos juga tau kalau kopi yang ku buatkan itu kopi panas. Ahh rupanya wanita di samping bos juga membawakan bos kopi.'' Laura dengan senyum paksa menatap pelayan tersebut.


"Maaf aku tidak bisa minum kopi selain dari tangan asisten ku.''


Pelayan yang melihat asisten bos sengaja mengganggunya dengan terpaksa membalas senyum Laura dan Jack lalu kembali mengambil kopi yang dibawanya tadi.


Saat pelayan itu pergi, ketika membalikan badan untuk pergi, wajahnya sontak berubah menjadi emosi.


"Hahaha bos apa menurutmu dia marah?''


"Mungkin.'' Jack sembari mengangkat kedua pundaknya.


"Laura? Apa kamu ingin tahu siapa orang yang selalu aku ingat dimana pun aku berada? Orang itu adalah kamu.''


Laura yang tengah meminum kopi mendengar ucapan Jack membuat dirinya menjadi tersedak dan batuk terus menerus.


"Aku?'' Tanya Laura dengan wajah terperangah.


"Bukankah kamu sudah tau dari awal?''


"Aku sama sekali tidak mengetahuinya, aku pikir bos suka dengan wanita yang pernah datang ke kantor beberapa bulan yang lalu.''


"Bagaimana aku bisa suka dengan wanita yang tidak bisa aku sentuh? Lalu sekarang apa Jawaban mu?''

__ADS_1


Laura sontak terdiam, karena Laura sendiri juga mempunyai perasaan yang sudah lama dengan Jack dilain sisi Laura yang takut jika sampai menerima cinta Jack pasti semua orang akan berkata yang tidak-tidak tenang dirinya.


"Maaf bos, aku tidak bisa.'' Laura sontak menaikan kedua kakinya lalu bangkit dari duduk dan bergegas pergi meninggalkan Jack.


Melihat Laura pergi, Jack meraih pergelangan tangan kanan Laura dan memeluknya dari sisi belakang.


"Aku tahu jawaban mu, hati dan ucapan mu sangat berbeda. Kenapa kamu terus menerus menolak ku? Apa kamu malu jika mempunyai pasangan yang aneh sepertiku?''


Dengan mata yang sudah berkaca-kaca sembari berusaha melepaskan tangan Jack yang sedang memeluknya, sebelumnya menjawab ucapan Jack Laura mengusap air matanya dan menghela napas.


"Justru aku yang ingin bertanya, apa bos tidak malu jika mempunya wanita sepertiku?''


Jack membalikan badan Laura dan menangkup wajah Laura dengan tatapan serius.


"Apa? Kenapa aku harus malu? Aku bahkan bisa menerima semua hal apapun itu tentang mu.''


Menatap wajah Jack yang bersungguh-sungguh, Laura menjulurkan tangan, melepas tangan Jack dan langsung memeluk Jack dengan erat.


"Bos bodoh! Aku memang menyukaimu.'' Ucap Laura dengan wajah yang masih mengeluarkan air mata dan tersenyum.


Sudah mendapat jawaban dari Laura, Jack dengan rasa sedikit tidak percaya, mendorong Laura dengan perlahan dan menatap wajah Laura.


"Kamu tidak bercanda? Sungguh? Lalu apa hubungan kita sekarang berpacaran atau kamu mau langsung menikah saja?''


"Bagaimana kalau teman tapi mesra?'' Tanya Laura sembari mengacungkan jari telunjuknya.


Jack yang tidak setuju, menggelengkan kepala, menarik tangan kanan Laura.


"La la la la aku punya pacar'' Ucap Jack sembari berjalan.


"Hei pria bodoh kecilkan suaramu bos, aku bahkan belum mengiyakan ucapan mu.''


Rey dan semua karyawan yang mengintai Jack dari kejauhan menjadi terperangah melihat bos yang selama ini sangat seram ternyata bisa berubah menjadi seperti bocah kekanak-kanakan.


"Apa itu Presdir Jack? Atau mungkin kacamata ku yang buram?'' Tanya Rey yang langsung melepas kacamata, mengelap kacamatanya dengan jas yang dikenakan kemudian dipakai kembali.


"Tidak itu sungguh Presdir Jack, astaga aku menjadi terharu melihat Presdir kejam itu seperti bocah yang berumur 5 tahun.'' Ucap pelayan pemandian air panas.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2