
"Sial kenapa hantunya sangat cantik'' Ucap Laura yang sedang menonton dengan serius sembari memakan camilan yang ada di tangannya.
"Menurutku tidak terlalu cantik.'' Ujar Jack.
Jelas-jelas Laura melihat hantu tersebut sangat cantik, justru mendengar ucapan Jack membuat Laura tidak setuju dan menoleh ke Jack dengan sinis.
"Lalu wanita yang menurutmu cantik seperti siapa bos.'' Laura bertanya dengan cuek.
Jack tadinya sedang fokus menonton, menoleh Laura dan tersenyum.
"Cantik menurut ku ya seperti kamu'' Jawab Jack dengan tertawa kecil.
Terperangah dengan ucapan Jack membuat pipi Laura menjadi memerah dan tersenyum tipis menatap Jack.
"Pasti bos sedang bermimpi'' Ujar Laura.
Karena film yang ditontonnya semakin menarik, Jack dan Laura juga menonton dengan sangat serius.
Merasa sedikit mengantuk tetapi masih ingin menonton, Laura menyenderkan tubuhnya di sofa melanjutkan menonton film sampai membuat dirinya ketiduran.
Film yang ditonton sudah selesai, Jack yang merasa sepi, menoleh ke Laura dan kaget dengan Laura yang tertidur pulas.
Jack mendekatkan tubuhnya mendekati Laura, menatap dan tersenyum puas karena heran, Laura yang tertidur saja masih terlihat cantik.
Jack ingin sekali memindahkan Laura ke dalam kamar, tetapi karena takut jika nanti saat Jack menggendong Laura akan menjadi terbangun, alhasil Jack bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk mengambil selimut di kamar laura.
Sudah mendapatkan selimut, Jack kembali menghampiri Laura yang tertidur diruang tamu lalu menyelimuti tubuh Laura dengan selimut yang baru diambilnya.
"Dasar bodoh, bisa-bisa tertidur'' Jack mengulurkan tangannya, mengusap kepala Laura dengan perlahan.
Karena Jack juga sudah mengantuk dan merasa tidak tega jika harus meninggalkan Laura tidur di sofa sendirian. Jack memutuskan untuk tidur di sisi kosong sofa.
Pagi harinya.
Merasa tubuhnya pegal, Laura membuka matanya dan membenarkan posisinya untuk duduk. Menoleh ke samping memuat Laura kaget karena melihat Jack yang sedang tidur tepat di sofa samping Laura tidur.
''Astaga! Apa aku ketiduran semalam? Lalu kenapa bos juga tidur disini? Apa mungkin dia juga ketiduran sepertiku?'' Laura yang berbicara sendiri.
__ADS_1
Baru sadar kalau ditubuhnya ada selimut, Laura tersenyum menatap selimut tersebut dan bangkit dari duduknya untuk menyelimuti Jack yang masih tertidur.
Karena Jack dari kecil jarang tidur menggunakan selimut, Jack yang tadinya tertidur sontak membuka matanya, duduk sembari menggosok kedua matanya.
"Bos, apa aku membangunkan mu?'' Tanya Laura yang berdiri diam seperti patung karena kaget padahal dirinya baru saja menyelimuti Jack tetapi sudah terbangun.
"Tidak, aku hanya tidak bisa tidur mengenakan selimut jadinya terbangun.'' Jawab Jack yang menatap Laura dengan tatapan aneh.
Melihat jam di dinding rumah Jack sudah menunjukkan pukul 06:18, Laura melihat meja makan yang masih kosong dan suasana dapur yang sepi, Laura menatap Jack.
"Sudah jam 6 lewat kenapa bibi belum datang?'' Tanya Laura.
"Entahlah mungkin ada sesuatu yang terjadi dirumahnya sehingga membuat bibi terlambat datang'' Jawab Jack yang sedang bangkit dari duduknya.
"Bos, sebaiknya nanti kita sarapan di luar saja ya? Bos mandi saja terlebih dahulu aku akan menyiapkan pakaian bos.'' Ucap Laura.
Jack menganggukkan kepalanya(Memberi isyarat iya), lalu Jack sontak berjalan menuju kamarnya untuk mandi.
"Ayo kemari, nanti letakan saja bajunya ditempat tidur, jangan lupa juga semprotkan Disinfectant spray terlebih dahulu, setelah itu kamu pergi mandi.'' Ucap Jack sembari berjalan.
Sudah menyiapkan baju dan celana Jack diatas tempat tidur, Laura berdiri di lemari yang berisi dasi, lagi-lagi membuat Laura berpikir lama karena bingung memilih dasi. Sudah memilih warna yang cocok dengan baju yang akan dikenakan Jack, Laura sontak meraih dua dasi sekaligus yang berpikiran biar nanti Jack sendiri yang memilih. Sudah beres, Laura sontak kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap.
40 menit kemudian.
"Bos? Apakah sudah siap?'' Tanya Laura yang ada di ruang tamu.
Jack yang masih didalam kamar aja sudah berpakaian, bingung melihat dasi yang ada dua di tempat tidurnya. Mendengar Laura memanggilnya, Jack segera memakai sepatu dan langsung berjalan keluar.
"Laura, kenapa ada dua dasi?'' Ucap Jack yang menghampiri Laura dan belum mengenakan dasi satupun.
"Ah itu, aku sudah memilih dua dasi itu banyaknya dasi di lemari, karena aku merasa dua duanya cocok, aku sengaja meletakkannya ditempat tidur dan biar bos yang memilih sendiri.'' Jawab Laura yang mengambil kedua dasi ditangan Jack.
"Kalau begitu, kamu saja yang pilihkan.'' Ucap Jack yang tersenyum menatap Laura dengan wajah meledek.
Mendengar ucapan Jack membuat Laura menghela napas lalu mengangkatnya kedua tangannya untuk memilih.
"Sepertinya bagus yang merah, bagaimana menurut mu bos?'' Tanya Laura.
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang pakaian dasinya'' Ucap Jack yang tertawa kecil.
Tidak mau banyak membuang waktu Laura yang bingung harus memakainya bagiamana sontak meraih lengan Jack dan memerintahkannya untuk duduk lalu memakaikannya.
Jack kaget karena Laura memerintah dirinya untuk duduk apalagi dengan wajah Laura yang seperti kesal membuat Jack tersenyum.
Selesai memakaikan dasi, Jack dan Laura sontak berangkat menuju restoran yang tidak jauh dari kantornya.
Di restoran.
Baru saja selesai makan, Jack dan Laura kaget dengan munculnya Mola yang sedang berjalan menghampirinya Jack dan Laura.
"Laura, tolong bantu aku. Kamu pura-pura jadi pacarku ya, provokasi wanita yang sedang berjalan menghampiri kita supaya dia pergi.'' Ucap Jack.
Laura sontak mengiyakan ucapan Jack dan memikirkan cara.
"Hai Jack, apa aku boleh duduk disini'' Ucap Mola yang berdiri di samping Jack.
"Sayang, terimakasih ya Cd berwarna merah yang kamu berikan padaku kemarin sudah aku coba dan itu sangat cocok loh'' Laura sembari mengelus pundak Jack.
Jack yang sedang meminum jus, sontak tersedak mendengar ucapan Laura. Jack memutar bola matanya menatap Laura hingga tidak bisa berkata-kata.
Kaget dengan ucapan Laura, Mola sontak menutup mulutnya dan pergi dengan langkah cepat.
Melihat Mola yang sudah pergi, Jack masih menatap Laura dengan tatapan kaget.
"Rupanya kamu suka warna merah...aku mengerti'' Ucap Jack.
Laura tertawa melihat Mola yang tidak jadi duduk dan langsung pergi dengan cepat. Mendengar kan ucapan Jack Laura sontak menghentikan tawanya.
"Mengerti apanya! Aku tadi hanya menyelamatkan mu saja bos.'' Ucap Laura dengan wajah panik.
"Kenapa kamu bisa memikirkannya sampai situ, apa kamu merasa pesonaku sangat besar?'' Jack yang tertawa kecil.
Merasa sudah membuang waktu lama karena bertemu dengan Mola, Jack meraih kartu kredit yang ada di saku celana lalu menyodorkan kartu tersebut ke Laura untuk membayar makanan dan minuman yang di pesannya tadi.
Bersambung.
__ADS_1