
Tiga hari kemudian, tepatnya sore hari.
Jam pulang kantor yang sudah tiba, membuat Laura bersiap-siap untuk pulang. Melihat Jack yang belum selesai meeting, Laura berencana untuk pulang terlebih dahulu.
Tidak nyaman jika diantar jemput oleh bos sendiri, Laura meraihkan tangannya untuk mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan mengetikan pesan yang berisikan meminta izin pulang ke Jack.
Sesudahnya mengirim pesan ke Jack, Laura bangkit dari posisi duduknya dan meraih tas yang ada di atas meja, perlahan melangkahkan kakinya dan bergegas keluar kantor untuk pulang.
Laura yang sedang berjalan kaki tiba-tiba tersadar kalau rumahnya lumayan jauh dari kantor, mau tidak mau Laura harus berjalan menuju halte bus.
"Laura!''
Mendengar ada suara seseorang yang sedang memanggil namanya, Laura yang sedang berjalan perlahan membalikan badannya dan menatap dengan wajah penuh tanya.
"Kamu Laura asisten baru Jack?'' Tanya Mola.
Tidak kenal dengan wanita yang berada didepannya tetapi bisa tahu namanya, dengan rasa ragu Laura tersenyum paksa menatapnya.
"Ya, kamu siapa ya?'' Tanya Laura.
Menatap Laura dan mengeluarkan senyum sinis, Mola perlahan melangkahkan kakinya mendekati Laura yang sedang berdiri tidak jauh dari dirinya.
"Namaku Mola, kamu ternyata sangat sederhana sekali ya? Tapi aku salut kamu bisa dekat dengan Jack.'' Ucap Mola.
"Hah dekat? Aku dekat karena hubungan pekerjaan saja tidak ada yang lebih, apa kamu pacar bos Jack?'' Tanya Laura.
"Bukan. Dari 3 bulan yang lalu sampai sekarang aku masih mengejarnya, aku juga tidak akan membiarkan siapapun yang berani merebutnya dariku!'' Ucap Mola yang senagaja menakuti Laura.
Ucapan wanita didepannya membuat Laura tersenyum tipis dan tidak menatap wajah wanita didepannya karena Laura yang sedang menahan tertawa.
"Lalu apa ada hubungannya denganku?'' Tanya Laura dengan wajah mengejek.
"Kenapa dengan wajahmu yang seperti sedang mentertawakan ku?! Aku rasa kamu pasti mencari popularitas dengan Jack supaya dekat dengannya kan? Atau karena kamu mengincar hartanya?'' Ucap Mola yang mendekatkan tubuhnya mendekati Laura.
Laura yang ditindas juga tidak diam saja.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak berpikiran ingin mendekati Jack karena uangnya yang banyak, atau jangan-jangan kamu sedang membicarakan dirimu sendiri ya?'' Tanya Laura yang tertawa kecil.
Sedangkan Jack yang sudah selesai meeting sontak berjalan menuju ruangannya, saat ingin mengajak Laura pulang, Jack kaget karena di dalam ruangannya tidak ada Laura, meraba saku jas nya dan meraih ponselnya, Karena saat meeting ponselnya di silent Jack sendiri menjadi tidak mengetahui kalau Laura sudah meminta izin dengannya untuk pulang dahulu darinya. Melihat pesan tersebut baru 10 menit, Jack dengan buru-buru berlari keluar dan mengendarai mobilnya mencari Laura.
Balum jauh dari kantor, Jack sedang mengemudi melihat ada wanita di pinggir jalan seperti tidak akur, Jack yang memperhatikan baju salah satu wanita itu sangat mirip dengan yang dikenakan oleh Laura, Jack senagaja menambah kecepatan mobilnya. Jack yang sudah dekat melihat itu adalah Laura dan Mola sontak mengerem dengan mendadak lalu turun dengan perlahan menghampiri Laura.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini?'' Tanya Jack yang berdiri dengan kedua tangannya yang dimasukan ke dalam saku dan ekspresi datar.
Mola yang kaget dengan suara Jack ada dibelakangnya, membalikan badan dan tersenyum lalu berlari menghampiri Jack.
"Stop!'' Ucap Jack yang langsung meraihkan tangannya untuk mengambil Disinfectant spray di saku jasnya dan bersiap menyemprot ke arah Mola.
Tidak mau kena semprot oleh Jack, Mola sontak memasang mimik wajah memelas dan menunjuk Laura.
"Jack dia meledekku'' Ucap Mola.
Membatin Mola yang sangat pintar bersandiwara, Laura mengeryitkan dahinya lalu menaikan satu sisi bibirnya.
Melihat Laura yang berekspresi lucu ketika mendengar Mola berbicara, Jack berjalan menghampiri Laura dan menatapnya sembari tersenyum tipis.
Tidak mengerti dengan apa maksud Jack, Laura sontak menyodorkan tangannya dengan wajah polosnya.
"Lihatlah tanganmu yang tadinya sangat mulus seperti pantat bayi, karena berdekatan dengannya menjadi kasar'' Ucap Jack yang sedang mengusap telapak tangan Laura sembari tersenyum.
Sudah tahu maksud Jack yang sengaja memprovokasi Mola, Laura yang sangat pintar berakting membalas senyum Jack dengan jahat.
"Bos apa kamu bawa Disinfectant spray, sepertinya tangan ku kotor'' Ucap Laura.
Jack menatap Mola dengan senyum puasnya, menarik pergelangan tangan Laura dan melangkah kakinya menuju mobil. Tepat berjalan di samping Mola, Jack dengan sengaja menyemprotkan Disinfectant spray ke udara hingga membuat Mola kesal.
"Jack! Apa kamu tidak mengajakku? Kenapa kamu justru memilih dia.'' Ujar Mola.
Lelah dan tidak mau menanggapi Mola dengan aktingnya, Jack yang mendengar ucapan Mola, dengan sengaja mengabaikannya.
Sesudah masuk ke dalam mobil, Jack dan Laura saling menatap dan tertawa bersama.
__ADS_1
"Bos apa wanita tadi sering bertemu denganmu?'' Tanya Laura.
"Ya, dia adalah wanita yang di utus Ibuku untuk mendekatiku.'' Jawab Rio sembari menyetir mobil.
"Sungguh? Lalu apa kamu tidak bisa dekat dengannya?'' Laura yang menatap Jack dengan tatapan penuh tanya.
"Tidak, aku hampir lupa ada yang ingin aku katakan denganmu. Malam ini aku harus pergi mendatangi perjamuan apa kamu mau menjadi pasanganku?'' Tanya Jack.
"Pasanganmu?'' Laura sontak membelalakkan matanya dengan lebar.
"Ayo lah tolong bosmu ini, Aku hanya dekat denganmu jika aku mengajak Mola pasti semua orang mengira aku adalah pria aneh yang tidak berani mengandeng tangan pasangannya'' Ujar Jack.
Merasa punya hutang budi dengan Jack yang selalu membantunya, Laura sontak mengiyakan Jack dan setuju menjadi pasangan perjamuannya.
Tersenyum puas mendengar Laura yang mau menjadi pasangannya nanti, Jack yang sudah mempersiapkan hadiah spesial untuk Laura, dengan rasa bahagianya membuat Jack tidak bisa menahan sikapnya yang kegirangan.
Sesampainya dirumah Jack, Jack turun dari mobil dan berlari membukakan pintu Laura, menggandeng tangan Laura dan masuk bersama.
Sudah masuk ke dalam, melihat Laura yang sudah lemas, Jack mengantarkan Laura ke kamar tamu untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Kamu lelah kan? Masih ada waktu 5 Jam lagi kamu tidur saja dahulu atau kamu mau makan?'' Tanya Jack.
Karena merasa kaki dan badannya sudah sangat pegal, Laura duduk di tempat tidur dan menatap Jack yang berdiri di depannya sembari menggelengkan kepalanya.
"Tidak aku tidak lapar, tadi sudah makan siang di kantor." Ucap Laura.
Tercengang melihat ekspresi Laura, Jack mendekatkan dirinya dan perlahan mengusap rambut Laura dengan lembut.
***
"Wah nona, lihatlah kamu sangat cantik bukan? Kamu sangat beruntung bisa dekat dengan Presdir Jack, aku sangat itu padamu.'' Ucap perias wajah yang diutus Jack.
"Ah itu... aku asisten kantornya bukan siapa siapanya'' Jawab Laura yang tersenyum tidak enak.
Jack yang sudah siap dan rapih, masuk ke dalam kamar tamu menghampiri Laura. Baru saja berhenti melangkah, Jack menatap Laura dengan tatapan kosong karena melihat gaun yang digunakan Laura sangat membuatnya begitu menawan, apa lagi dengan belahan dadanya yang terlihat besar.
__ADS_1
Bersambung.