
Pagi hari.
Sinar matahari dari pantulan kaca membuat Laura terbangun dari tidur pulas nya. Saat Laura membuka mata, Laura menjadi kaget dan bangun karena tempat yang ia tiduri bukan kamar rumahnya.
"Astaga kenapa aku masih disini?'' Ucap Laura yang menoleh ke sisi kanan dan kiri dengan bingung.
Laura melihat jam yang ada di meja samping tempat tidurnya, tercengang karena sudah jam 7 pagi. Laura sontak turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya ke luar.
"Selamat pagi'' Ucap Jack yang sedang duduk kursi meja makan dan sudah berpakaian rapih.
Kaget karena baru saja membuka pintu dan tiba-tiba sudah mendengar dan melihat Jack yang sedang duduk di kursi meja makan sembari menatap Laura yang masih muka bantal.
Dengan rasa gugup Laura perlahan berjalan menghampiri Jack sembari menggaruk lehernya.
"Bos apa semalam aku ketiduran? Maaf sudah menyusahkan mu.'' Ucap Laura yang tersenyum pahit.
Jack bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Laura. Sudah berdiri tepat di depan Laura, Jack mengulurkan tangannya lalu membalikan badan Laura dan mendorong tubuh Laura dengan perlahan untuk kembali masuk ke dalam kamar.
"Cepat mandi, bajumu akan disiapkan oleh bibi.'' Ucap Jack.
Sesudah Jack melepaskan tangannya, Laura membalikan badan dan menatap Jack dengan tatapan datar, tidak berkata apapun.
"Kenapa malah berdiri dan diam seperti patung? Yasudah kalau begitu kamu diam saja disini sampai siang dan aku pergi ke kantor sendiri.'' Jack dengan wajah penuh tanya.
"Aku ingin mandi, tapi apa bos akan tetap disini dan tidak keluar?'' Laura dengan nada kesal.
"Aku ah iya kenapa aku masih disini? Baiklah maaf-maaf aku sudah membuatmu kesal, ayo sekarang kamu mandi aku tunggu kamu di meja makan.'' Jack dengan wajah bingung dan menahan malu, menggaruk kepalanya lalu membalikan badan beranjak pergi.
Melihat Jack sudah pergi Laura menghentakkan kaki kanannya dengan wajah yang kesal lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sembari menunggu Laura yang sedang mandi, Jack yang tidak bisa diam menganggur, duduk di sofa dan meraih laptop kerjanya.
__ADS_1
Baru saja menatap laptop Jack mendengar suara ketukan pintu rumahnya yang begitu keras hingga membuat Jack tidak habis pikir dengan siapa yang mengetuk pintu sekeras itu.
"Bibi tolong lihat siapa yang datang, kenapa bisa ada orang mengetuk pintu dengan nada seperti tidak pernah belajar attitude?.'' Ucap Jack.
Bibi (pelayan dirumah Jack) sudah bekerja sangat lama bahkan dari awal rumah Jack berdiri, dirinya juga selalu melakukan pekerjaan sesuai dengan keinginan Jack.
Ketika mendapat perintah dari Jack, bibi sontak bergegas pergi dan membuka pintu untuk melihat siapa yang datang.
"Kenapa lama sekali!'' Ucap Ibu Jack yang langsung mendorong pelayan Jack dengan kasar lalu menerobos masuk ke dalam.
"Jack!'' Ibu Jack dengan nada tegas.
Mendengar suara Ibunya, Jack tersenyum sinis, menatap Ibunya dengan sekilas lalu kembali memainkan laptop yang ada didepannya.
"Jack! Aku ini Ibumu kenapa respon mu begitu ketika melihat aku datang. Oh iya aku hampir lupa sebaiknya kamu pecat pelayanmu itu dan cari yang baru.'' Ucap Ibu Jack.
Karena menurut Jack pelayan yang sudah bekerja dengannya sudah cukup bagus tetapi Ibunya mendadak memerintahkan untuk memecat pelayan tersebut, Jack mengalihkan pandangannya menatap Ibunya dengan wajah dingin.
"Apa masalah Ibu dengan bibi? Jack rasa kerja bibi bagus, bahkan Jack merasa seperti punya Ibu baru yang setiap pagi memasakkan makanan untuk Jack, tidak seperti Ibu dulu, ketika anaknya ingin berangkat sekolah dan Ayah yang ingin berangkat bekerja justru ibu masih tertidur pulas.'' Ucap Jack.
"Memelihara?'' Jack sontak berdiri dari posisi duduknya dan berjalan menghampiri Ibunya, Jack mengulurkan tangannya lalu meraih pergelangan tangan Ibu Jack dan menariknya dengan perlahan keluar rumah. Jack memanggil sopir pribadinya dengan tangan yang masih memegang pergelangan tangan Ibunya dan memasukannya ke dalam mobil.
"Ibu lebih baik pulang saja, aku juga akan berangkat ke kantor, lain kali kalau mau menjengukku ketuk pintu dengan sopan. Paman tolong antar kan Ibuku pulang'' Ucap Jack sembari tersenyum tipis.
"Jack! Dasar anak durhaka! Ibu pasti akan mengutuk mu!'' Ibu Jack dengan nada keras.
Melihat mobil sudah jalan dan Ibunya yang masih berteriak membuat Jack merasa suasana rumahnya jauh lebih lega.
"Bos? Ayo aku sudah siap'' Ucap Laura yang berdiri tepat di depan pintu.
Mendengar suara Laura, Jack membalikan badan dan menatap Laura dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"Bos sepertinya nanti kita makan di kantor saja bagaimana?'' Tanya Laura.
"Baiklah ayo berangkat? Oh iya tunggu sebentar aku lupa membawa laptop yang tadi aku letakan di atas meja'' Ucap Jack yang langsung berjalan dengan langkah besar dengan sembari menahan malu.
Melihat Jack seperti sedang salah tingkah, Laura yang berpikir apa penampilannya berlebihan sontak menundukkan kepalanya dan melihat pakaian yang ia kenakan.
"Tidak ada masalah bukan? Baju ku juga tidak berlebihan, kenapa dia menatapku seperti itu'' Laura yang berbicara sendiri.
Sudah mengambil laptopnya, saat ingin masuk ke dalam mobil dan melihat tempat duduknya yang terdapat debu membuat Jack ragu dan menyemprotkan Disinfectant spray lalu mengelap tempat duduknya dengan tissue sebanyak 2 pics.
Melihat Jack yang sedang mengelap tempat duduk mobilnya seperti sedang menghambur banyak tissue membuat Laura tidak habis pikir dengan bosnya dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Dalam perjalanan menuju kantor, suasana yang begitu canggung membuat kedua bingung ingin bertanya. Laura yang tiba-tiba penasaran dengan hal pribadi Jack memberanikan diri untuk bertanya sembari menghilangkan suasana yang mencekam.
"Bos apa selama ini bos tidak pernah berpacaran?'' Tanya Laura.
Sedang fokus menyetir mobil dan mendengar Laura bertanya soal pacar, Jack sontak menoleh Laura dan tersenyum.
"Dulu aku pernah menyukai salah satu gadis, aku juga pernah mencoba memberanikan diri untuk mendekatnya, suatu hari saat aku mengajaknya pergi berkencan, wanita itu lama kelamaan tersadar dan merasa aku ini adalah pria aneh. Satu hari sebelum kami berdua menjadi tidak dekat lagi, wanita itu pernah menggandeng tanganku dengan sengaja tapi karena aku kaget dan merasa geli dengan tangannya aku menjadi pingsan.'' Jack tertawa kecil.
"Lalu sekarang?'' Tanya Laura dengan wajah yang penasaran.
"Lalu sekarang kamu yang menjadi pacarku.'' Jack sontak tertawa keras sembari mengendarai mobilnya.
"Bos gila!'' Ucap Laura yang langsung memalingkan wajahnya tersenyum tipis.
Sesampainya di kantor.
"Laura tolong buatkan satu gelas kopi dan kamu antar ke meja saya ya'' Ucap Jack.
"Oke bos" Jawab Laura yang menatap Jack dengan wajah tersenyum dan langsung pergi menuju pantry.
__ADS_1
Sudah membuat kopi, Laura masih belum mengerti dan merasa aneh dengan Jack yang selalu memperlakukannya dengan baik.
Bersambung.