
Mendengar ucapan Laura kalau pria muda berpakaian rapih didepannya adalah bos baru Laura, Ibu Laura sontak tersenyum dan membuka pintu.
"Ayo, ayo masuk, maaf ya Tuan rumahnya terlalu berantakan.'' Ucap Ibu Laura.
Laura menganggukkan kepalanya dan menatap Jack untuk memberi isyarat untuk masuk, tahu kalau Jack pasti sedikit geli ketika ingin duduk, Laura sontak meraih Disinfectant spray dan menyemprotkan nya ke sisi tempat duduk yang kosong.
Bingung melihat Laura yang sedang sibuk menyemprotkan sesuatu ke sofa, Ibu Laura hanya menatap heran Jack dan Laura dengan tatapan penuh tanya.
Sesudah menyemprotkan Disinfectant spray, Jack merasa lega dan duduk sembari tersenyum pahit karena mengira Ibu Laura pasti berpikiran yang aneh tentang dirinya.
"Sebelumnya saya minta maaf, kalau saya yang baru datang ini sudah membuat Ibu bingung, saya mengidap Mysophobia dan tidak bisa sembarang berbaur dengan orang lain.'' Ucap Jack yang menempelkan kedua telapak tangannya untuk meminta maaf.
"Maaf Tuan, saya juga tidak tahu. Lalu kedatangan Tuan kemari ada apa ya?'' Tanya Ibu Laura.
Sebelum menjawab pertanyaan Ibu Laura, Jack menatap Laura dengan sedikit ragu lalu tersenyum kembali menatap Ibu Laura.
"Maksud kedatangan saya kemari, saya ingin meminta izin dengan Ibu. Saya tinggal sendiri dirumah dan kebetulan saya hanya bisa bisa dekat dengan Laura, terkadang saya bingung ketika mendapat jadwal dadakan pergi ke luar kota dan belum menyiapkan baju yang ingin saya bawa. Apa Laura boleh tinggal dirumahnya saya? Laura juga tidak perlu melakukan pekerjaan rumah apapun, karena setiap pagi sudah ada pekerja yang memasak dan petugas kebersihan untuk membersihkan rumah, Laura hanya perlu menyiapkan pakaian saya saja, bagaimana pendapat Ibu?'' Tanya Jack dengan nada lembut.
Ibu Laura kaget dengan ucapan Jack, menatap Laura yang seperti tidak tertekan dan kembali memikirkan masa depan Laura dan dirinya, karena tidak mau melihat Laura menjadi tukang sapu jalanan lagi karena sering di caci maki oleh atasannya ataupun semua orang, Ibu Laura sontak tersenyum dan kembali menatap Jack.
"Tuan, soal itu saya serahkan menurut Laura saja, asalkan Laura mau ya sudah tidak apa-apa.'' Jawab Ibu Laura.
Terkejut dengan jawaban Ibunya membuat Laura tersenyum dan sedikit tidak tega karena harus meninggalkan Ibunya. Laura juga yang tidak mau melewatkan kesempatan Ingin sekali mengubah nasib Ibunya dan kebetulan bertemu bos sebaik Jack, Laura merasa sangat beruntung dan langsung menjawab dengan semangat.
"Oke, bos aku setuju dengan permintaan mu." Ucap Laura.
Tersenyum puas sudah mendapat izin dari Ibu Laura, Jack sontak meraba ponselnya yang ada di saku jas dan mengetik pesan lalu mengirimnya ke Rey untuk segera datang menyusulnya.
"Terimakasih Ibu. Tunggu teman saya yang sedang berjalan menuju kesini ya, saya sudah menyiapkan hadiah untuk Ibu.'' Ucap Jack.
__ADS_1
"Ah tidak perlu Tuan itu hanya soal kecil, tidak usah berlebihan.'' Ucap Ibu Laura yang melambaikan tangan menolak Jack.
Baru ingin berbicara, sudah mendengar suara klakson mobil yang tidak henti tepat didepan rumah Laura, Jack yang sudah menduga itu adalah ulah Rey, bangkit dari duduknya dan keluar.
"Rey! Hentikan klakson mobilmu yang bunyinya sama seperti kentut babi! itu membuat telinga ku sakit.'' Ucap Jack dengan wajah kesal.
Kaget dengan munculnya Jack dari dalam rumah tua, membuat Rey terperangah dan perlahan turun dari mobil, menatap tanpa berkedip.
"Bos? Apa aku sekarang sedang salah lihat lagi? Atau mungkin aku sedang tidur dan bermimpi?'' Ucap Rey. Rey mengangkat satu tangannya, lalu mengepalkan dan memukul ke kepalanya dengan pelan karena pikirannya sedang mimpi.
"Cepat kemari. Sampai kapan kamu memukul kepalamu dengan tangan sendiri, cepat jangan banyak tanya, mana serifikat dan kunci rumah yang aku suruh kamu bawa tadi?'' Jack dengan nada tegas.
Benar-benar kenyataan itu adalah Jack, Rey membalikan badan, membuka pintu mobilnya dan mengambil serifikat rumah yang diletakan nya di sisi tempat kursi yang kosong.
Sesudah mengambilnya, Rey menutup pintu mobil dengan keras dan buru-buru menghampiri Jack masih dengan wajah tidak percaya kalau bos Gila bersih itu masuk ke dalam rumah tua yang sangat terlihat kotor dari luar.
"Diam dan tutup mulutmu, ayo ikut aku masuk ke dalam.'' Ucap Jack.
Jack dan Rey masuk ke dalam, meletakan serifikat rumah beserta kunci rumah di atas meja lalu menatap Ibu Laura dengan mimik wajah tersenyum.
"Ini hadiah dari saya untuk Ibu, karena hadirnya Ibu dan Laura saya merasa hidup saya tidak seburuk kemarin'' Ucap Jack yang menyodorkan kertas di depannya.
Mengira Jack hanya bercanda, tetapi sekarang justru membawa sertifikat rumah membuat Laura terperanjat dengan keseriusan Jack.
"Bos, bos ini sungguh berlebihan.'' Ucap Laura sembari menahan tangan Jack.
"Tuan apa ini? Kenapa ada kunci sekaligus?'' Tanya Ibu Laura.
"Ini adalah serifikat rumah Ibu dan kuncinya, karena saya belum tahu nama Ibu, jadi rumah tersebut di atas namakan dengan nama Laura, Ibu tidak keberatan bukan?'' Jack dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"Rumah?'' Tanya Ibu Laura dengan kaget.
"Ya ini untuk Ibu, di dalam rumah tersebut sudah ada barang-barang yang lengkap. Saya membelikan rumah ini untuk Ibu sebagai balasan karena Ibu sudah mengizinkan Laura tinggal dirumah saya'' Ucap Jack.
Mendengar ucapan bos Laura yang sangat serius membuat Ibu Laura menangis terharu sembari memeluk Laura.
"Rey, suruh orang untuk membawa barang yang dibutuhkan disini dan kamu bawa Ibu Laura ke rumah yang kamu pilih ya.'' Ucap Jack.
Rey melihat Laura dan Ibunya sedang berpelukan, menjadi terharu dan hanya menganggukkan kepalanya menyetujui perintah Jack.
"Terimakasih banyak Tuan sudah memberikan kami hadiah paling berharga.'' Ucap Ibu Laura yang masih menangis karena terharu.
Karena hari sudah semakin gelap, Jack, Laura , Rey dan Ibu Laura sontak menuju rumah barunya.
***
"Bu, Laura pamit dulu ya? Laura pasti akan sering pulang menjenguk Ibu, kalau ada apa-apa cepat hubungi Laura ya.'' Ucap Laura.
"Ya nak, semangat ya kerjanya. Jangan lupa ucapakan terimakasih lagi untuk bos mu, Ibu salut sekali dengannya.'' Ibu Laura menggandeng tangan Laura untuk mengantarkan Laura ke depan.
Karena Jack dan Rey sudah berpamitan, mereka berdua sedang menunggu Laura di dalam mobil.
Laura sontak berjabat tangan dengan Ibunya dan meraba tas lalu mengambil uang untuk diberikan ke Ibunya.
"Ini Laura ada sedikit uang, Ibu gunakan saja untuk membeli barang ya habis'' Laura tersenyum sembari meninggalkan Ibunya dan naik ke dalam mobil Jack.
"Hati-hati'' Ucap Ibu Laura dengan lantang dan langsung merubah wajah yang tadinya ramah menjadi senyum sinis.
Bersambung.
__ADS_1