Princcesia Charanisa

Princcesia Charanisa
amarah dr.Bella


__ADS_3

sedangkan Ken terbengong-bengong karna ini pertama kalinya ada orang yg memerintahkannya.


tanpa di ketahui bibir Ken melengkung membentuk senyuman yg tulus.


Ken mengambil ponselnya.


"kevin,batalkan semua pertemuan hari ini,dan bawa baju ganti untuk ku ke alamat apartemen yg ku kirim"ucap Ken kemudian mematikan telponnya.


*****


sedangkan di rumah sakit bella dan laura berlarian ke arah ruang operasi.


sesampainya di depan ruang operasi keluarga pasien menghadang bella.


duk..


"dokter saya mohon selamatkan putri ku......hiks.....saya mohon...."ucap sang istri.


kemudian sang suami mendekat.


"sudahlah,bukan kh itu kesalahannya sendiri??ngapai kamu harus bersujud demi kesembuhan anak durhaka itu"ucap sang suami.


"tapi......dia anak kita...."ucap sang istri.


"maaf atas kelancangan saya,sebaiknya kalian menunggu oprasi selesai lebih cepat daripada kalian bertengkar dan menghambat dokter yg akan melaksanakan oprasi ini"ucap bella.

__ADS_1


"bersikap lh lebih tenang dan bijaksana"ucap bella lalu masuk kedalam ruang operasi.


empat jam berlalu akhirnya mereka keluar dari ruang operasi.


"dokter bagaimana hasilnya??"tanya sang istri ibu dari pasien itu.


"sebaiknya kalian berdua ikut dengan saya ke ruangan saya"ucap bella sambil memasukan kedua tangannya ke dalam kantong bajunya.


kemudian berjalan ke ruangannya di ikuti oleh laura dan kedua orang tua dari pasien.


sesampainya di ruangan bella mempersilakan kedua orang tua pasien itu untuk duduk di sofa ruangan itu.


"jadi apa kalian tau penyakit apa yg di derita putri kalian??"ucap bella.


"kangker hati tahap akhir"ucap bella


"saya tidak tau dok... saya baru tak kalau mery mengalami kangker hati selama ini"ucap ibu itu sambil menangis.


"jadi apa yg kalian lakukan kepada putri anda sehingga ia mengalami kangker hati ini??"ucap bella


"cih,****** itu sebenarnya tak pantas hidup"ucap si ayah.


"mas.....tapi di tetap anak kandung kita....hiks....kamu gak....boleh gitu"ucap si ibu.


"di bukan anak ku lg,dia adalh aib di keluarga kita"ucap si ayah.

__ADS_1


krak...puk


polpen yg di genggam oleh bella patah.


semua menoleh ke arah bella yg menunduk namun atmosfer ruangan sudah berubah.


"apakah anda tetap tak mengakui darah daging mu pak Roni??"tanya bella dengan sura yg datar dan dingin.


"tentu saja tidak"ucap pak Roni


bella bangun dari duduknya dan mencengkram kerah kemeja pak Roni.


"kau tak tau apa sebenarnya yg di alamai putri mu di dunia ini,jangan seenaknya kau menuduh putri mu seperti ini"ucap bella yg sudah diliputi amarah.


"justru sebaiknya kau memberikan bahu mu untuk putri mu bersandar dan membiarkan air matanya membasahi baju mu,namun kenapa???bahu mu itu terlalu jauh untuk putri mu itu untuk bersandar pak Roni??"ucap bella yg membuat pak Roni mendapat pukulan keras dalam hidupnya.


bella melepas cengkraman tangannya dari krah baju pak Roni.


"silakan pergi dari sini,dan jangan datang kembali ke tempat ini,sebab rumah sakit kami tak menerima orang bidap seperti mu"ucap bella pedas.


"dan untuk putri mu kau tak akan ku biarkan untuk tinggal bersama dengan neraka dengan mu"ucap bella


"laura suruh mereka pergi dari sini,dan minta dr.levis untuk tidak mengizinkan orang itu masuk ke arena rumah sakit ini lg"ucap bella kemudian beralih kepada dokumen para pasien yg ada di atas meja kerjanya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2