Princcesia Charanisa

Princcesia Charanisa
saling membuka kebenaran


__ADS_3

bella menyapu semua benda di atas meja di dekat kasur.


'apakah ibu mu tidak mengajarimu'


kata-kata ken yg masih tergiang-giang di kepala bella membuat,ia tak bisa mengendalikan dirinya atas truma yg ia alami.


hujan turun menjadi saksi dimana airmata bella yg tak terbendung.


dada bella terasa sesak,napasnya tak beraturan,pandangan bella serasa semuanya menjadi gelap.


"kumohon selamatkan aku...mommy....mommy...."teriak bella sambil menjambak rambutnya sendiri.


-


-


-


ken masuk ke kamar karena ia ingin bicara secara baik-baik dengan bella.


saat ken ingin menaiki tangga Chara datang dan memeluk ken dari belakang.


"kak ken aku merindukan mu"ucap Chara.


"lepaskan aku"ucap ken menahan amarahnya.


"tidak,aku sngat nyaman memeluk mu seperti ini"ucap Chara.


ken mendorong Chara menjauh darinya.


"jika kaunmelakukannya lg,aku tak akan segan-segan lg"ucap ken lalu pergi ke kamarnya dan bella.

__ADS_1


"cih....aku akan membuat ****** itu semakin menderita lg"ucap Chara marah.


lalu kembali ke kamarnya.


-


-


-


ken membuka pintu kamar dan terkejut dengan bella yg sedang dalam keadaan berantakan yg berteriak dan menghancurkan segala barang di meja.


"bella apa yg terjadi dengan mu??"ucap ken.


bella yg mendengar suara ken merasa nyaman dan sekarang ia dapat melihat secuil sebelas cahaya ken yg datang memeluknya.


"tolong aku,jangan pergi...jangan tinggalkan aku...ku mohon...ku mohon,ini sangat gelap"ucap bella sambil memeluk erat ken


ken melihat tubuh bella yg bergemetar hebat pun memeluknya dan menenangkannya.


lama kelamaan bella tertidur didalam pelukan ken.


ken membawa bella ke kasus dan membalut luka bella akibat dari pecahan beling.


"mom....mommy..."ingau bella.


ken merasa iba dengan bella.


"hari seperti apa yg dilalui oleh mu??"ucap ken sambil mengusap tangan bella menenangkan bella.


keesokan harinya bella terbangun dari tidurnya dan teringat apa yg terjadi dengnnya.

__ADS_1


ken masuk kedalam kamar dengan membawa nampan yg berisi makanan.


"kau sudah bangun?"ucap ken.


bella mengangguk kan kepalanya.


ken meletakkan nampan diatas meja.


"trimakasih.....untuk....semuanya" ucap bella.


"hm,aku lh yg seharusnya minta maaf,aku sempat membentak mu kemaren"ucap ken.


"tidak,aku lh yg salah tidak memberitahukan mu kebenarannya,dan ditambah emosi ku tidak stabil"ucap bella


ken teringat sesuatu.


"apa yg terjadi dengan mu kemaren??mengapa kau mengatakan kalau kau tidak melihat apa-apa??"ucap ken.


"........"bella terdiam.


"tak perlu dikatakan jika kau tak ingin mengatakannya"ucap ken sambil memberi nampan itu kepada bella.


"aku memiliki gangguan psikologi yg cukup aneh,dokter tidak bisa mengalisis penyakit ku.......dimana aku merasa tekanan yg hebat saat seseorang membentakku dengan menyebut hal yg buruk tentang ibu ku,dimana emosi ku semakin tak stabil dan membuat ku tak terkendali"ucap bella


"maaf..."ucap ken


"tak apa,aku jga berterimakasih kepada mu karena sudah menenangkan ku saat itu"ucap bella.


"hm,maaf aku yg menyebabkan merasakan sakit itu,aku juga mengerti bagaimana rasa nya memiliki gangguan seperti itu"ucap ken.


"hah???apa kau jga mempunyai....."ucap bella menggantung.

__ADS_1


"hm,aku memiliki gangguan dimana aku tak akan bisa tidur melebihi 2 jm"ucap ken sambil berjalan kearah kaca balkon.


BERSAMBUNG......


__ADS_2