
"apa sebenarnya tujuan mu untuk membawa ku ke kantor mu"ucap bella.
Ken mengalihkan tatapannya dari dokumen yg ia periksa.
"apa kau sangat ingin mengetahuinya??"ucap ken santay
"tentu saja"jawab bella polos.
Ken menekan tombol dan memanggil seseorang.
"bawa masuk barang-barang nya"ucap ken kemudian memutuskan panggilannya.
kevin masuk ke dalam ruangan dan diikuti dengan beberapa orang yg membawa meja,kursi komputer dan yg lainnya.
bella yg melihat itu menggerutkn keningnya bingung.
"selamat datang sekretaris bella"ucap ken.
"apa??"ucap bella terkejut.
"tidak,aku lebih menginginkan kembali berkerja di rumah sakit"ucap bella.
ken hanya mengelengkan kepalanya bertanda tidak ingin mengubah apa yg ia lakukan sekarang.
bella menghembus napas pasrah melihat semua itu.
"hidup ku berakhir harus kembali dengan tumpukan dokumen" batin bella.
bruk....
bella membelalakan matanya melihat tumpukan dokumen yg di taruh oleh kevin di atas meja.
"maaf nyonya,ini adalah yg di perintahkan tuan"ucap kevin.
__ADS_1
darah bella bergejolak marah.
bella berdiri dan menghampiri ken di bilik lainnya.
"ken jika kau benar-benar ingin aku berkerja,sebaiknya aku kembali berkerja di rumah sakit"ucap bella.
"aku rasa profesi mu tidak cocok di bidang kedokteran setelah melihat makanan yg kau makan"ucap ken tanpa mengalihkan tatapannya dari layar leptop miliknya.
bella menutup kasar layar leptop ken.
"ku mohon ken jangan siksa gua dengan tumpukan dokumen ini lg"ucap bell.
Ken berdiri dan berjalan mendekati bella,kemudian mendekatkan dirinya pada bella sehingga bella termundur dan bersandar pada meja kerja ken.
"apa kau tak ingin menerima hukuman mu??baik lh......jika kau bisa membuat ku puas dalam pekerjaan mu selama seminggu aku akan memperbolehkan kau kembali berkerja di rumah sakit"ucap ken.
"benarkah??"tanya bella berbuka.
"tergantung suasana hati ku"ucap ken acuh.
cklk....
kevin masuk ingin memberi dokumen,namun hanya bisa berhenti bagaikan patung melihat keduanya terlihat intim.
"aahh......sa..saya...sedang buta arah"ucap kevin ngasal.
bella saat apa yg telah ia lakukan pun mendorong ken menjauh dari nya.
lalu berlari ke bilik nya,namun sebelum itu bella kembali lg.
"ingat janji mu ken"ucap bella.
ken tersenyum melihat tingkah bella yg membuatnya familiar dengan orang yg ia rindukan sampai saat ini.
__ADS_1
"kau sangat unik,dan mengapa aku selalu merasa ku mirip dengan charanisa"ucap ken lirih sambil tertawa kecil.
-
-
-
bella masih menghadap komputer nya dokumen yg menumpuk hanya bersisa beberapa saja.
tangan lincahnya berlarian di atas keyboard nya.
tatapannya tak lepas dari layar komputernya.
ken kagum melihat keahlian yg di miliki bella sehingga bisa secepatnya menyelesaikan tumpukan laporan yg menggunung.
"tuan waktunya kita rapat"ucap bella kepada ken.
ken melihat jam di tangannya,
"masih ada lima menit lg"ucap ken.
"3 menit di dalam litf 2 menit masuk ke ruang rapat,saat duduk pada kursi maka jam nya sudah tepat"ucap bella
"ternyata kau sangat teliti"ucap ken.
sambil berdiri mengancing jasnya.
"kita pergi"ucap ken.
di sepanjang perjalanan bella dan ken tidak menunjukan ekspresi sama sekali.
"besok kau boleh kembali berkerja di rumah sakit"ucap ken saat masuk ke dalam lift.
__ADS_1
bella tersenyum.
BERSAMBUNG.......