
bella sedang sibuk dengan membuat sarapan di dapur.
"wah.....aromanya enak"ucap koki di mansion itu.
Xia he menghidangkan makanan di bantu oleh kerin.
"semuanya,kalian bisa mencicipi yg ada di dalam itu"ucap bella sambil menujuk beberapa panci.
kemudian bella membawa piring terakhir ke meja makan.
Ken yg sudah duduk dimeja makan terkejut dengan bella yg membawa makanan,namun Ken mengacuhkannya dan mulai memakan sarapan ya.
"apakah koki mengubah resepnya??"ucap Ken datar kepada kerin.
"anu...tidak tuan,itu semua masakan nyonya"ucap kerin.
tangan Ken terhenti dan meletakkan kembali sendok nya.
"buang semua nya"ucap ken lalu mengambil jasnya di kursi kemudian berjalan pergi.
bella terlihat murung.
"anu....bolehkah saya membawa makan ini nyonya??"ucap kevin.
"silakan,ambil saja"ucap bella lalu tersenyum manis.
"trimakasih"ucap kevin.
kemudian kerin membuatkan makanan itu kedalam rantang dan memberikannya kepada kevin.
"kerin aku kembali ke kamar dulu"ucap bella.
__ADS_1
kerin mengangguk dan menatap iba punggung bella yg menjauh.
"nyonya.....semoga tuan membuka matanya untuk nyonya"gumam kerin lirih.
bella menutup pintu kamarnya dan terduduk menangis di depan pintu kamarnya.
"mengapa???mengapa dia sekejam itu??apakah dia memang orang yg ku kenal di masa lalu??"ucap bella lirih sambil menangis.
"siapa sebenarnya Kau ken,kau siapa bagi ku di masa lalu???....hiks....hiks"ucap bella lirih sambil memegang kepalanya.
-
-
-
kini bella berjalan di taman belakang dan melihat tukang kebun yg menanam bebarepa tanaman hias.
"ah...nyonya,tentu saja boleh"ucap tukang kebun itu.
"trimakasih paman"ucap bella lalu mengambil beberapa pot dan kembali ke kamar untuk mengambil bibit tanaman bunga.
tukang kebun itu terkejut dengan bungkusan bibit tanaman bunga mawar,lily,peoni,tulip,dan lavender yg di bawa bella.
namun ia menutup keterkejutannya dan melanjutkan beberapa hal yg sudah hampir selesai.
"anu...nyonya....saya akan memangkas tanaman hias di sudut utara....jadi tidak apa kh nyonya saya tinggal???"ucap tukang kebun itu.
"tentu saja paman,dan jangan memanggil ku nyonya,paman bisa memanggilku bella"ucap bella pada tukang kebun parubaya itu.
"tapi itu tidak pantas nyonya"ucap tukang kebun itu.
__ADS_1
"baik lh,terserah paman memanggil ku apa saja"ucap bella lalu tersenyum manis.
"nyonya sama persis dengan nona kecil imut waktu itu"gumam tukang kebun itu.
"apa yg paman katakan??"tanya bella yg tak terlalu mendengar gumaman tukang kebun itu.
"ah....tidak apa-apa,saya hanya teringat dengan anak kecil yg kepribadiannya mirip dengan mu bahkan saya sempat terkejut dengan bunga yg nyonya tanam,sama persis dengan bunga kesukaan gadis itu"ucap tukang kebun itu.
bella hanya ber oh-ria saja.
"baik lh saya tinggal dulu,jika ada masalah silakan panggil saya"ucap tukang kebun itu.
"baik lh......."ucap bella menggantung.
"saya pak tomi"ucap tukang kebun itu.
"baik lh,paman tom.bolehkah ku panggil paman tom??"ucap bella yg membuat pak tomi terkejut.
"### baik lh"ucap pak tomi menyetujuinya.
-
-
bella sekarang masih berada di taman dan menyiram beberapa tanaman bunga yg di tanam olehnya.
"huh....dengan melakukan hal seperti ini mungkin dapat meringankan rasa kesedihan ku"ucap bella pada dirinya sendiri.
senja pun menyapa,bella kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
setelah membersihkan diri bella membuka ponselnya dan terkejut dengan begitu banyak panggilan tak terjawab dari levis,marchel,dan laura.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......